Dear pak,

Saya jual biji adenium pak? Butuh berapa banyak?
Lokasi Depan POM Bensin Kranggan-Cibubur
Jl. Raya Kranggan Cibubur

Salam
SekarAyu Nursery
Ikhsan
08129410714



On Sat, 24 Mar 2007 11:38:38 +0700 (ICT)
  Agus Al Bahri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>saya minta tolong dimana tempat penjualan biji adenium di 
>Depok. trimk'sklipingmedia <[EMAIL PROTECTED]> 
>wrote:           
>Kliping Pilihan: Perikanan Indonesia Kewalahan Penuhi 
>Permintaan Dunia
>
>Permintaan dunia terhadap komoditas perikanan Indonesia 
>sangat tinggi
>dan membuat Indonesia kewalahan untuk memenuhi
>
>permintaan tersebut, akibatkurangnya bahan baku di 
>Indonesia sendiri.
>
>Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil 
>Perikanan-Departemen Perikanan dan
>Kelautan (DKP), Martani Huseini, di Boston,
>
>Amerika Serikat, mengatakan saat ini permintaan yang 
>sedang tinggi
>adalah ikan berdaging putih, yaitu yang berasal
>
>dari air tawar.
>
>Menurut dia, ikan nila (Tilapia) dari Indonesia saat ini 
>dinilai yang
>terbaik di dunia, terutama yang berasal dari
>
>Danau Toba, Sumatera Utara.
>
>Ikan asal Danau Toba dinilai sangat berkualitas karena 
>dihasilkan dari
>danau yang kedalaman airnya bisa mencapai 50
>
>meter serta suhu di atas dan di kedalaman air hampir 
>sama, sehingga
>membuat kualitas ikan menjadi bagus dan sehat.
>
>"Itu yang membedakan, bahwa Ikan Nila dari Indonesia 
>tidak berbau
>lumpur," katanya ketika ditemui ANTARA di
>
>sela-sela pameran terbesar perikanan Amerika Serikat di 
>Boston
>Convention and Exhibition Center, Boston,
>
>Massachussets.
>
>Ia mengakui bahwa "demand" terhadap ikan nila Indonesia, 
>terutama oleh
>pasar AS, sangat tinggi, namun dalam
>
>pemenuhannya Indonesia masih jauh tertinggal oleh sesama 
>negara Asia
>lainnya, yaitu Vietnam, China dan Thailand.
>
>"Itu dikarenakan kita termasuk baru dalam mendorong budi 
>daya tambak.
>Sekarang ini kami punya proyek untuk Jambi,
>
>Sumatera Selatan dan Riau untuk ikan Catfish, bukan lele. 
>Itu ikan yang
>bersungut dan dagingnya putih, sedang
>
>didorong untuk diekspor ke sini. Itu bagus harganya," 
>kata Martani.
>
>Hal senada soal perikanan Indonesia dinyatakan oleh Atase 
>Pertanian KBRI
>Washington, Metrawinda Tunus, yang
>
>mengatakan bahwa pasar Amerika sangat terbuka lebar.
>
>Metrawinda mencatat bahwa 80 prosen dari konsumsi makanan 
>laut
>masyarakat Amerika berasal dari impor.
>
>"Pasar bukan lagi jadi masalah. Justru yang menjadi 
>masalah bagi
>Indonesia adalah kurangnya bahan baku. Kita sangat
>
>perlu mendorong budidaya, karena kalau mengandalkan hasil 
>tangkapan, itu
>sangat tergantung dengan kondisi alam,"
>
>katanya kepada ANTARA, Rabu.
>
>Kurangnya bahan baku di Indonesia juga dialami tiga 
>perusahaan perikanan
>Indonesia yang ikut berpameran di
>
>"International Boston Seafood Show & Seafood Processing 
>America" di
>Boston Convention and Exhibition Center pada
>
>11-14 Maret 2007.
>
>Ketiga perusahaan yang berpameran di "paviliun" Indonesia 
>dan
>dikoordinir oleh Departemen Perikanan dan Kelautan itu
>
>adalah PT Kemilau Bintang Timur, PT Dharma Samudera 
>Fishing Industries,
>Tbk serta Windika Utama Group, yang
>
>masing-masing sudah merupakan "pemain lama" di pasar 
>Amerika.
>
>Presiden PT Kemilau Bintang Timur, Lalam Sarlam, menyebut 
>ikan kakap
>merah (Red Snapper) sebagai komoditas Indonesia
>
>yang paling banyak dicari, namun mengakui bahwa 
>permintaan tinggi
>tersebut tidak selalu dapat dipenuhi.
>
>"Red Snapper, ini `ikon` Indonesia. Produk ini dari 
>Indonesia sangat
>populer, sumber daya yang jadi andalan
>
>Indonesia. Pesaing-pesaing Indonesia, mereka tidak punya. 
>Benar-benar
>anugerah dari alam," katanya.
>
>Pembeli baru
>
>Direktur Perdagangan PT Dharma Samudera Fishing 
>Industries, Tbk, Herman
>Sutjiamidjaja mengaku selama mengikuti
>
>pameran, pihaknya banyak mendapatkan pembeli baru.
>
>"Buyer` baru sebenarnya banyak sekali. Hanya di 
>Indonesia, kita
>kekurangan bahan bakunya. Kadang-kadang juga,
>
>pembeli Amerika semuanya ingin membeli `item` yang sama 
>yang sedang
>`in`. Kita keteteran. Di Indonesia mungkin belum
>
>musim," katanya.
>
>"Sekarang ini, tenggiri, kalau ada 10 kontainer, bisa 
>laku saya jual
>hari ini. Tapi sekarang tenggirinya belum ada,"
>
>tambahnya.
>
>Banyaknya pembeli baru yang datang, juga diakui Direktur 
>Pemasaran
>Windika Utama Group, Aries Triwibowo.
>
>"Volumenya banyak, termasuk tuna maupun rajungan yang 
>sudah
>dipasteurisasi," ujarnya.
>
>Yang menjadi masalah bagi perusahaannya adalah 
>kadang-kadang `buyer` di
>Amerika hanya ingin membeli satu macam
>
>produk perikanan.
>
>"Sementara kami tidak bisa demikian, karena kami menjual 
>seluruh isi
>kontainer," ujarnya.
>
>Metrawinda Tunus mengatakan, masalah bahan baku pulalah 
>yang membuat
>banyak perusahaan-perusahaan perikanan
>
>Indonesia absen dalam berbagai pameran.
>
>"Ada yang mengatakan, kenapa harus ikut pameran, `order` 
>yang ada saja
>kadang-kadang terlambat pengirimannya sampai
>
>beberapa bulan karena kurangnya bahan baku," kata 
>Metrawinda.
>
>Menurut catatan, total ekspor perikanan Indonesia ke 
>Amerika Serikat
>pada 2006 bernilai 785,97 juta dolar AS, yang
>
>merupakan peningkatan sebesar 7,39 prosen dibandingkan 
>tahun sebelumnya.
>
>Produk ekspor perikanan Indonesia ke AS tahun 2006 
>meliputi antara lain
>udang, `fillet` ikan beku, ikan nila, tuna,
>
>cumi-cumi, ikan bertulang, ikan kering, dan ikan asin. 
>(*)
>
>Sumber: ANTARA
>
>15/03/07 08:45
>
>
>
>          
>
>
>
>               
>---------------------------------
>Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan 
>terbaik terhadap spam. 
>  http://id.mail.yahoo.com/
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>

Kirim email ke