Akal2an Amerika buat nyari duit aja...
BUSUX!!!

From: Zigo AlCapone [mailto:[email protected]]
Sent: Monday, March 21, 2011 7:03 PM
To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Pengebom Siluman Dilawan Rudal Kuno (wah dah mulai perang 
nih,,)

Wah dah mulai perang nih,, bisa2 ntar kaya irak kedua ntar,,, Cuma dicari 
minyaknya doang,,,

Pengebom Siluman Dilawan Rudal Kuno
Editor: Egidius Patnistik
[Description: 
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/03/19/1741006620X310.jpg]
AFP Pesawat pro-Khadafy yang ditembak jatuh kelompok oposisi di dekat Benghazi 
pada Sabtu (19/3/2011). Diduga, pesawat jenis ini adalah Mig 28. Pesawat buatan 
Rusia ini biasa dipakai Angkatan Udara Libya.

Oleh: NINOK LEKSONO

"Aksi militer bukan pilihan pertama saya. Ini (serangan) bukan luaran yang 
kami, atau mitra kami, cari. (Tapi) kami tak bisa berdiri berpangku tangan 
ketika seorang tiran mengatakan kepada rakyatnya 'tidak akan ada ampun'." 
Presiden AS Barack Obama dari Brasil, Sabtu, 19 Maret 2011, NPR/AP

Minggu (20/3) dini hari itu Libya benar-benar hujan bom. Meski tak dikonfirmasi 
oleh Washington, stasiun televisi CBS memberitakan ada pengebom siluman 
(stealth) B-2 Spirit Amerika yang ambil bagian dalam pengeboman Libya. Lalu di 
Laut Tengah yang berbatasan dengan Libya di utara ada sejumlah kapal perusak AS 
berpeluru kendali kelas Arleigh Burke yang bersama dengan kapal perang Inggris 
HMS Triumph melontarkan 124 rudal jelajah Tomahawk.

Tidak kalah aksinya adalah jet penyerang darat Tornado GR4 Inggris dan Mirage 
2000 Perancis yang juga ikut menghantam sasaran-sasaran di Libya.

Dengan itu, perang Libya telah dimulai. Kekuatan sekutu Eropa ditambah AS, 
beberapa negara seperti Denmark, dan perlawanan Libya berhadapan dengan 
Pemerintah Libya di bawah pimpinan Kolonel Moammar Khadafy yang dinilai sudah 
tidak lagi punya legitimasi.

Setelah Dewan Keamanan PBB menyetujui penegakan zona larangan terbang Kamis 
silam, seperti disinggung oleh George Friedman dari Stratfor, Senin, ada 
sejumlah strategi yang dipikirkan oleh sekutu. Yang pertama sekadar menegakkan 
zona larangan terbang. Yang kedua, penegakan zona disertai dengan serangan 
terhadap pusat-pusat komando-dan-kontrol. Yang ketiga, bisa juga kedua hal 
tersebut ditambah dengan serangan darat langsung ke kekuatan Khadafy. Yang 
terakhir itu sudah dekat dengan pilihan yang paling luas, yakni invasi dan 
pendudukan Libya.

Ketika di permukaan pembicaraan politik berlangsung, baik di New York maupun di 
Paris, hingga Sabtu lalu, persiapan untuk menggempur telah dilakukan. Kontak 
dengan kelompok perlawanan untuk menyiapkan mereka terhadap apa yang bakal 
terjadi, pembangunan saluran komunikasi dan logistik, masuk dalam aktivitas 
praserangan. Termasuk di sini adalah juga penetapan sasaran serangan serta 
rekonaisans sasaran untuk memberi informasi paling mutakhir. Landasan bagi 
perang juga ditopang oleh rekonaisans dari udara dan antariksa.

Menurut Friedman, perang dilancarkan dengan serangan pertama berupa serangan 
melumpuhkan untuk menghancurkan dan mengisolasi struktur komando. Serangan ini 
juga dimaksudkan untuk membunuh para pemimpin, seperti Khadafy, dan 
anak-anaknya dan pemimpin senior lain.

Menyisakan kehancuran

Ketika mesin perang sekutu itu digunakan, Khadafy yang sebelum ini berhasil 
menekan balik kekuatan pemberontak dengan keunggulan di udara mengalami 
kesulitan untuk menghadapinya.

Rudal jelajah Tomahawk datang bak palu godam yang menghancurkan pusat-pusat 
komando Khadafy, selain juga pangkalan dan konsentrasi kekuatan Khadafy. 
Tomahawk yang sudah diciri sebagai senjata pembuka serangan semenjak Perang 
Teluk 1991 terbang mengikuti kontur permukaan Bumi.

Deretan sistem pertahanan udara Libya didukung oleh peralatan buatan Rusia, 
yakni SA-6 Gainful/SA-8 Gecko. Ada juga brigade dengan SA-3 Goa dan SA-2 
Guideline. Namun, yang disebut-sebut sebagai ancaman adalah sistem rudal 
antipesawat SA-5A Gammon (The Military Balance, IISS, 2010).

Gammon adalah rudal antipesawat yang bisa mencapai ketinggian sekitar 40 km dan 
jangkauan mendekati 300 km.

Untuk pesawat yang terbang rendah, pertahanan udara Libya juga mengoperasikan 
SA-7 Grail yang mampu melesat dengan kecepatan maksimum sekitar 2.000 km per 
jam dengan jangkauan 5 km. Televisi Libya menayangkan sebuah pesawat Perancis 
yang diklaim ditembak jatuh oleh pertahanan udara Libya meski Perancis 
menyangkal berita tersebut.

Guna memperkuat serangan penghancuran terhadap pertahanan udara Libya, jet 
Tornado GR4 Inggris dipersenjatai dengan rudal Storm Shadow. Rudal seberat 1,3 
ton dan berjelajah sekitar 250 km ini menuju sasaran dengan dipandu sinyal GPS.

IISS juga menyebutkan, Angkatan Udara Libya mengoperasikan 374 pesawat yang 
layak tempur, antara lain, terdiri dari jet tempur Mirage F-1E, MiG-25 Foxbat, 
MiG-23 Flogger, dan MiG-21 Fishbed yang lebih tua lagi. Pangkalan-pangkalan 
udara ini pula yang diperkirakan menjadi sasaran rudal Tomahawk, dan juga bom 
yang diangkut oleh pengebom B-2 bila benar pengebom ini ikut dalam serangan.

Bila radar dan sistem pertahanan udara lain telah dipatahkan, sasaran penting 
berikut pastilah kekuatan darat Khadafy. Hadirnya jet tempur Rafale dan Mirage 
Perancis dilaporkan juga untuk menghancurkan tank-tank Khadafy yang kemarin ini 
sudah memukul kekuatan perlawanan di sekitar Benghazi.

Serangan dengan Tomahawk diyakini telah menimbulkan kehancuran besar di 
pusat-pusat militer Libya. Namun, berikutnya muncul pertanyaan, sebagaimana 
juga telah muncul di Perang Teluk dan invasi AS ke Irak tahun 2003, apakah 
perang lalu otomatis dimenangi setelah pertahanan udara lumpuh?

Menyusul serangan sekutu, Kolonel Khadafy telah membuka gudang senjata dan 
mempersenjatai rakyat yang masih mendukungnya dengan senapan otomatis, mortir, 
dan bom untuk melawan sekutu dan menjadikan invasi Barat berkepanjangan.

Masih terbuka pertanyaan, apakah tipe perang akan seperti Kosovo di mana 
operasi udara berlangsung berkepanjangan, atau kemudian-seperti juga 
dikemukakan Friedman-berubah menjadi operasi darat.

Melihat pengalaman di Irak, tentara pendudukan dengan persenjataan mutakhir 
seperti AS dan Inggris pun masih harus menghabiskan waktu lama dan korban 
banyak untuk menuntaskan perang.

Kini, Tomahawk telah diluncurkan, kapal induk Charles de Gaulle yang didukung 
20 pesawat dan helikopter telah dikerahkan. Libya secara militer bisa 
dilumpuhkan.

Namun, hasil akhirnya terpulang kepada Khadafy dan pendukungnya, apakah pilih 
bertarung sampai titik darah penghabisan atau menyerah.


Warm Regards,


Zigo AlCapone

--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.



SAFETY – FIRST, LAST, and ALWAYS

Please consider the environment before printing this e-mail.

The information transmitted is intended only for use by the addressee and may 
contain confidential 
and//or privileged material. Any review, re-transmission, dissemination or 
other use of it, or the taking 
of any action in reliance upon this information by persons and//or entities 
other than the intended 
recipient is prohibited. If you received this in error, please inform the 
sender and//or addressee 
immediately and delete the material from all locations. Thank you.

The Redpath Group
Head Office: 710 McKeown Avenue, North Bay, Ontario, Canada P1B 7M2
(705) 474-2461

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<inline: image001.jpg>>

Kirim email ke