AgroMandiri: N I R A
1. PENDAHULUAN
Nira adalah cairan yang disadap dari bunga jantan pohon aren. Cairan
ini
mengandung gula antara 10-15%.
Nira dapat diolah menjadi minuman ringan, maupun beralkohol, sirup
aren, gula
aren dan nata de arenga.
Penyadapan aren tidak sulit dilakukan. Kegiatan ini dapat dijadikan
sumber
nafkah utama ataupun sebagai nafkah tambahan di pedesaan.
Bunga Jantan
Pohon aren mempunyai bunga jantan dan bunga betina. Kedua bunga dapat
disadap niranya. Yang selalu disadap adalah bunga jantan karena
jumlah dan
mutu hasil lebih memuaskan dibanding bunga betina. Bunga jantan lebih
pendek dari bunga betina. Panjangnya sekitar 50 cm. Sedangkan bunga
betina mencapai 175 cm. Bunga jantan dapat disadap pada saat sudah
mengeluarkan benang sari.
2. BAHAN
1) Kapur. Bahan ini digunakan untuk mencegah pH nira menjadi turun
selama
proses penyadapan.
2) Pengawet. Bahan ini digunakan untuk memperlambat kerusakan nira
selama penyadapan. Bahan yang dapat digunakan, diantaranya ialah
akar
tanaman wambu, dan kulit batang manggis.
3. PERALATAN
1) Parang. Alat ini digunakan untuk pembersihan tandan bunga jantan.
2) Pisau. Alat ini digunakan untuk mengiris tandan bunga jantan yang
disadap.
3) Bumbung. Alat ini digunakan untuk menampung nira yang menetes dari
sayatan bunga jantan. Bumbung ini terbuat dari bambu dengan isi
7-10 liter.
4. CARA PEMBUATAN
A. Cara Penyadapan
1) Persiapan
a. Pembersihan tongkol. Ijuk yang ada disekitar tongkol bunga
disingkirkan
agar tidak mengganggu proses penyadapan. Pelepah daun sebanyak 1
sampai 2 buah di atas dan di bawah pelepah juga dibuang.
b. Pemukulan tongkol. Setelah pembersihan, tongkol bunga jantan
diayun-
ayun dan dipukul-pukul secara ringan tanpa menyebabkan tongkol
luka
dan memar. Pemukulan dilakukan sekali 2 hari pada pagi dan sore
hari
selama 3 minggu. Pemukulan dilakukan 250 kali setiap kali
dilakukan
pemukulan.
c. Penentuan kesiapan tongkol disadap. Setelah itu, tongkol dimana
untaian
bunga melekat ditoreh, jika torehan mengeluarkan cairan nira,
berarti
tongkol sudah siap untuk disadap. Jika tidak mengeluarkan nira,
proses
pengayunan dan pemukulan harus dilanjutkan.
d. Persiapan penyadapan
Bumbung yang akan digunakan untuk penyadapan dicuci sampai
bersih.
Bagian dalam bumbung disikat dengan penyikat bertangkai panjang.
Setelah itu bumbung dibilas dengan air mendidih, dan diasapi
dalam
keadaan terbalik dengan asap tungku.
Untuk memudahkan penyadapan, pada pohon dipasang tangga dari
bambu yang digunakan untuk memanjat pohon.
2) Penyadapan
a. Jika tongkol sudah siap untuk disadap, tongkol dipotong pada
bagian yang
ditoreh untuk penentuan kesiapan tongkol disadap.
b. Di bawah luka pada bagian tongkol yang dipotong, diletakkan
bumbung.
Ke dalam bumbung dimasukkan kapur sirih satu sendok makan, dan 1
potong kulit manggis (berukuran 3x3 cm), atau potongan akar
wambu
(sebesar jari kelingking). Bumbung ini diikatkan secara kuat
pada pohon.
c. Penyadapan berlangsung selama 12 jam. Bumbung yang telah terisi
nira
diturunkan. Setiap kali penyadapan diperoleh 3-6 liter nira.
d. Setelah itu tongkol harus diiris tipis kembali untuk membuang
jaringan
yang mengeras dan tersumbat pembuluh kapilernya. Di bawah irisan
baru
tersebut diletakkan lagi bumbung yang bersih. Demikian terus
menerus
selama 3-4 bulan.
B. Pengolahan Menjadi Minuman Ringan
1) Penyaringan. Nira yang baru disadap dituangkan ke wadah
penampungan
yang terbuat dari logam tahan karat secara pelan-pelan melalui
kain saring
berlapis 3 secara pelan-pelan.
2) Penambahan bahan tambahan makanan. Nira ditambah dengan asam
benzoat dan asam sitrat, masing-masing sebnyak 1 gram per liter
nira.
3) Pasteurisasi. Nira tersebut dipanaskan sambil diaduk
pada suhu 850C
selama 5 menit.
4) Penyiapan botol. Botol kaca disikat bagian dalamnya
dengan detergen.
Seluruh permukaan botol dicuci sampai bersih dengan menggunakan
detergen. Botol dibilas sampai bersih. Kemudian bagian dalam
botol dibilas
dengan air panas. Setelah itu botol direbus di dalam air
mendidih selama 30
menit.
5) Pembotolan dan pasteurisasi. Botol diangkat dari air panas dan
dibalikkan
agar airnya keluar dari botol. Ketika botol masih panas, nira
yang masih
panas dimasukkan ke dalam botol dengan bantuan corong sampai
permukaan nira 2 cm dari bibir botol paling atas, kemudian botol
segera
ditutup dengan penutup botol. Setelah itu botol yang berisi nira
direbus di
dalam air mendidih selama 30 menit.
6) Penyimpanan. Nira aren di dalam botol ini dapat disimpan sampai
4 bulan
pada suhu kamar.
Sumber : Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat,
Hasbullah,
Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera
Barat