"MENERIMA TEGURAN" Menerima teguran, sekalipun jelas-jelas kita ini salah dan patut ditegur, biasanya tetap saja menimbulkan perasaan tidak enak dalam hati.
Itulah sebabnya banyak orang yang tidak suka, bahkan marah kalau ditegur. Seringkali kita lebih senang menerima pujian, walau hanya basa-basi. Sikap "anti teguran" ini kadang tidak kita sadari, kita tidak menyadari bahwa bagaimana pun kita tidak selalu benar. Ada saatnya kita berbuat salah, dan karenanya membutuhkan teguran supaya bisa memperbaiki diri. Randy Pausch, dalam bukunya yang sangat terkenal, The Last Lecture, menulis demikian; "Kalau Anda melihat diri Anda melakukan sesuatu yang buruk dan sudah tidak ada lagi orang yang mau repot-repot memberi tahu Anda, maka tempat itu tidak baik untuk Anda. Anda mungkin tidak ingin mendapat teguran, tapi orang yang menegur Anda kerap kali adalah satu-satunya orang yang memberi tahu bahwa ia masih mengasihi dan mempedulikan Anda, dan ingin melihat Anda menjadi lebih baik." Jadi, kalo kita mendapat teguran dari siapa pun, jangan buru-buru merespons dengan sikap antipati, apalagi dengan marah, Sebab bisa jadi teguran itu justru sangat berguna buat kita. Lihat itu sebagai sebentuk cara seseorang peduli dan mengasihi kita. TEGURAN YANG MEMBANGUN ITU TANDA KASIH SAYANG dan PEDULI. -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] please visit to www.facebook.com/aga.madjid, add my Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group.
