-----Original Message-----
From: muhamad agus syafii <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 2 Oct 2011 18:35:11 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [bank-mandiri] Deritanya Berakhir Bahagia

Deritanya Berakhir Bahagia

By: M. Agus Syafii

Mengapa terkadang Allah membiarkan kita terluka dan menderita yang seolah tiada 
akhir, begitu teramat berat dan penuh tetesan air mata? Terluka itu indah, 
sebab luka dan derita adalah wujud Kasih Sayang Allah yang melatih kita agar 
bersabar dalam hidup ini, dengan kesabaran Cinta Allah menopang dan menguatkan 
kita menjalani "duri-duri" tajam taman bunga kehidupan sehingga deritanya 
berakhir bahagia.  Begitu juga seorang perempuan muda yang hatinya terluka, air 
matanya menetes. Perjalanan hidupnya tidak selalu indah namun hatinya tegar 
bagai batu karang. Begitu sangat terpukul dengan keputusannya sendiri setelah 
memaksa minta cerai dari suaminya. Meskipun menang dalam keputusan sidang 
pengadilan dan berhak atas dua anaknya, rasa sepi dan sendiri, tertekan batin 
dan kekosongan pasca perceraian tetap menghantuinya.

'Saya menangis setiap kali mengingat kata-kata suami saya yang sangat 
menyakitkan hati, tetapi saya mencoba untuk memaafkan tetapi sangatlah sulit.' 
tuturnya. Untuk menghilangkan rasa perih dihati dirinya bekerja. Menyibukkan 
dengan berbagai kegiatan, malah membuat jauh dari Allah dan berlumuran dosa. 
Kehadiran laki-laki lain telah mengisi hatinya, tersadar atas semua perbuatan, 
Apakah Allah akan mengampuni dosa-dosa saya? Begitu tuturnya. Tidak lama 
kemudian, orang yang dicintainya malah memukulinya dan menginjak-nginjak harga 
dirinya. 'Saya hampir bunuh diri karena tidak sanggup menanggung derita ini Mas 
Agus, saya mencoba meminum racun serangga tapi teringat anak-anak ama siapa 
mereka kalo ibunya mati?'

Hari itu kedatangannya di Rumah Amalia untuk berbagi  memohon Allah agar semua 
masalahnya bisa selesai. Air matanya mengalir dengan derasnya. Beberapa kali 
tisu digunakan untuk mengusapnya. Tak kuasa menahan kesedihan yang teramat 
dalam. 'Alhamdulillah, hati saya menjadi tenang.' ucapnya. Sebulan setelah itu 
dirinya bertemu dengan mantan suaminya. ' Sungguh ajaib, saya merasa sangat 
merindukan dia. Tidak ada lagi kebencian dihati saya.' Doa itu telah didengar 
oleh Allah, cintanya telah disatukan kembali. Akhirnya mereka sepakat untuk 
ishlah atau rujuk dan berkumpul kembali dalam mahligai rumah tangga penuh 
dengan kebahagiaan. Itulah bukti cintanya kepada Allah, deritanya berakhir 
bahagia.

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
ONE DAY VOLUNTEER: Kami dari Rumah Amalia mengajak teman-teman 
bergabung 
menjadi relawan untuk seksi acara & seksi sibuk pada kegiatan "Hari Nan Fitri 
Bersama Amalia" (HANIF), Ahad, 23 Oktober 2011 Jam 9.sd 12 siang di Rumah 
Amalia atau bila berkenan berpartisipasi Paket sembako, baju baru untuk anak2, 
konsumsi, peralatan sekolah. Kirimkan ke Rumah Amalia Jl. Subagyo IV blok ii, 
No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda 
sangat berarti bagi kami. Info: [email protected] atau SMS 087 8777 12 431, 
http://agussyafii.blogspot.com


-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke