*Surat untuk Yth Bpk Tifatul Sembiring*

*Dengan hormat,*
*Dengan menjaga segala bentuk sopan santun yang bisa saya pikirkan, saya
ingin menyampaikan surat ini kepada bapak, dan akan terus mencoba sampai
bapak membaca dan memberikan komentar. Sebagai orang yang berpendidikan dan
mempunyai jabatan, saya rasa bapak pasti akan memberikan jawaban kepada saya
, yang notabene adalah rakyat Indonesia biasa, pendidikan seadanya, tapi
minimal saya punya hati nurani .*

*Bapak yang baik,*
*Saya ingin menanyakan satu hal yang terjadi beberapa waktu yang lalu .
Bukan terlambat , tapi saya sebagai orang beragama dan berpendidikan ,
diajarkan untuk mendinginkan diri dulu, bicara tanpa emosi dan menggali data
dengan benar sebelum bertanya . Sehingga jangan sampai ada kalimat
sembarangan keluar dari mulut saya dengan emosi .*

*Bapak yang baik,*
*Ingatkah bapak bahwa beberapa saat yang lalu anda berbicara mengenai AIDS
di twitter dan mengatas namakan penyebabnya adalah :*
*” AKIBAT ITUNYA DIPAKAI SEMBARANGAN ” ???*
*Kalau bapak lupa , bisa saya ingatkan karna tidak lama kemudian bapak
kembali mengulang hal itu saat melakukan wawancara dengan Detik .*

*Bapak yang baik,*
*Kapankah terakhir kalinya bapak menginjak bangku sekolah ?*
*Andaikan terlalu jauh untuk bapak mengerti mengenai penyebab - penyebab
penyakit tersebut,*
*pernahkah bapak mendengar yang namanya Hak Azazi, sopan santun ,empati dan
PERASAAN?*

*Bapak yang baik,*
*Dimata orang awam seperti saya, andalah orang yang harus nya bisa
memberikan saya info dan masukan dan bimbingan .*
*Tapi tidak masalah kalau memang ternyata anda tidak pernah diajarkan
dimanapun atau tidak pernah menemukan akses untuk bisa mendapatkan data
tentang AIDS .*

*Marilah kalau begitu, saya yang memberikan anda sedikit masukan .*

*1 . Sebutlah mereka ODHA , Orang dengan HIV Aids .*
*2 . Sebutlah mereka sahabat pak, karna mereka adalah sahabat .*
*3 . Itu nya itu apa pak ? Mulut nya dipakai sembarangan ? Oh maaf . Kita
tidak sedang membicarakan anda .*
*4 . Saya mempunyai beberapa orang teman yang hidup sebagai ODHA ,dan mereka
perawan pak. Saya sharing info sedikit, hal tersebut bisa kita dapatkan dari
orang tua kita . Bukan dari ITU!*
*5 . Saya punya banyak teman ODHA dan masih perawan juga pak , justru dengan
persentase lbh besar , mereka tertular melalui jarum suntik pak , bukan dari
ITU !!!*
*6 . Apakah anda tahu bahwa kita bisa berciuman sekalipun dengan ODHA , dan
tetap tidak tertular selama kita tidak ada luka terbuka ?*
*7 . Apakah anda tahu bahwa kita bisa berhubungan badan dengan seorang ODHA
dan berkurang resiko tertularnya dengan benda yang disebut sebagai kondom ?*
*8 . Tahukah anda bahwa ada banyak cara lain tertular selain melalui ITU ??
Ataukah cuma itu yang ada di kepala bapak ?*

*Banyak sekali lembaga diluar sana yang sangat terbuka untuk memberikan info
mengenai HIV Aids .*

*Bapak yang baik, apakah pemmbicaraan ini tabu dan haram untuk anda ?*
*Seharam menyentuh seorang wanita kecuali itu adalah ibu negara dari negara
adidaya ?*

*Bapak yang baik,*
*Pernahkah anda berpikir bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini
kecuali memakan kepala sendiri ?*
*Pernahkah anda berpikir bahwa suatu hari , salah satu anggota keluarga anda
mungkin saja mengalami hal ini ?*
*Pernahkah anda bayangkan rasanya disaat itu , orang menunjuk keluarga anda
dan cuma berkata ” ITU NYA SIH DIPAKE SEMBARANGAN !!! ”*

*Bapak yang baik,*
*Mengertikah anda kata empathy atau simpati … ataukah anda sama tidak
mengertinya seperti anda tidak mengerti gejala dan penyebab penyakit HIV
Positif?*

*Bapak yang baik,*
*Kalau mereka dianggap buruk karena tidak bs menjaga tubuhnya , apakah
bedanya mereka dengan orang lain yang tidak bervirus bakteri tapi memakan
lemak setiap hari bak pejabat rakus dan harus sakit - sakitan karena
kerakusannya ? Sama pak .*
*Sehingga saat kita tidak menjaga tubuh ,makan, mulut dengan baik, kita sama
- sama mengidap pnyakit itu dengan cara yang berbeda ?*

*Bapak yang baik,*
*” Siapakah yang memberi hak kepada anda untuk menilai orang lain , dan
siapakah yang pernah menunjuk anda atau memberikan anda derajat yang lebih
tinggi dari orang lain ?”*

*Bapak yang baik,*
*Tahukah anda bahwa Baik Presiden maupun abang becak itu sama kedudukannya
di mata TUHAN ??*

*Bapak yang baik,*
*pernahkah bapak berpikir bahwa semua orang pasti disaat nya melakukan
pilihan yang salah , atau kadang tidak mempunyai pilihan sama sekali ?*
*Sama seperti mereka yang menjadi ODHA tanpa pilihan ?*
*Sama seperti mereka yang pernah berbuat salah dan kini sudah menyesal dan
menerima tanpa harus diingatkan dan dihina lagi ?*
*Bukankah itu makna agama ?*
*Bukankah akar dari semua agama harusnya adalah KASIH ?*

*Bapak yang baik,*
*Satu pesan yang diajarkan orang tua, keluarga, suami, sahabat dan agama
saya adalah :*
*jangan hidup bak Tong Kosong Nyaring Bunyinya .*

*Jangan mengatakan sesuatu tanpa berpikir .*
*Jangan pernah menganggap diri kita lebih baik dari orang lain, karna kita
TIDAK lebih baik .*

*Bapak yang baik,*
*terima kasih atas waktunya …*
*Saya akan menanti komentar bapak atau ajakan diskusi bapak sebagai seorang
pejabat, seorang bapak, seorang yang saya harapkan bisa saya pandang di
Indonesia .*

*Jawablah dengan cerdas .*





Hormat saya
Melanie Subono

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke