Harga Tepung Ikan Naik 150 Persen

Harga tepung ikan di pasar internasional meningkat  dari semula 600 dollar AS 
per ton kini menjadi 1.500 dollar AS per ton. Kenaikan sebesar 150 persen itu 
dipicu kebijakan pemerintah Peru yang membatasi volume penangkapan ikan 
kembung. Peru merupakan pemasok utama tepung ikan di pasar internasional, yakni 
57 persen dari total 6,2 juta ton.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Pakan Udang Indonesia Johannes Kitono di Jakarta, 
Jumat (18/8) mengatakan hal ini, tepung ikan merupakan bahan baku memproduksi 
pakan. ”Kenaikan harga tepung ikan otomatis ikut mendorong terdongkraknya harga 
produk perikanan budidaya di Indonesia, seperti udang. Apalagi, 95 persen 
kebutuhan tepung ikan Indonesia diimpor,” kata Kitono.

Volume impor tepung ikan rata-rata mencapai 32.000 ton per bulan atau 384.000 
ton per tahun. Itu meliputi untuk pakan ternak 60 persen dan 40 persen diolah 
menjadi pakan ikan. Tepung ikan impor menguasai 80 persen dari total kebutuhan 
pakan nasional. Pilihan impor itu karena tepung ikan lokal umumnya diambil dari 
ikan yang sudah busuk, lalu dikeringkan, dan diolah menjadi tepung. Pakan 
berbahan baku seperti itu tak diminati udang vaname.

Sebaliknya, pakan yang diimpor dari Peru, misalnya, bahan bakunya berasal dari 
ikan teri dan ikan kembung yang berkualitas tinggi. Produksi kedua jenis ikan 
itu di negara tersebut mencapai 17,5 juta ton per tahun. Sebagian besar di 
antaranya diolah menjadi tepung ikan, lalu diekspor ke negara produsen udang, 
termasuk Indonesia. Peru adalah negara produsen tepung ikan terbesar di dunia, 
yakni 57 persen dari total kebutuhan tepung ikan dunia sebanyak 6,2 juta ton. 
Disusul Cile sebanyak 25 persen, lalu sisanya 18 persen diproduksi Denmark, 
Norwegia, dan Eslandia.

Kebutuhan pakan udang di Indonesia rata-rata 300.000 ton per tahun, meliputi 
tambak intensif 250.000 ton dan tambak yang semi-intensif 75.000 ton. Ketua 
Komisi Udang Indonesia Johan Suryadarma mengharpkan pemerintah mendorong swasta 
melakukan penangkapan ikan yang khusus diolah menjadi tepung yang berkualitas 
tinggi. Dengan demikian, ketergantungan Indonesia pada tepung ikan impor dapat 
perlahan-lahan dikurangi.

”Jika sebagian besar tepung ikan masih diimpor, maka harga produk perikanan 
budidaya dari Indonesia takkan mampu bersaing di pasar internasional. Makanya, 
sejak sekarang harus didorong swasta yang fokus pada investasi industri tepung 
ikan,” kata Johan.

Laporan Wartawan Kompas Jannes Eudes Wawa
Jumat, 18 Agustus 2006 - 21:08 wib
Copyright 2006 Kompas Group





REKOMENDASI MILIS:
http://groups.yahoo.com/group/hatihatilah
http://groups.yahoo.com/group/relasimania
http://groups.yahoo.com/group/ebookmaniak
http://groups.yahoo.com/group/agromania
http://groups.yahoo.com/group/katasibijak
http://groups.yahoo.com/group/mobilemaniak
http://groups.yahoo.com/group/indogitar
http://groups.yahoo.com/group/sukasukamu
http://groups.yahoo.com/group/satuXsatu

TIPS PENCARIAN DI GOOGLE:  daftar alamat pembeli agrobisnis / agribisnis, 
daftar alamat penjual dan pembeli Indonesia dan mancanegara, diskusi dan teori 
agribisnis, cara melakukan ekspor, buah-buahan, sayur-sayuran, ternak, kebun, 
taman, tanaman, tanaman obat (herbal), mesin pengolahan, mesin pertanian, 
makanan, minuman, ikan hias, hutan, pupuk, ikan, ikan laut, benih, biji, 
kacang-kacangan, daging, rempah-rempah, budidaya, hidroponik, hortikultura, 
sapi, ayam, burung, kambing, sawit, minyak sawit, bonsai, walet, anggrek, 
minyak atsiri, udang, kayu, lada, vanili, kopi, coklat, kacang, nilam, markisa, 
durian, lebah madu, pisang, bekicot, salak, ubi kayu, jagung, karet, eksportir 
/ importir, penjual / pembeli, waralabais (pengusaha waralaba), produsen, 
wiraswasta, petani, informasi jasa, iklan produk agribisnis, informasi lowongan 
bidang agrobisnis, forum diskusi, konsultasi, daftar alamat, informasi harga, 
pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan, agroindustri, agro 
indonesia. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/agromania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke