'Digoyang' Agar Bersarang

Pagi itu saat temu pakar Trubus di TMII Desember 2005, Herman berkeluh-kesah. 
Peternak di Bogor itu mendapati rumah walet miliknya lebih didominasi koloni 
sriti. Koloni walet yang diharap-harap menetap di rumah bertingkat 2 tidak 
kunjung bertambah sarangnya. Cobalah dengan 'mengoyang' agar populasi walet 
meningkat, ujar Dr Boedi Mranata memberi solusi.

Menurut Herman, rumah walet berukuran 14 m x 12 m itu secara fisik sudah 
memenuhi syarat untuk ditinggali walet. Kondisi mikro lingkungan sudah diatur 
hingga memiliki suhu 28--30°C dan kelembapan 80%. Makro lingkungan pun 
dianggap mendukung. Pepohonan cukup banyak hingga radius sekitar 500 m dari 
rumah waletnya, sehingga sumber pakan alami serangga tersedia cukup. Semula 
saat sriti masuk senang banget. Populasinya terus bertambah, tapi waletnya 
tidak mau masuk, ujarnya.

Kehadiran sriti tak selalu menguntungkan. Seringkali menjadi senjata makan 
tuan. Lantaran populasi sriti terlalu banyak, populasi walet yang sudah ada pun 
bisa kabur karena terusik keberadaan Collocalia esculenta itu. Maklum tujuan 
akhir Herman bukan budidaya sriti melainkan walet

Peternak perlu mengetahui dinamika populasi sriti dan walet, ujar Boedi, pakar 
walet di Jakarta itu. Di Jawa umumnya, sriti akan menetap dahulu sebelum walet 
masuk. Namun kondisi itu berbeda dengan di Lampung, sebagian Belitung, dan 
Medan. Di sana lantaran populasi sriti sedikit, rumah akan langsung dimasuki 
oleh Collocalia fuciphaga itu.

Digoyang
Menurut konsultan walet dari Eka Walet Center, Hary K. Nugroho, ada cara untuk 
menggenjot koloni walet. Namun sebelum cara itu dipakai peternak perlu 
mengetahui kondisi populasi burung layang-layang itu. Lihat dahulu apa yang 
dominan di sekitar lingkungan rumah walet. Lebih banyak sriti atau waletnya, 
kata Hary. Jika memang sriti dominan berarti perlu pertolongan.

Koloni walet yang sudah bersarang harus dipacu agar cepat beranak-pinak. Agar 
tujuan itu tercapai perubahan lingkungan yang drastis perlu dihindari seperti 
fluktuasi suhu dan kelembapan. Begitu pula dengan gangguan-gangguan lain 
seperti bising, asap, dan kehadiran hama tikus dan kecoak yang menyebabkan 
walet kabur. Bila populasi bisa bertambah 10-20% itu sudah sangat bagus, tutur 
Hary.

Penggantian telur dapat pula mengurangi sriti. Setiap ada sriti bertelur segera 
menggantinya dengan telur walet. Penggantian telur dilakukan sedini mungkin. 
Jika jumlahnya banyak penggantian harus dilakukan serempak Istilahnya dengan 
cara 'mengoyang' agar sriti menjadi tidak betah, ujar Boedi. Namun cara itu 
cukup berisiko. Bila terus-menerus dilakukan bisa-bisa seluruh sriti minggat. 
Padahal sriti dapat diandalkan untuk menjadi mesin penetas alami.

Buat kamar
Menurut Hary, pertukaran telur tetap mempertimbangkan populasi sriti. Idealnya 
pergantian telur dapat dilakukan jika sarang sriti berjumlah 50--100. 
Penggantian telur pun hanya dilakukan 50% pada sriti yang bertelur. Salah satu 
telur dari sriti diganti telur walet. Penggantian paling baik dilakukan saat 
memasuki musim hujan ketika sriti lebih suka mengeram. Populasi walet 
diharapkan akan naik seperti mobil yang berjalan dijalur cepat, tapi populasi 
sriti seperti mobil dijalur lambat, ujarnya.

Cara lain dengan menggelapkan kondisi ruangan. Sriti sangat menyukai kondisi 
sedikit terang. Dengan memperkecil lubang masuk kondisi dalam rumah akan lebih 
gelap. Itu sangat disukai walet tapi dibenci sriti. Dengan cara itu sriti akan 
terusir dengan sendirinya. Penjarangan sarang sriti juga dapat mengurangi 
populasi sriti, tambah Boedi.

Seandainya tidak mempan, Doktor Biologi lulusan Universiteit Hamburg itu 
menyarankan mengungsikan sriti ke kamar lain yang suasananya membuat betah 
sriti tinggal. Ruangan itu misalnya perlu kamar berukuran cukup luas sehingga 
sriti mudah berputar-putar. Demikian juga dengan memperbanyak tempelan sarang 
pada tembok atau plafon.

Salah satu tanda keberhasilan populasi walet meningkat dengan melihat sarang 
banci yang ada. Sarang itu ditandai dengan sarang sriti di bawah dan liur walet 
di atasnya. Jika jumlah sarang banci banyak berarti populasi walet sudah 
meningkat. Cara itu yang kini dipakai juga peternak senior dalam menakar 
populasi walet sebelum membeli rumah walet, ujar Hary. (Dian Adijaya S)

Selasa, 21 Februari 2006 14:56:23
© 2006 Trubus





REKOMENDASI MILIS:
http://groups.yahoo.com/group/hatihatilah
http://groups.yahoo.com/group/relasimania
http://groups.yahoo.com/group/ebookmaniak
http://groups.yahoo.com/group/agromania
http://groups.yahoo.com/group/katasibijak
http://groups.yahoo.com/group/mobilemaniak
http://groups.yahoo.com/group/indogitar
http://groups.yahoo.com/group/sukasukamu
http://groups.yahoo.com/group/satuXsatu

TIPS PENCARIAN DI GOOGLE:  daftar alamat pembeli agrobisnis / agribisnis, 
daftar alamat penjual dan pembeli Indonesia dan mancanegara, diskusi dan teori 
agribisnis, cara melakukan ekspor, buah-buahan, sayur-sayuran, ternak, kebun, 
taman, tanaman, tanaman obat (herbal), mesin pengolahan, mesin pertanian, 
makanan, minuman, ikan hias, hutan, pupuk, ikan, ikan laut, benih, biji, 
kacang-kacangan, daging, rempah-rempah, budidaya, hidroponik, hortikultura, 
sapi, ayam, burung, kambing, sawit, minyak sawit, bonsai, walet, anggrek, 
minyak atsiri, udang, kayu, lada, vanili, kopi, coklat, kacang, nilam, markisa, 
durian, lebah madu, pisang, bekicot, salak, ubi kayu, jagung, karet, eksportir 
/ importir, penjual / pembeli, waralabais (pengusaha waralaba), produsen, 
wiraswasta, petani, informasi jasa, iklan produk agribisnis, informasi lowongan 
bidang agrobisnis, forum diskusi, konsultasi, daftar alamat, informasi harga, 
pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan, agroindustri, agro 
indonesia. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/agromania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke