Ini emailnya erick dibajak orang kali yah?
 
~ Supported by 2E std ~


________________________________
 Dari: erick hendrian <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Senin, 27 Februari 2012 15:28
Judul: ~ aga ~ Bagaimana mengajarkan pendidikan seks kepada anak?
 

Mengapa Perlu Pendidikan Seks?
Anak-anak dan remaja rentan terhadap informasi yang salah mengenai seks. Jika 
tidak mendapatkan pendidikan seks yang sepatutnya, mereka akan termakan 
mitos-mitos tentang seks yang tidak benar. Informasi tentang seks 
sebaiknya didapatkan langsung dari orang tua yang memiliki perhatian 
khusus terhadap anak-anak mereka.
Hasil survey Badan Koordinasi 
Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan bahwa lebih dari 60 
persen remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seks pranikah. Angka yang 
memprihatinkan di negeri yang cukup menjunjung tinggi nilai moral 
sehubungan seks. Mengapa mereka bisa melakukan hubungan seks pranikah? 
Penyebabnya karena kurangnya pendidikan seks kepada anak dan remaja. 
Kapan pendidikan seks bisa mulai dilakukan?
 
Kapan Pendidikan Seks Dimulai?
Kapan pendidikan seks bisa mulai diberikan kepada anak? Beberapa orang tua 
sering menjawab pertanyaan seks dengan jawaban singkat: "Tunggu kamu 
besar!". Sebenarnya waktu terbaik memberikan pendidikan seks adalah 
sejak dini! Pendidikan seks dimulai bahkan sejak anak masih balita.
Jika Anda menunda memberikan pendidikan seks pada saat anak Anda mulai 
memasuki usia remaja, maka itu sudah terlambat. Karena di zaman di mana 
informasi mudah didapat dari Internet dan teman sebaya, maka saat anak 
usia remaja mereka telah mengetahui lebih banyak tentang seks dan 
kemungkinan besar dari sudut pandang yang salah.
 
Bagaimana Pendidikan Seks Diberikan?
Bagaimana cara terbaik memberikan pendidikan seks kepada anak-anak Anda? 
Berikut ini beberapa tahapan umur dan cara 
memberikan pendidikan seks sesuai dengan tingkat usia anak Anda.
        * Balita (1-5 tahun)Pada usia ini, Anda bisa mulai menanamkan 
pendidikan seks. Caranya cukup 
mudah, yaitu dengan mulai memperkenalkan kepada si kecil organ-organ 
seks miliknya secara singkat. Tidak perlu memberi penjelasan detail 
karena rentang waktu atensi anak biasanya pendek.

Misalnya saat 
memandikan si kecil, Anda bisa memberitahu berbagai organ tubuh anak, 
seperti rambut, kepala, tangan, kaki, perut, dan jangan lupa penis dan vagina 
atau vulva. Lalu terangkan perbedaan alat kelamin dari lawan jenisnya, misalnya 
jika si kecil memiliki adik yang berlawanan jenis.

Selain
 itu, tandaskan juga bahwa alat kelamin tersebut tidak boleh 
dipertontonkan dengan sembarangan, dan terangkan juga jika ada yang 
menyentuhnya tanpa diketahui orang tua, maka si kecil harus berteriak 
keras-keras dan melapor kepada orang tuanya. Dengan demikian, anak-anak 
Anda bisa dilindungi terhadap maraknya kasus kekerasan seksual dan pelecehan 
seksual terhadap anak.
        * Usia 3-10 tahunPada usia ini, anak biasanya mulai aktif bertanya 
tentang seks. Misalnya 
anak akan bertanya dari mana ia berasal. Atau pertanyaan yang umum 
seperti bagaimana asal-usul bayi. Jawaban-jawaban yang sederhana dan 
terus terang biasanya efektif.

Contoh #1: "Bayi berasal dari mana?" Anda bisa menjawab dari perut ibu. Atau 
Anda bisa tunjukkan seorang ibu yang sedang hamil dan menunjukkan lokasi bayi 
di perut ibu tersebut.

Contoh #2: "Bagaimana bayi keluar dari perut Ibu?" Anda bisa menjawab bayi 
keluar dari lubang vagina atau vulva supaya bisa keluar dari perut ibu.

Contoh #3: "Mengapa bayi bisa ada di perut?" Anda bisa menjawab bahwa bayi di 
perut ibu karena ada benih yang 
diberikan oleh ayah kepada ibu. Caranya adalah ayah memasukkan benih 
tersebut menggunakan penis dan melalui vagina dari ibu. Itu yang 
dinamakan hubungan seks, dan itu hanya boleh dilakukan oleh pria dan 
wanita yang telah menikah.
        * Usia Menjelang RemajaSaat 
anak semakin berkembang, mulai saatnya Anda menerangkan mengenai haid, 
mimpi basah, dan juga perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada 
seorang remaja. Anda bisa terangkan bahwa si gadis kecil akan mengalami 
perubahan bentuk payudara, atau terangkan akan adanya tumbuh bulu-bulu 
di sekitar alat kelaminnya.
        * Usia RemajaPada saat ini, 
seorang remaja akan mengalami banyak perubahan secara seksual. Anda 
perlu lebih intensif menanamkan nilai moral yang baik kepadanya. Berikan 
penjelasan mengenai kerugian seks bebas seperti penyakit yang 
ditularkan dan akibat-akibat secara emosi.
Menurut penelitian, pendidikan seks sejak dini akan menghindari kehamilan di 
luar pernikahan saat anak-anak bertumbuh menjadi remaja dan saat dewasa kelak. 
Tidak perlu tabu 
membicarakan seks dalam keluarga. Karena anak Anda perlu mendapatkan 
informasi yang tepat dari orang tuanya, bukan dari orang lain tentang 
seks.
Karena rasa ingin tahu yang besar, jika anak tidak 
dibekali pendidikan seks, maka anak tersebut akan mencari jawaban dari 
orang lain, dan akan lebih menakutkan jika informasi seks didapatkan 
dari teman sebaya atau Internet yang informasinya bisa jadi salah. 
Karena itu, lindungi anak-anak Anda sejak dini dengan membekali mereka 
pendidikan mengenai seks dengan cara yang tepat.
-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke