Kenaikan Gaji PNS Cair April 2011
 Editor: *Erlangga Djumena*

AFP ilustrasi

 *JAKARTA, KOMPAS.com *— Kabar baik buat para abdi negara. Pemerintah
memastikan kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS), TNI/Polri, dan
pensiunan akan cair mulai 1 April 2011.

Gaji PNS itu naik 15 persen terhitung dari Januari 2011. "Peraturan
pemerintah (PP)-nya telah terbit, kemudian juga instruksi dari Dirjen
Perbendaharaan," ujar Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Agus
Supriyanto, Selasa (22/3/2011). Ia menambahkan, PNS bisa mengajukan rapel
kenaikan gaji mulai Januari. Hal ini juga berlaku bagi pensiunan.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011, pemerintah telah
menganggarkan Rp 91,2 triliun untuk pembayaran gaji. Anggaran tersebut masuk
dalam alokasi anggaran belanja pegawai di 2011 yang mencapai Rp 180,6
triliun atau 2,65 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Selain gaji PNS, pemerintah juga menyiapkan anggaran honorarium, tunjangan,
dan uang lembur pegawai negara sejumlah Rp 28,1 triliun. Agus menjelaskan,
sebenarnya kenaikan gaji PNS terjadi setiap tahun. Sejak tahun 2005 sampai
tahun 2010, gaji PNS rata-rata naik 24,6 persen per tahun.

Sedangkan selama 2006-2007, gaji PNS naik rata-rata 15 persen per tahun. Di
tahun 2008, kenaikan gaji kembali membaik, yakni 20 persen. Lantas di 2009,
kenaikan gaji cuma 10 persen dan pada 2010 sebesar 5 persen.

Meski kenaikan gaji PNS tahun ini lebih besar daripada tahun lalu,
pemerintah yakin ini tak akan membuat inflasi melonjak. Sebab, kenaikan gaji
ini selalu ada setiap tahun. "Inflasi memang akan ada, tapi kecil sekali.
Ini kenaikan rutin kecuali naiknya tinggi sekali sampai 50 persen," ucap
Direktur Jasa Keuangan dan Analisis Moneter Kementerian Perencanaan
Pembangunan Nasional (PPN) Sidqy Suyitno.

Ia menjelaskan, efek inflasi akibat kenaikan gaji umumnya berasal dari
ekspektasi masyarakat bahwa ada kenaikan gaji, sehingga harga barang-barang
ikut naik. "Ini tergantung sentimen saja, bisa terjadi bola liar atau bisa
reda," katanya.

Namun, ia mengaku belum menghitung berapa kontribusi persisnya terhadap
inflasi. "Kemungkinan kecil sekali, mungkin bisa 0,0 persen-an sekian. Tapi
ini kan tergantung sentimen pasar, dan sentimen pasar kan usah diukur,"
ujarnya.

Yang pasti, dampak kenaikan gaji masih jauh dibandingkan dampak dari gejolak
harga pangan, seperti beras. Ia menghitung penyumbang inflasi terbesar
adalah beras dan harga energi.

Senada, Sekretaris Menteri PPN Syahrial Loetan mengatakan, rencana kenaikan
gaji PNS tentu akan berdampak inflasi, tapi dampaknya kecil. "Sama seperti
kalau uang beredar lebih banyak, ya pasti akan ada kontribusinya terhadap
inflasi," jelasnya.

Meskipun begitu, ia mengakui efek kenaikan gaji tetap perlu dicermati,
terutama efek psikologis dari kebijakan tersebut. "Biasanya, kalau pedagang
mendengar ada kenaikan gaji, mereka bertindak duluan untuk menaikkan harga,"
ujarnya. *(Bambang Rakhmanto, Irma Yani/Kontan <http://www.kontan.co.id/>)*

*
*

*Warm Regards,


Zigo AlCapone
*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke