Makasih, jib ....

-----Original Message-----
From: Najib <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 25 May 2011 08:40:36 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: ~ aga ~ Masih bisa nonton nggak ya ?

Masalah Impor Film: Apa yang Terjadi & Apa yang Bakal Kamu Lewatkan
Shortlink: 
Kemarin ada berita yang sepertinya menyenangkan tapi cukup bikin bingung: 
katanya film impor udah boleh tayang lagi, tapi film-film yang dari studio gede 
tetep blum boleh main. Loh jadi gimana sih sebenernya? Apa sih yang terjadi? 
Mungkin banyak dari antara kamu yang bingung. Jangan khawatir, MBDC sudah 
melakukan investigasi (lewat google) dan merangkum buat kamu tentang apa yang 
sebenernya terjadi dengan impor film ini.

Fakta
Sebelum kita mulai ngobrol masalah apa yang terjadi, mungkin kamu harus tau 
bagaimana proses sebuah film bisa sampe tayang di Indonesia. Flowchartnya 
kurang lebih begini:

 
Proses Distribusi Film

Yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa distributor film lokal alias para 
importir ini pada dasarnya adalah bisnis yang berbeda sama sekali dengan 
bioskop. Jadi bioskop tidak mengimport film. Mereka cuma memutarkan film-film 
yang diimport oleh para importir. Tapi kita akan bahas tentang ini lebih lanjut 
nanti.

Di Indonesia ada 7 distributor film, yaitu:

  1.. PT Camila Internusa Film
  Salah satu distributor tertua di Indonesia. Ngedatengin film-film Hollywood 
keluaran Sony/Columbia, Universal, dan Paramount 
  2.. PT Satrya Perkasa Esthetika Film
  Distributor film Hollywood juga. Ngedatengin film keluaran 20th Century Fox, 
Disney, dan Warner Bros 
  3.. PT Amero Mitra Film
  Distributor film Hollywood juga, tapi bukan dari studio yang big six, 
melainkan yang kecil-kecil aja, kayak The Weinstein Company, Lionsgate, Screen 
Gems, Summit, dan CBS. 
  4.. Jive Entertainment
  Kebanyakan ngedatengin film-film non Hollywood, seperti misalnya film-film 
dari Thailand, Perancis, Norwegia, dan lain-lain 
  5.. PT Parkit Film
  Kebanyakan mendatangkan film dari Bollywood dan beberapa film keluaran studio 
indie Hollywood. 
  6.. PT Teguh Bakti Mandiri
  Yang satu ini katanya spesialisasinya di film-film mandarin. 
  7.. PT Rapi Films
  Yang satu ini lebih terkenal sebagai Production House yang bikin banyak 
sinetron dan film bioskop, tapi ternyata mereka juga mengimport beberapa film 
barat.
Nah, yang disebut sebagai Studio Big Six Hollywood adalah Sony/Columbia, 
Universal, Paramount, Disney, 20th Century Fox, dan Warner Bros. Kenapa mereka 
yang big six? Ya kamu liat aja film-film blockbuster. Semuanya pasti keluaran 
salah satu dari studio ini. Dan seperti yang sudah kamu sadari, Big Six Studio 
ini distribusinya dipegang oleh dua distributor, yaitu PT. Camila Internusa 
Film dan PT Satrya Perkasa Esthetika Film.

Sudah mulai bisa merasakan masalahnya?

Apa yang Terjadi
Yang terjadi adalah 3 distributor terbesar Indonesia yang mendatangkan 
film-film Hollywood (Camilla, Satrya, dan Amero) tersandung masalah pajak. 
Amero katanya sudah bayar, makanya kamu bisa liat film-film Hollywood dari 
studio kecil mulai bisa tayang lagi (Source Code, Limitless, Rabbit Hole).

Problemnya, dua distributor yang megang 6 studio besar tetep ini belum bayar 
pajak.

 
Bayar pajak? No way jose.

Oke, kita lumayan seneng sih film-film semacem Source Code udah bisa masuk 
lagi. Tapi, ini adalah masanya summer blockbuster. Masa dimana film-film yang 
HARUS ditonton di bioskop keluar. Film-film ini belum tentu bagus, tapi HARUS 
ditonton di bioskop.  Dan sekarang mereka gak bisa masuk karena dua distributor 
yang megang hak edar film-film besar ini belum bayar pajak.

Jadi kenapa mereka gak bayar pajak?

 
"Kenapa mereka gak bayar pajak ya?"

Kalo versi mereka sih karena katanya ada perubahan peraturan dari dirjen pajak 
mengenai masalah pajak film ini. Kenyataannya? Kalo sumber kita yang satu ini 
bisa dipercaya, sebenernya gak ada kenaikan apa-apa sama sekali. Semuanya masih 
dalam kesepakatan awal. Problemnya, sejak tahun 1995 para distributor film ini 
tidak membayar pajak film lagi.

Jadi gampangnya gini, mereka gak bayar pajak dari tahun 1995 dan sekarang, 16 
tahun kemudian, semua pajak yang mereka tunggak itu ditagih. Salah siapa? Ya 
salah semua. Salahnya distributor, kalo emang dari dulu peraturan itu ada, 
kenapa gak dibayar? Salahnya bagian pajak, kalo emang pajaknya harus ada, 
kenapa dari dulu gak ditagih? Ada yang bilang sih ini ada hubungannya dengan 
hubungan grup bioskop 21 dengan pemerintahan orba. Tapi itu katanya lho. Kita 
sih gak tau.

Eh tunggu. Kok jadi 21 sih? Ternyata merupakan sebuah rahasia umum bahwa 3 
distributor terbesar di Indonesia itu adalah related party-nya 21 grup. Jadi 
intinya mereka memonopoli film-film yang beredar di Indonesia. Makanya dulu 
banyak bioskop yang pada akhirnya tutup atau bergabung ke grup 21: karena 
mereka gak dapet pasokan film. Seperti yang kamu mungkin sudah tau, bioskop gak 
ada gunanya kalo gak ada film.

 
Bioskop tanpa film = tempat jualan popcorn?

Nah, maka dari itulah kenapa seharusnya distributor film dan bioskop itu gak 
boleh dari satu pihak yang sama. Itu akan menyebabkan monopoli dagang. Ya 
sekarang logika aja, kalo kamu punya film yang kamu tau bakal laku, ngapain 
dibagi-bagi ke bioskop lain? Puter aja di bioskop sendiri biar keuntungan dari 
film itu bisa kamu nikmatin sendiri.

Loh, tapi bukannya Blitzmegaplex juga punya Jive Entertainment yang kerjanya 
juga import film? Bener, tapi kenyataannya kan orang-orang lebih prefer nonton 
Transformers dibanding Alpha and Omega kan? Pasti sebagian besar dari kamu juga 
gak tau Alpha and Omega film apaan. Makanya untuk saat ini Jive masih bisa 
dikatakan aman: karena efeknya gak akan luas. Tapi kalo nantinya tiba-tiba 
mereka bisa mendistribusikan film-film besar, hal ini juga bisa jadi bahaya.

Terus apakah mungkin ada distributor lain yang mengedarkan film-film dari 
studio big six Hollywood?

Kalo menurut blitzmegaplex itu gak bisa, karena studio besar Hollywood itu 
sudah menunjuk distributor resmi mereka di Indonesia, yaitu 3 distributor yang 
sudah disebut di atas tadi.

Dengan kata lain, buang semua harapan kalian.

Jadi skenario terbaiknya adalah: suatu hari film-film bakal masuk lagi, tapi 
harga tiket 21 akan naik drastis. Pada saat itu kamu tidak punya pilihan dan 
akan bayar-bayar aja. Terus kamu bakal protes ke pemerintah kenapa harga tiket 
begitu mahal, dan apapun outcome-nya, 21 menang. Mereka hidup bahagia selamanya.

Itu skenario terbaik dan kita belum tau kapan itu akan terjadi. Sementara itu, 
silakan nikmati trailer-trailer film yang akan kamu lewatkan di musim film 
blockbuster ini:

THOR



Pirates of The Carribean: On Stranger Tides



X-Men First Class



Green Lantern



Transformers: Dark of The Moon

Harry Potter and The Deathly Hollows part 2

Yak begitulah kurang lebih. Sekarang permisi dulu ya, kita mau nangis. Di 
pojokan.

  ----- Original Message ----- 
  From: aga madjid 
  To: daffa 
  Sent: Wednesday, May 25, 2011 8:16 AM
  Subject: ~ aga ~ Masih bisa nonton nggak ya ?


  Masih bisa nonton 21 g ya kalo bgini??                              
http://mlsbgt.de/msDpoV

  tuk asean, ko edy, atau siapapun, tolong dong dibukain ya.


  -- 
  you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
  to post emails, just send to :
  [email protected]
  to join this group, send blank email to :
  [email protected]
  to quit from this group, just send email to :
  [email protected]
  please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
  add my Yahoo Messenger at [email protected] or
  add my twitter @aga_madjid
  thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke