Kalo yg kaya gini2... udah jelas bagian dari organisasi "ILUMINATY"...

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of Rully Fabian
Sent: Tuesday, September 18, 2012 4:18 PM
To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Dibalik Film THE INNOCENCE OF 
MUSLIMS

MilisNews.com - Umat Islam di seluruh dunia merasa tersinggung dengan munculnya 
video trailer sepanjang 13 menit dari THE INNOCENCE OF MUSLIMS. Film berbiaya 
produksi rendah tersebut dengan sengaja mengolok-olok Nabi Muhammad yang dalam 
film digambarkan sebagai sosok penipu dan tukang merayu.

Cuplikan film berdurasi 13 menit yang diproduksi oleh Sam Bacile, lelaki 
keturunan Yahudi asal California ini mengundang protes dan juga serangan. 
Tercatat duta besar Amerika Serikat untuk Libya tewas dalam aksi protes yang 
dilancarkan.

ensi perseteruan antara Timur Tengah dan Amerika belum lah reda, kini film ini 
mencuatkan kembali perseteruan itu hingga ke tingkat yang tinggi. Seperti apa 
sebenarnya film yang kontroversial ini? Berikut ini beberapa fakta yang bisa 
disimak terkait film.

 1. Kisah Apa Yang Ada Dalam Film?

Film ini berkisah tentang Nabi Muhammad, namun penggambaran dalam film ini 
sangat berbeda dengan yang digambarkan di Alquran. Dalam film, Nabi Muhammad 
digambarkan suka menipu dan melecehkan anak kecil.

Dari video yang beredar jelas terlihat bahwa budget untuk membuat film ini 
sangat rendah, Terbukti dari tata rias yang buruk serta pemakaian green screen 
yang tak tepat guna.

Sangat susah untuk menebak plot keseluruhan hanya dari trailernya saja, namun 
darinya terlihat penganiayaan umat kristiani di daerah Timur Tengah di abad 
ke-6.

Dari trailer tersebut juga bisa diketahui bahwa beberapa bagian dialognya sudah 
didubbing setelah syuting, terlebih dialog yang mengacu pada agama Islam.

 2. Siapakah Sam Bacille?

Ada beberapa aspek produksi film yang sampai saat itu belumlah jelas, namun 
BusinnesInsider.com berhasil mengumpulkan beberapa fakta berikut:

Selasa (11/09), Associated Press berhasil mewawancarai penulis sekaligus 
sutradara film ini, Sam Bacile. Dalam wawancara tersebut ia mengatakan bahwa 
dirinya adalah seorang Yahudi Israel yang membuat film tersebut dengan 
sumbangan dana dari 100 penyumbang orang Yahudi.

Kabar tersebut disanggah oleh Jeffrey Goldberg dari harian The Atlantic. 
Goldberg mengatakan bahwa Bacile bukahlah orang Yahudi  mau pun orang Israel. 
Bacile pun bukan nama sebenarnya.

Rabu (12/09), AP menghubungi orang lain yang diduga ada hubungannya dengan 
film, seorang Kristen Koptik bernama Nakoula Basseley.  Nakoula tinggal di 
California. Ia pun membantah punya hubungan dengan pembuatan film ini, namun 
nomor telepon yang digunakan AP untuk mengontak Bacile mengarah ke rumah 
Nakoula.

Nakoula menyembunyikan nama tengahnya yang ada di SIM ketika ditemui AP 
(Perhatikan kemiripan pengucapan Basseley dan Bacile). Dari penemuan AP, 
Nakoula ternyata divonis bersalah dalam sebuah penipuan Bank. Beberapa waktu 
kemudian, pemerintah Amerika mengutarakan kepada AP bahwa Nakoula berada di 
balik pembuatan film ini.

 3. Casting Palsu

Harian The Daily menemukan fakta bahwa proses casting film yang dilakukan tahun 
2009 tak pernah menyebut tentang maksud dan tujuan dibuatnya film ini.

Delapan puluh peserta casting semuanya menyatakan bahwa mereka tak tahu menahu 
mengenai maksud dan tujuan film dibuat. Salah satu dari mereka, Cathy Lee 
Garcia, menyatakan bahwa semua elemen film yang berkaitan dengan anti-Semit 
didubbing selepas syuting.

 4. Judul Aslinya

Mulanya film ini ini dibuat dengan judul DESERT WARRIORS. Hal ini diungkapkan 
oleh Jimmy Israel, seorang produser film yang ada kaitannya dengan film.

Naskah film DESERT WARRIOR tak menyebutkan konten SARA. Israel pun sempat 
mengendus ada yang aneh dari diri Bacile selama proses produksi.


5. Biaya Filmnya Sangat Rendah

Biaya untuk pembuatan film ini hanya sebesar USD 100 ribu. Hal ini menjadikan 
film ini sebagai film kelas B yang sangat minim persiapan pembuatannya.

 6. Flop di Pasaran

Pemutaran film yang hanya disebarkan secara terbatas ini tak mendatangkan laba.

The New York Times menemui Steve Klein, seorang aktivis anti Islam yang turut 
membidani produksi film ini. Ia menyatakan bahwa film ini hanya ditonton oleh 
orang yang sangat sedikit pada musim panas lalu.

Pernyataan tersebut senada seperti yang diungkapkan Bacile kepada AP. Sayang 
The New York Times tak sempat menyelidiki bioskop mana saja yang menayangkannya.

Banyak pihak mempertanyakan bahwa film ini sempat masuk gedung bioskop atau 
tidak.

 7. Tiba-Tiba Sukses di YouTube

Filmnya memang flop di pasaran namun beda halnya dengan peredaran di YouTube. 
Akun dengan nama "Sam Bacile" lah yang pertama kali mengunggah film tersebut 
Juli lalu.

Film ini baru menarik perhatian banyak pengguna YouTube saat dirilis versi 
bahasa Arabnya 4 September lalu. Video tersebut lalu disebarkan oleh komunitas 
Koptik di Amerika dan Pusat Penelitian Islam di London.

Tepatnya pada tanggal 9 September, dua hari sebelum protes besar di Kedutaan 
Libya dan Mesir, film ini ditayangkan secara luas di Mesir. Beritanya 
ditayangkan di harian Mesir dan videonya ditayangkan di salah satu stasiun 
televisi Mesir.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke