Secara ekonomis pertanian tidak memerlukan recovery sebagaimana industri. Pertanian masyarakat terkadang lebih maju dari lembaga-lembaga penelitian resmi. Misalkan saja singkong, publkasi produksi singkong lembaga pertanian Indonesia masih pada kisaran 30-40 ton per ha. Padahal di masyarakat sudah banyak yang dapat memproduksi hingga 100 - 200 ton per ha. Itupun menggunakan pupuk organik, bahkan tanpa EM4! Sudah selayaknya petani menjadi kaya, karena produk pertanian saat ini bukan lagi menjadi barang konsumsi semata tetapi juga menjadi raw material industri. Tinggal bagaimana mencerdaskan petani agar ia paham tanamannya akan menjadi apa. Apalagi Indonesia adalah satu-satunya negara yang bisa ditanami di 4 musim dunia [CMIIW]. Istilahnya "kaga ada matinye" :D
============================== Agromania Business Club (ABC) http://www.agromania.co.cc ============================== --- In [email protected], "FX. Wahyu Andhika Putra A.P." <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > saya sepakat sekali dengan pendapat bapak, jika kita mampu mengoptimalkan > potensi terbesar negara kita pasti Indonesia akan makmur raya berkeadilan, hanya bidang agrolah yang mampu mendongkrak ekonomi bangsa ini. jika kita mampu bergotong royong dan saling bekerjasama maka tidak mungkin negara indonesia tidak maju. petani adalah pejuang bangsa dan hampir 70% penduduk indonesia bermata pencaharian sebagai petani untuk itu petani harus kaya karena memproduksi bahan pangan untuk negara ini. terimakasih. > > salam kenal > Andhika

