Rekan2 Agromania,

Ada yang punya informasi mengenai penjualan kebun
kelapa sawit (INTI) beserta pabrik pengolahan??

Tolong info kesaya JAPRI, dan sekalian dg peraturan
untuk melihat dokumen yg legal.

salam,
JE

--- Hangtuah Digital Library <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Investasi Agribisnis Sampoerna Harus Diarahkan ke
> Luar Jawa
> 
> Investasi keluarga Sampoerna di sektor agribisnis
> dan infrastruktur, sebaiknya diarahkan ke luar Jawa,
> terutama Kawasan Timur Indonesia (KTI) seperti
> Provinsi Papua atau Gorontalo yang memiliki lahan
> pertanian sangat potensial dan luas.
> 
> "Di sana tersedia lahan yang sangat baik untuk
> perkebunan kelapa sawit, tebu sebagai bahan baku
> gula atau pola pertanian padi di areal jutaan hektar
> di sepanjang Sungai Mamberano Papua yang terkenal
> sangat subur tapi belum terjamah teknologi dan
> modal," kata anggota Komisi VI DPR, Azwir Dainy
> Tara, Minggu (10/4). Komisi VI membidangi antara
> lain masalah industri dan perdagangan.
> 
> Menurut Azwir, kehadiran keluarga Sampoerna dengan
> niat serius berinvestasi di sektor agribisnis dan
> infrastruktur dengan dana sekitar Rp42 triliun, akan
> memberikan kontribusi penting bagi kebangkitan
> ekonomi Indonesia pascakrisis. "Kemudahan dan
> fasilitas yang akan diberikan pemerintah atas
> kegiatan investasi Sampoerna akan membuahkan dampak
> ganda yakni kebangkitan ekonomi dan kegiatan
> berinvestasi dengan segala dampak positifnya,"
> katanya.
> 
> Diharapkan, terealisasinya keinginan Sampoerna
> berinvestasi di sektor agribisnis dan infrastruktur
> akan mendorong kembalinya pemilik modal yang sudah
> sempat hengkang ke luar negeri berinvestasi di
> Indonesia. "Sementara calon investor yang masih
> ragu, akan semakin yakin bahwa berinvestasi di
> Indonesia adalah menarik dan perlu," ungkapnya.
> Namun semua itu, lanjut Azwir, harus diikuti langkah
> konkret dari pemerintah agar menciptakan iklim usaha
> yang kondusif, seperti membentuk kemudahan perizinan
> dan insentif pajak sehingga Indonesia kembali
> dinilai sebagai surga bagi para investor.
> 
> Azwir menyatakan, DPR harus mendukung niat baik
> keluarga Sampoerna tersebut dengan mendorong Menteri
> Perdagangan menciptakan sistem proteksi tata niaga
> gula Indonesia.  "Misalnya dengan tidak lagi
> mengizinkan impor gula putih, yang boleh diimpor
> hanya raw sugar (gula mentah) untuk diolah di dalam
> negeri sepanjang perkebunan tebu di Indonesia belum
> mampu memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik gula
> dalam negeri," paparnya.
> 
> Selain itu, mendorong Departemen Perindustrian
> merelokasi pabrik-pabrik gula di Jawa yang sudah tua
> dan tak lagi ekonomis ke luar Jawa, mendorong Deptan
> menghasilkan bibit unggul tanaman tebu, agar
> rendemennya bisa ditingkatkan menjadi 8-10 persen
> sehingga kegiatan di sektor ini menguntungkan bagi
> produsen maupun konsumen.  "Yang tak kalah
> pentingnya juga menata kembali sistem kepabeanan,
> hingga ke depan tidak lagi terjadi penyelundupan
> produk pertanian ke Indonesia," kata Azwir.
> 
> Saat ini sistem tata niaga gula sangat tidak
> berpihak kepada konsumen. Selalu yang menjadi acuan
> kepentingan petani tebu yang jumlahnya sekitar 1
> juta kepala keluarga. Akibatnya 200 juta lebih
> rakyat Indonesia harus rela membeli gula pasir
> dengan harga cukup tinggi, antara Rp4.000-Rp5.000
> per kg. "Dengan penataan sektor agribisnis dan
> sistem tata niaganya, saya yakin ke depan konsumen
> tak akan dibebani harga gula yang terlalu tinggi
> lagi seperti sekarang ini," jelasnya.
> 
> Sampoerna, sebagaimana diungkapkan Menteri
> Pertanian, Anton Apriantono, berencana investasi di
> sektor pergulaan dan kelapa sawit dengan membangun
> empat pabrik gula dan perkebunan kelapa sawit  di
> Papua. Setiap pabrik memiliki kapasitas produksi 10
> ton cane per day (TCD) dengan luas lahan mencapai
> 120.000 hektar. Target produksi  500 ribu sampai 1
> juta  gula, sehingga tahun 2008 Indonesia diharapkan
> mampu berswasembada gula. (Ant/Ima)
> 
> Minggu, 10 April 2005, 12:24 WIB
> Copyright @ PT. Kompas Cyber Media
> 
> 
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 





REKOMENDASI MILIS:
http://groups.yahoo.com/group/hatihatilah
http://groups.yahoo.com/group/relasimania
http://groups.yahoo.com/group/ebookmaniak
http://groups.yahoo.com/group/agromania
http://groups.yahoo.com/group/katasibijak
http://groups.yahoo.com/group/mobilemaniak
http://groups.yahoo.com/group/indogitar
http://groups.yahoo.com/group/sukasukamu
http://groups.yahoo.com/group/satuXsatu

TIPS PENCARIAN DI GOOGLE:  daftar alamat pembeli agrobisnis / agribisnis, 
daftar alamat penjual dan pembeli Indonesia dan mancanegara, diskusi dan teori 
agribisnis, cara melakukan ekspor, buah-buahan, sayur-sayuran, ternak, kebun, 
taman, tanaman, tanaman obat (herbal), mesin pengolahan, mesin pertanian, 
makanan, minuman, ikan hias, hutan, pupuk, ikan, ikan laut, benih, biji, 
kacang-kacangan, daging, rempah-rempah, budidaya, hidroponik, hortikultura, 
sapi, ayam, burung, kambing, sawit, minyak sawit, bonsai, walet, anggrek, 
minyak atsiri, udang, kayu, lada, vanili, kopi, coklat, kacang, nilam, markisa, 
durian, lebah madu, pisang, bekicot, salak, ubi kayu, jagung, karet, eksportir 
/ importir, penjual / pembeli, waralabais (pengusaha waralaba), produsen, 
wiraswasta, petani, informasi jasa, iklan produk agribisnis, informasi lowongan 
bidang agrobisnis, forum diskusi, konsultasi, daftar alamat, informasi harga, 
pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan, agroindustri, agro 
indonesia. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/agromania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke