-----Original Message-----
From: "Zach" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 23 Apr 2012 07:13:44 
To: <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [duniabebas] "Bisakah Kita Membalas Kebaikan Ibu?" ~ Muslim.

Suatu hari, Ibnu Umar melihat seseorang yang sedang menggendong ibunya sambil 
thawaf mengelilingi Ka’bah. 
Orang tersebut lantas berkata kepadanya, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu 
apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?”

Ibnu Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu erangan ibumu ketika 
melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan 
balasan yang banyak kepadamu terhadap sedikit amal yang engkau lakukan.” (Kitab 
al-Kabair karya adz-Dzahabi).

Kisah di atas memberikan pelajaran berharga kepada kita bahwa setiap anak tidak 
akan dapat membalas jasa orang tuanya, kecuali ia menemukan orang tuanya 
sebagai budak, lalu dibeli dan dimerdekakan. (HR Muslim). 

Dalam hadis lain, “Berbuat baik kepada kedua orang tua itu lebih utama daripada 
shalat, sedekah, puasa, haji, umrah, dan berjihad di jalan Allah.” (HR 
Thabrani).

Apakah masih ada kewajiban berbuat baik kepada orang tua setelah keduanya wafat?
Sabda Nabi SAW, “Masih, yaitu mendoakannya, memohonkan ampunan untuknya, 
menunaikan janjinya, memuliakan temannya, dan menyambung hubungan kerabat yang 
tidak tersambung kecuali dengannya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan al-Hakim).

Sejarah mencatat, banyak orang hebat yang lahir dari seorang ibu yang juga 
hebat. Kita tidak akan dapat menjadi hebat seperti sekarang tanpa sentuhan 
darinya. Maka, tak berlebihan jika ada ungkapan, Al-Jannatu tahta aqdami 
al-ummahat”, surga berada di bawah telapak kaki ibu.

Karena itu, ketika seorang laki-laki berhijrah dari Yaman kepada Nabi SAW dan 
ingin berjihad.
Kemudian, Nabi SAW bertanya, “Apakah di Yaman masih ada kedua orang tuamu?”
“Masih ya Rasulullah” jawab laki-laki itu.
Nabi SAW bersabda, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan mintalah izin 
darinya. Jika keduanya memberi izin maka engkau boleh berjihad dan jika 
keduanya tidak mengizinkan maka berbuat baiklah kepadanya, karena hal itu 
merupakan sesuatu yang paling baik yang engkau bawa untuk bertemu dengan Allah 
setelah tauhid.” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban).

Lalu, datang laki-laki lain kepada Nabi SAW meminta baiat untuk berangkat 
hijrah. Ia berkata, “Aku datang kepadamu, sehingga membuat kedua orang tuaku 
menangis.”
Kemudian Nabi SAW bersabda, “Kembalilah kepada keduanya dan buatlah keduanya 
tertawa bahagia, sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.” (HR Abu 
Dawud, Nasa’i, dan al-Hakim).

Ibu memiliki peran yang tak dapat digantikan oleh siapa pun. Dialah yang 
mencetak generasi unggul. Maka, tidaklah berlebihan jika seorang penyair 
mengungkapkan, Al-Ummu madrasatun, in a’dadtahaa a’dadta sya’ban thayyiba 
al-a’raaqi. Ibu itu ibarat sebuah sekolah, apabila kamu persiapkan dengan baik, 
berarti kamu telah mempersiapkan suatu bangsa dengan dasar yang baik.

Dalam hadis lain, Rasul SAW menempatkan ibu sebagai orang yang paling utama 
untuk dihormati. Beliau memerintahkan umatnya untuk senantiasa memuliakan 
ibunya, kemudian menyayangi ibunya. Setelah itu, barulah bapak. 

Wallahu a’lam.
Dikutip dari Hikmah Republika edisi 29 Maret 2012 dengan judul: Membalas 
Kebaikan Ibu


[email protected]

"Greater than a man who would conquer thousand-thousand man, is he who would 
conquer just one ~him self~"

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/duniabebas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/duniabebas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.
  • ~ aga ~ Fw: [duniabebas] "Bisakah Kita Membalas Kebaikan Ibu?&qu... aga

Kirim email ke