Cinta Yang Menenteramkan

By: M. Agus Syafii

Cinta yang menenteramkan bila cinta kita hanya untuk Allah sebab cinta
kepada Allah adalah cinta yang hakiki. Cintailah pasangan hidup kita karena
cinta kita kepada Allah. Bila kecintaan kita kepada pasangan melebihi cinta
kepada Allah maka ujian akan datang dari orang yang kita cintai, sebagaimana
seorang ibu yang telah dua belas tahun mengarungi rumah tangga dirinya
mengkayuh dengan susah payahnya. Bangunan rumah tangga diatas pondasi kasih
sayang yang rapuh. Pernikahannya penuh dengan pertanyaan yang tiada akhir
benarkah dirinya adalah belahan jiwa dari suami yang dicintainya?Ditengah
usia yang semakin tua tanpa ada pilihan lainnya yang memaksa dirinya untuk
menikah dengan laki-laki yang datang melamarnya. Pernikahanpun dilaksanakan
dengan meriah. Kebahagiaanpu hadir.

Ditengah kehidupan dengan mengalirnya waktu, materi dan karier telah
mengubah seorang laki-laki. Semenjak bekerja dengan kariernya yang menanjak
bagus. Kehidupan rumah tangganya mendadak berubah. Segala bentuk keresahan
yang setiap dirasakan betapa ganasnya kota Jakarta menjadi sirna. Segalanya
menjadi mudah. Dari menempati rumah kontrakan yang bocor, sering tergenang
banjir. Disaat itulah hatinya menjadi sakit dan penuh penderitaan ketika
mendapatkan perempuan lain dengan mudah hadir didalam hati suaminya. Justru
ketika rumahnya sudah tidak lagi bocor dan tergenang banjir. Rumah besar dan
nyaman dibilangan elit di kota jakarta.  Suaminya mengakui semua
perbuatannya karena telah jatuh cinta pada perempuan lain dan mengaku bahwa
hal itu semata-mata khilaf namun hatinya terlanjur terluka.

Ditengah penderitaan ada sebuah kesadaran bahwa apa yang telah terjadi dalam
hidupnya seolah membukakan mata hatinya betapa lemahnya manusia dihadapan
Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 'Mas Agus, betapa tidak berdaya kita dihadapan
Allah Subhanahu Wa Ta'ala..' ucapnya lirih. 'Disaat saya begitu bangganya
kepada suami seolah Allah menyentil saya agar mencintai Allah dengan sepenuh
hati. Cinta suami adalah cinta yang ilusi sedangkan cinta kepada Allah
adalah cinta yang hakiki.' lanjutnya, air mata itu  bagai bendungan yang
sudah tidak mampu ditahannya. Mengalir dengan derasnya.  Semuanya terhenti
disaat anak-anak Amalia sedang berdoa.

Dengan berbagi dan berdoa bersama di Rumah Amalia telah menenteramkan dan
menyembuhkan luka dihatinya. Nampak wajahnya terurai airmata. Ada sebuah
kelegaan sekaligus kedamaian. Tanpa terasa terucap puji syukur kehadirat
Allah atas semua anugerahNya dan disaat itulah keikhlasan menerima apapun
kesalahan suami mencair di dalam hatinya. Malam itu bersama suami dan
anak-anaknya telah menemukan kembali kebahagiaan yang telah lama menghilang.

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Yuk, hadir di kegiatan 'Amalia Bersyukur' Ahad, 20 Maret 2011, di Rumah
Amalia. Bila  berkenan berpartisipasi dg menyumbangkan buku2, Majalah,
Komik, Novel, Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI ), IPTEK, buku Pelajaran,
peralatan sekolah, baju layak pakai. silahkan kirimkan ke Rumah Amalia.  Jl.
Subagyo IV blok ii, no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151.
Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info:
[email protected] atau SMS 087 8777 12 431,
http://agussyafii.blogspot.com/




__._,_.___

-- 
*".... I am the KING to my own UNIVERSE that Rule my MIND, BODY and SOUL !!!
...." *
**
*- Aga Madjid -*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke