Boss Rksanagara yth,
Bermacam pola perjanjian, monitoring dan bimbingan serta Hukuman pernah saya 
coba lakukan. Data dari mereka yang saya anggap gagal, hampir semuanya 
mengandung kesamaan faktor. Dimna faktor tersebut adalah persis seperti yang 
anda sampaikan  yaitu "mitra ternak di beri kesempatan lain untuk mendapatkan 
pengahasilan lain yang hitungan nya mingguan? bukan bulanan atau tahunan?",  
yang intinya adalah BASIC NEED. Selama BN belum bisa mereka atasi, maka 85% 
akan mengalami kegagalan.
Andaikan saya bisa dan mampu memenuhi BN untuk hanya  beberapa dari mereka, 
maka probabilitas keberhasilan mereka juga akan makin tinggi. Sayangnya saya 
belum mampu euy.
Saya janji akan ikhlas dan ridho 100% jika mereka bisa berhasil bisa makmur 
bahkan jadi kaya, karena saya juga akan kabawa oge - maenya teu ridho milu 
beunghar  Boss?????
Boss nonton BBC pada acara yang di tayangkan mulai siang ini. Charity dari 
orang2 Inggris bagi rakyat miskin di Afrika, diberikan tidak lagi dalam bentuk 
uang, tetapi dalam bentuk Embe, mengharukan dan mengagumkan  juga beritanya.
Terimakasih dan salam hormat
TONY_SAPI
http://sapiology.com
http://tonysapi.multiply.com


**************************************************
FASILITAS BARU ANGGOTA ABC!!
(1) ANGGOTA Agromania Business Club (ABC) kini dapat melakukan posting dan 
mempublish postingannya sendiri kapan saja di milis Agromania tanpa dibaca atau 
diedit dulu oleh moderator (not moderated). Aturan main bisa Anda lihat di: 
http://www.agromania.co.cc (TAB SMS)
(2) DATA anggota Agromania Business Club (ABC) akan otomatis dimasukkan dalam 
direktori terbaru terbitan Agromania.
(3) DATA anggota Agromania Business Club (ABC) akan otomatis dionlinekan di 
Pusat Data kami (http://www.agrodata.co.cc) agar bisa diketahui oleh semua 
relasi kami baik di dalam maupun di luar negeri
INFORMASI: http://www.agromania.co.cc
BERGABUNG: http://www.formulirabc.co.cc
DIREKTORI: http://www.direktoriabc.co.cc
**************************************************




________________________________
From: riksanagara <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, 15 December 2008 11:48:01
Subject: Re: Bls: Bls: [agromania] ternak bagi hasil


Juragan Tony-sapi & rekan2 Agromania,

Juragan,.... ,Lesson learned nya sangat valuable sekali janten kumaha
atuh supados program peternakan bersinergi dengan rahayat alit tiasa
jalan? supados sami sami diuntungkeun?

- Systemnya dibuat robust dan proven?
- Dibuat standard procedures yang crystal clear yang dimengerti bahasa
peternak kecil? kalau saya mah pake bahasa sunda
- dibuat surat perjanjian kerjasama yang jelas antara hak dan
kewajiban,.. .. Dibuat system monitoring yang continue? sehingga kalau
deliverablesnya diluar expectations, ...bisa "hijau =minor risk",
"Kuning = major risk", "amber/orange = hazardous risks" atawa yang
paling parah "RED = catastrophe" (= domba nya maot),..bisadidetek si
lebih dini?
- diberikan pelatihan2?
- mitra ternak di beri kesempatan lain untuk mendapatka pengahasilan
lain yang hitungan nya mingguan? bukan bulanan atau tahunan?

Pengalam saya meng run prototype ber-synergy dengan peternak domba
setahun terachir ,..dengan populasi domba masih dibawah 100 ekor total
adalah:
- hanya dibawah 20 % yang termasuk golongan "tidak amanah"
- 25 % masih bisa di improve dengan pendakatan lebih dan mau mendangar
kesulitan2 meraka,...
- 55 % bekerja dengan sungguh2 ,..menjaga amanah, mau berubah ,..mau
belajar....pengliha tan saya kunci permaianan nya,... adalah mereka
harus dikasih jalan (= siberi fasilitas), untuk mendapatkan
penghasilan tambahan mingguan dari `system`,.,. ..

Tapi sejujurnya kalau jumlah mitra nya sudah banyak dan orfe dpmbanya
sudah "ribuan" distribusinya masih seperti diatas ,..saya belum tahu
,..harus dicoba dahulu dengan mengimprove "system" nya terus menerus,...

Silahkan teman teman yang lain menambahkan

hatur nuhun - Matur nuwun

Riksanagara
pensiuanan anu kantos maro/ngangon domba keur budak
anu nuju ngarintis jadi interface maro domba da peryogi "ee" domba-na

------------ --------- --------- --------- --------- -----
AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
INFORMASI: http://www.agromani a.co.cc
FORMULIR: http://www.formulir abc.co.cc
DIREKTORI: http://www.direktor iabc.co.cc
MAILING LIST: http://www.milisabc .co.cc
PUSAT DATA: http://www.agrodata .co.cc
------------ --------- --------- --------- --------- -----

--- In agroma...@yahoogrou ps.com, tony sapi <tony_s...@. ..> wrote:
>
> Halo Boss, mohon maaf baru sempet bales.
> Kalau  pengalaman tersebut ditulis panjang banget Boss, akan
membosankan dan sedikit banyak akan menyinggung perasaan banyak
orang, wajar sih sebetulnya  jika kita menulis apa adanya maka akan
ada yang berkenan dan tidak berkenan, namun sepanjang saya menulis
pengalaman berdasarkan sudut pandang saya, maka dipersilahkan untuk
marah atau justru mentertawakan kebodohan saya. Karena yang akan saya
sampaikan hanyalah fakta yang saya temui dan mungkin hal-hal yang
bersifat negatif belaka. Kalau yang bagusnya kita semua sudah
mengetahui dan tidak perlu di bahas karena bukan merupakan permasalahan.
>
> Untuk mengetahui kenapa sebetulnya sistim maron yang kita anggap
baik justru sering berahir dengan sangat tidak baik, maka saya
memberanikan diri menempatkan diri sebagai peternak desa yang mengajak
peternak Kota-an untuk melakukan kerjasama dengan sistim maron. Agar
lebih riel atau real, maka saya mengajak masyarakat desa setempat
 untuk kerja bersama saya dan berada di pihak saya sebagai peternak
desa, agar saya bisa dengan jelas mengamati pola pikir dan pola sikap
mereka yang sebenar-benarnya.
> Hasil pengamatan saya membuat diri saya terperangah heran melihat
pola pikir masyarakat desa tersebut, yang secara singkat saya
sampaikan sebagai berikut :
> 1. Mereka umumnya sangat menginginkan untuk mendapat keuntungan
atau imbalan saat ini juga atau secepat mungkin. Kerja sekarang ya
harus mendapat imbalan sekarang juga. Ini sangat bertentangan dengan
prinsip utamanya peternak, yang selalu bekerja sekarang mendapat
imbalannya beberapa bulan bahkan beberapa tahun kemudian. Perbedaan
mendasar ini yang bisa berakibat bermacam- macam hal yang sangat negatif.
> 2. Semakin  (maaf) miskin si peternak desa semakin besar
kemungkinan mereka berbuat  curang dengan segala macam tipu daya
nasional nya. Akibat ahirnya kehidupan mereka makin terpuruk. Semakin
berada atau mampu si peternak desa, maka semakin kecil sekali
kemungkinan mereka untuk  melakukan kecurangan. Akibat ahirnya mereka
semakin mampu dan semakin makmur hidupnya.
> 3. Peternak desa selalu menganggap peternak kota lebih bodoh dalam
masalah peternakan, sehingga hanya di anggap sebagai sasaran empuk
untuk di tipu, di bohongi  serta di manfaatkan sebagai sumber
pemerahan dana atau uang melalui berbagai cara.
> 4. Peternak desa selalu menganggap peternak kota sebagai orang-orang
yang kebanyakan uang. Sehingga program maron dianggap sebagai
programnya Sinterklas, program untuk menolong mereka semata. Tidak ada
tersirat sedikitpun di otak mereka bahwa si peternak kota melakukan
program maron ini karena mereka juga membutuhkan tambahan pendapatan.
Yang mereka pikirkan hanyalah bagaimana caranya memanfaatkan
kepercayaan yang di berikan melalui kerja sama ini,  untuk mengeruk
keuntungan sepihak bagi mereka semaksimum mungkin.
> 5.Peternak desa selalu "merasa" kebal hukum dan merasa akan selalu
menang jika bermasalah dengan peternak kota, walaupun ada perjanjian
resmi dengan saksi RT_RW Lurah_Camat sekalipun. Pola sikapnya " Ini
rumahku, ini kampungku, kamu datang kemari karena kamu butuh bantuanku
dan aku berhak mengusir kamu setiap saat aku mau". Jika kalah dalam
penyelesaian masalah maka mereka akan menggunakan (maaf) kemiskinan
dan kesulitan hidupnya, agar di kasihani dan di maafkan atas segala
kesalahan yang sengaja mereka perbuat. 
> 6. Peternak kota kalau datang meninjau atau mengontrol, tingkah
polahnya sering kami  anggap keterlaluan. Terutama anggauta keluarga
atau teman nya, sering memperlakukan kami sebagai kacung pribadinya.
> 7. Peternak kota sering menganggap rumah dan pekarangan kami sebagai
miliknya sendiri, tanpa menghargai si pemilik yang sebenarnya
> 8. Peternak kota sering tidak mau mengindahkan budaya lokal desa.
> 9.Peternak kota sering minta dilayani sebaik mungkin bak seorang
sultan atau kaisar.
> 10. Peternak kota selalu menganggap kami ini orang terkebelakang
yang lugu guoblok sehingga harus di dikte dengan penuh ancaman-ancaman.
>
> Itu semua adalah "PADA UMUMNYA", jadi tidak semuanya Boss.
> Memang sangat mengerikan jika kita mengetahui pola pandang - pikir
dan sikap mereka yang sebenar-benarnya. Sangat wajar jika program
maron antar perorangan maupun yg dilakukan pemerintah banyak yang
berahir dengan kekacauan besar. Banyak pengusaha yang mengalihkan
program maron ini dengan unit pendidikan di daerah, dan hasilnya
sedikit membaik tetapi belum bisa saya katakan berhasil.
> Jika anda seorang yang terbiasa melakukan bisnis kerjasama, kemudian
membawa masalah tsb di atas kedalam sistim manajemen kerjasama yang
umum dilakukan, maka system maron memang seharusnya tidak dilakukan
dengan sembarang atau rata-rata  masyarakat pedesaan bahkan dengan
sanak keluarga pun jangan.
> Mungkinkah pabrik pembuat kapal terbang besar seperti Boeing atau
Airbus mengajak  pabrik kapal terbang kita IPTN untuk bekerja sama.
Jawabannya tentu iya dan tidak tergantung dari ........macam macam.
Yang intinya "harus ada kesederajatan posisi masing-masing" .
> Demikian juga saat system manajemen kerjasama yg sudah umum dipakai,
kami terapkan pada usaha maron yang kami lakukan, sebagian sangat
besar ancaman - tantangan hambatan dan gangguan  bisa kami atasi
dengan baik.
> Yang membuat saya masih sedih dan kecewa adalah "kami terpaksa tetap
meninggalkan mereka yang (maaf) tergolong miskin" tetap agak di
belakang. Saya tidak tahu bagaimana caranya memajukan mereka, selain
memberikan kesempatan yg sesuai dengan keinginan mereka yang intinya
"kerja sekarang di bayar sekarang".
>
> Demikian Boss, upaya saya dan tulisan ini tidak ditujukan untuk
memojokan siapapun, tetapi hanya untuk mencari dan menyampaikan fakta
serta pemetaannya yang mampu  saya lihat sebatas kebodohan saya. Agar
bisa di manfaatkan untuk kemajuan bersama dan yang paling penting
meningkatkan  keuntungan  saya, nggak munafik lah Boss, tujuan usaha
kan nyari keuntungan.
>
> Sebagai tambahan: Mengacu pada keberhasilan sistim maron yang kami
lakukan, saya pernah mengajak seorang sahabat pribadi, dia adalah
peternak besar dari negara tetangga untuk menyisihkan sebagian sangat
kecil ternaknya untuk di kembang biakan di desa tersebut dengan saya
sebagai Penjaminnya /Guarantor nya. Setelah mereka melakukan
penelitian detail - jawabanya sangat singkat "Mereka peternak tangguh
tetapi Hati mereka tidak di situ" ( They are tough farmer but their
heart aren't there yet). Dengan catatan "mereka" pertama dan "mereka"
kedua,  adalah "mereka" yang berlainan. Hehehehe jangan bingung Boss,
biar saya aja yang bingung.
> Terimakasih dan salam hormat 
> TONY_SAPI
> http://sapiology. com
> http://tonysapi. multiply. com
>
> ____________ _________ _________ __
>
> DIREKTORI AGROBISNIS INDONESIA
> http://www.direktor iabc.co.cc
> MAU GABUNG? ISI FORMULIR DI:
> http://www.formulir abc.co.cc
> ____________ _________ _________ _
>
>
>
>
>
> ____________ _________ _________ __
> From: gunsts <gunawa...@. ..>
> To: agroma...@yahoogrou ps.com
> Sent: Friday, 5 December 2008 9:17:45
> Subject: Re: Bls: Bls: [agromania] ternak bagi hasil
>
>
> Pak Tony,
>
> bisa dishare pengalaman bapak dalam memposisikan diri sebagai petani
> sehingga bisa menyelesaikan masalah yang ada? Justru ini yang paling
> penting buat kita semua. Kita bisa belajar dari pak Tony, dan pada
> akhirnya kita berharap yang no.2 itu tidak terjadi. 2-2 sama-sama
senang.
>
> thanks.
>
> ------------ --------- --------- --------- --------- -----
> AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
> INFORMASI: http://www.agromani a.co.cc
> FORMULIR: http://www.formulir abc.co.cc
> DIREKTORI: http://www.direktor iabc.co.cc
> MAILING LIST: http://www.milisabc .co.cc
> PUSAT DATA: http://www.agrodata .co.cc
> ------------ --------- --------- --------- --------- -----
>
> --- In agroma...@yahoogrou ps.com, tony sapi <tony_sapi@ ..> wrote:
> >
> > Para Boss Peternakan yth,
> > Maro ; paron ; bagi hasil dan apapun namanya, memang sangat amat
> ideal untuk memajukan pergerakan kedua belah pihak - si Pemodal dan si
> Peternak.
> > Dilihat dari sudut telaah Ekonomi - Sosial dan Spiritual - semuanya
> memberikan nilai yang sangat positip.
> > Dalam kenyataannya system Maro tersebut lebih
banyak mendatangkan
> permasalahan, lebih sering merugikan Pemodal, lebih menguntungkan
> Peternak hanya sementara dan sekali saja (one time -one shot).
> > Akibatnya:
> > 1.Pemodal KAPOK, Calon Pemodal TAKUT.
> > 2.Peternak TIDAK PERNAH MAJU BERKEMBANG, dan selalu menjadi tumpahan
> dan sumber KESALAHAN, KECURANGAN DAN KELICIKAN.   
> > 3.Secara umum Masyarakat Peternak Indonesia dinilai seperti pada
> poin 2. 
> > Apakah memang begitu keadaan yang sebenarnya dan yang paling
penting
> adalah Mengetahui jawaban untuk pertanyaan -- MENGAPA ???????
> >
> > Untuk Menjawab Pertanyaan tsb di atas, cara terbaik yang pernah saya
> lakukan adalah "MENEMPATKAN DIRI KITA SEBAGAI PETANI DALAM SYSTEM MARO
> TSB". Hanya dengan cara itulah kita bisa mengetahui dan memetakan
> sumber permasalahan yang sebenarnya.
> >
> > Terimakasih dan salam hormat
> >  
> > TONY_SAPI
> > http://sapiology. com
> > http://tonysapi. multiply. com
> >
>
>
>
>
> Get your preferred Email name!
> Now you can @ymail.com and @rocketmail. com
> http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ sg/
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke