Rekan-rekan, Terima kasih untuk diskusinya. Saya tidak menyangka topik ini mendapat tanggapan cukup hangat. Tapi kalau boleh saya mengambil kesimpulan sejauh ini, memang belum ada transaksi khususnya perkebunan kelapa sawit yang gol via media milis seperti ini. Yang saya maksudkan adalah transaksi kebun mustahil terjadi tanpa melalui referensi/orang yang mengenalkan.
Jadi dari pengamatan saya, transaksi yang JADI (apalagi yg terakhir2 ini), kebanyakan karena hubungan direct penjual - pembeli. Kalau pun ada mediator, kebetulan sudah ada network dg kedua belah pihak. Mohon maaf, terkadang saya suka ketawa2 dalam hati, pas melihat ada rekan yang posting ada kebun sekian luas (ribuan ha), sudah ada PKS, dll. Kalau ya benar, punya barang spt itu, logikanya tidak bakalan di-posting di milis ini. Kenapa? Karena nilainya puluhan/ratusan miliar. Pemilik/Mediator tidak mungkin kesulitan mencari Pembeli (ie grup2 besar), sehingga harus diposting di milis segala. Pemilik kebun itu ada asosiasinya dan juga punya network sesama pemilik kebun atau karyawannya. Jadi kemungkinannya cuman 2 : Mediator dpt data dari orang mengaku2 'Pemilik' atau punya hubungan langsung dg 'Pemilik' atau kebun tidak layak dibeli. Lain halnya kalau kebun size kecil (di bawah 1000 ha) atau lahan kosong, masih ada kemungkinan. Sekedar sharing saja, faktanya di industri ini sekarang baik penjual maupun pembeli (bahkan mediator) sekarang itu sepertinya paranoid. Yang rusak pasar (mohon maaf) ya para mediator ini yang mengaku2 'penjual/pembeli' langsung, ataupun mediator yang bikin peraturan rumit/ribet sehingga transaksi pun batal. Saya sih tidak setuju kalau dibilang hukum tidak jelas. Hukum itu selalu jelas, tapi tergantung bagaimana orang mengintrepretasikannya. Saya setuju dengan pendapat salah satu rekan milis, REJEKI itu akhirnya sudah diatur dari Yang Maha Kuasa. Mediator ada yg sudah ngatur ini-itu, buat perjanjian tertulis, tapi setelah Pemilik terima uang, tidak/hanya sebagian diberikan, terus mau apa? Bisa kejadian begini, mediator sudah memberikan info dan memperkenalkan Pembeli dan Penjual. Terus Pembeli dan Penjual main mata di belakang Mediator (atau pakai Mediator lain), terus mediator tahu darimana dan bisa apa? Itu adalah resiko pekerjaan mediator. Saran saya : kalau mau kerja sebagai mediator banyak-banyak berdoa, supaya Yang Maha Kuasa memberikan REJEKI yang cukup dan tepat pada waktunya. Tapi mediator tetap harus mengerjakan PR-nya (al : perjanjian tertulis dg Pemilik, data2 yang diminta, due diligence). Tapi kalau tidak mengerti data/apa yg harus diteliti, ya kasih jalan ke Pembeli, jangan ditahan2. Atau minta bantuan ke pihak yang bisa dipercaya. P Hadi, meskipun kita sama2 di pihak Pembeli, tapi lahan masih luas Pak :) Selain itu, banyak kriteria yang mungkin membedakan saya dan Bapak, ie : tanam/blm tanam, lokasi, status perijinan, dll. Sebagai contoh, seperti Group saya, saat ini masih fokus di Kalbar. Jadi untuk melompat ke daerah lain mungkin perlu landbank min 20,000 ha. Lain halnya dg Bapak misalnya, kalau sudah establish di Kalteng, untuk akuisisi lahan 5000 ha pun sudah mau. P Arie, terima kasih untuk tawarannya. Saya selalu welcome untuk opportunity take over kebun/lahan. Tapi tentunya seperti yang saya sampaikan di atas, ada kriteria lokasi, luasan yang Group saya mau ambil. Saya juga akan titipkan data saya ke moderator, jika ada Pemilik/Mediator yang mau tahu informasi mengenai Group saya. Tapi mohon maaf Moderator, dari Group kami tidak bisa memberikan komisi. Karena lazimnya komisi dari pihak Penjual :) Mohon dimaklumi. Demikian dari saya. Terima kasih Herman ======> KOMUNITAS ONLINE <====== AGROMANIA (online & terpercaya sejak 1 Agustus 2000) SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 EMAIL: [EMAIL PROTECTED] MILIS: http://groups.yahoo.com/group/agromania AKTIVITAS: http://ph.groups.yahoo.com/group/agromania/photos REFERENSI: http://groups.yahoo.com/group/agromania/files/ ALAMAT: Jl.Jambu No.53, Pejaten Barat 2, Jaksel 12510 TELP/FAX: ( 0 2 1 ) 7 1 9 9 6 6 0 BERGABUNG: http://groups.yahoo.com/subscribe/agromania ======> I N D O N E S I A <======

