Thanks, oom liliks ...

-----Original Message-----
From: LilikS <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 21 Jun 2011 10:40:52 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Hitler Pernah Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

*Hitler Pernah Dirawat di Rumah Sakit Jiwa*

Bagaimana bisa Hiter yang cuma kopral, miskin, tak punya harta jadi 
tiran? Ini jawabnya.

 

70069_adolf_hitler_300_225.jpg

Diktator Nazi, Adolf Hitler adalah personifikasi kejahatan. Dia 
bertanggung jawab atas kehancuran dalam Perang Dunia II, pembunuhan 
massal, juga sebagai arsitek Holocaust.

Namun, ada pertanyaan besar terkait sosok sang Fuhrer. Bagaimana bisa 
seorang veteran Perang Dunia I, berpangkat rendah, tak berpendidikan 
tinggi, tanpa harta, bisa jadi salah satu tiran terkuat di dunia hanya 
dalam jangka waktu 15 tahun?

Apa juga yang mengubah seniman kelas dua itu menjadi lalim, mampu 
bertindak kejam? Lalu, Kekuatan apa yang membuat Adolf Hitler mampu 
menghipnotis orang lain untuk mematuhi segala keinginannya?

Pengarang, Claus Hant -- yang menghabiskan 15 tahun untuk meneliti 
kehidupan Hitler di masa muda, menyajikan teorinya dalam buku terbarunya 
'Young Hitler' atau 'Hitler Muda'

****

Sebenarnya, tak ada yang istimewa di masa awal kehidupan Hitler. Dia 
dilahirkan di Austria dalam keluarga miskin, dengan ayah pemabuk yang 
sering memukulnya.

Hitler keluar dari rumah dan menetap di Wina pada 1908, berusaha 
merintis jalan menjadi seniman. Saat itu dia dikenal eksentrik tapi juga 
membosankan.

Pada 1924 Hitler bergabung dengan resimen Bavaria Angkatan Darat Jerman. 
Insiden terjadi pada 14 Oktober 1918, di Werwicq di Belgia,  Hitler yang 
saat itu berpangkat Kopral dan rekan-rekannya menjadi korban serangan 
gas beracun.

Akibatnya, Hitler harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Lapangan 
Bayern No 53 di Qudenaarde dekat Brussels. Namun, dokter di sana menolak 
mengobati Hitler. Sebab, Hitler menderita kelainan syaraf yang 
diakibatkan perang -- dimana seorang tentara tak mampu mengatasi beban 
mental akibat berperang di garis depan. Dengan kondisi seperti itu, 
Hitler tak boleh disatukan dengan prajurit lain yang hanya mengalami 
luka fisik.

Hitler lalu harus menempuh perjalanan 600 mil ke sebuah rumah sakit jiwa 
kecil di Pasewalk, di perbatasan Jerman dan Polandia.

"Insiden ini adalah salah satu kunci dalam buku saya 'Young Hitler'. Ini 
adalah masa-masa paling berpengaruh dalam hidup Hitler -- sekaligus 
menjelaskan apa yang mendorongnya jadi orang gila," kata Hant, seperti 
dimuat laman **/Express.com/**, Rabu 5 Mei 2010.

Hant yakin, Hitler mengalami perubahan kepribadian yang dramatis pasca 
insiden gas beracun itu.

"Saat itu Hitler diperiksa seorang psikiater, Dr Edmund Forster. Hitler 
didiagnosis menderita kelainan jiwa,  'psikopat dengan gejala histeris'."

Hitler tinggal di rumah sakit itu selama sebulan, di sana dia menjalani 
terapi hipnosis, juga kemungkinan diterapi listrik.

Masih jadi perdebatan, apakah metamorfosis Hitler dari orang biasa 
menjadi tiran, dipicu pengobatan, pukulan hebat di garis depan, efek gas 
beracun, atau kombinasi dari itu. Namun, kata Hant, efek gas beracun 
yang dialami Hitler adalah yang paling masuk akal mempengaruhi otaknya.

"Hitler yang rasis, anti-Semit, menentang demokrasi, dan cintanya yang  
berlebihan, sudah ada sebelum dia dirawat di Pasewalk. Juga sifatnya 
yang temperamental, keinginan untuk balas dendam, delusi sebagai orang 
jenius dan kepastian bahwa takdir Tuhan ada di pihaknya," kata Hant.

Namun, Pasca pengobatan di rumah sakit jiwa, keyakinan Hitler bahwa dia 
jenius, bahwa dia pilihan Tuhan, menjadi sesuatu yang nyata baginya.

Hitler pernah mengaku dia dikunjungi oleh 'utusan Tuhan'  yang 
mengatakan bahwa dia ditakdirkan menjadi penyelamat Jerman.

Dia bahkan mengidentikkan dirinya dengan Yesus Kristus. Pada perayaan 
Natal tahun 1926, ia berkata: "Pekerjaan yang telah dimulai Kristus 
tetapi tidak mampu diselesaikan, akan dilengkapi [Hitler]."

Dalam pidatonya yang lain, Hitler mengaku dia harus disalib jika tidak 
memenuhi kewajibannya. Semakin sukses, Hitler makin yakin bahwa dia 
adalah instrumen takdir.

"Orang-orang Jerman," kata dia di tahun 1936, "Aku telah mengajarimu 
iman, sekarang Anda menaruh kepercayaan pada saya."

Fakta bahwa dia pernah dirawat di sebuah rumah sakit jiwa saat itu akan 
menghancurkan karir politiknya yang masih muda. Ini jadi titik lemah 
Hitler.

Namun, Hitler punya cara untuk mengatasinya. Lawan-lawan yang ingin 
memanfaatkan rahasia itu  satu persatu dihabisi. Demikian juga dokter 
yang pernah merawatnya.

Pada tanggal 1 September 1933, Dr Forster diskors dari klinik tempat dia 
bekerja dan pada tanggal 11 September, setelah interogasi oleh Gestapo, 
istrinya menemukan dia meninggal di kamar mandi.

 




CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the
individual or entity to whom it is addressed and contains information that is
privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not the
intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this
communication. If you have received this communication in error, please notify
us immediately by return email and delete the original message.



-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image/jpeg>>

Kirim email ke