Hello tony,
Salam kenal pak tony saya cahyo dari bandung, baru belajar ternak sapi sekitar 
2 tahun. Boleh konsultasi mengenai sapi ya pak.
Ada keinginan saya untuk mencoba ternak sapi bukan hanya dipenggemukan tapi 
juga di pembibitan. Namun ilmu tentang itu masih sedikit pak. Yang ingin saya 
coba untuk pembibitan yaitu sapi brahma, limosin atau simental. Dari ketiga 
jenis itu belum saya putuskan yang mana karena ketidak tahuan saya tentang 
produktifitas betina dari masing2 jenis, mana yang lebih menguntungkan. Juga 
saya tidak mengetahui dimana saya bisa mendapatkan sapi2 betina dari ketiga 
jenis tersebut. Yang lebih pusing lagi ada informasi kita cukup punya betina 
apa saja bisa menghasilkan sapi2 tersebut asalkan kita IB dengan sperma dari 
jenis yang kita inginkan, apakah itu bukannya akan membuat anakannya blasteran 
pak, apa kualitasnya akan sama dengan jenis yang asli. Segitu dulu aja pak 
pertanyaannya. Terimakasih

******************************
Pelaku dan Indeks Komoditi Direktori Agromania Business Club (ABC): penjual dan 
pembeli minyak kelapa sawit, penjual dan pembeli minyak akar wangi, penjual dan 
pembeli minyak atsiri, penjual dan pembeli minyak batang, penjual dan pembeli 
minyak biji kelapa, penjual dan pembeli minyak buah merah, penjual dan pembeli 
minyak bunga cengkeh.
DIREKTORI: http://www.direktoriabc.co.cc
FORMULIR: http://www.formulirabc.co.cc
INFORMASI: http://www.agromania.co.cc
MAILING LIST: http://www.milisabc.co.cc
INFO SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS ONLY)
******************************


Wednesday, December 17, 2008, 12:10:09 AM, you wrote:

> Boss HH yth,
> Ide yang bagus Boss.
> Akan saya pelajari lebih mendalam lagi, karena saya tidak
> punya pengetahuan bercocok tanam, dan tidak punya lagi lahan yang
> tersisa. Mereka sebetulnya justru punya lahan , hanya kurang
> optimum, sawahnya hanya sawah tadah hujan.
>
> TONY_SAPI
> http://sapiology.com
> http://tonysapi.multiply.com

> **************************************************
> ANGGOTA ABC KINI BEBAS POSTING SENDIRI!!
> Anggota Agromania Business Club (ABC) kini dapat
> melakukan posting dan mempublish postingannya sendiri
> kapan saja di milis Agromania tanpa dibaca atau diedit
> dulu oleh moderator (not moderated). Aturan main bisa
> Anda lihat di: http://www.agromania.co.cc (TAB SMS)
> PENDAFTARAN: http://www.formulirabc.co.cc
> DIREKTORI: http://www.direktoriabc.co.cc
> **************************************************





> ________________________________
> From: H H <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Monday, 15 December 2008 4:41:33
> Subject: Bls: [agromania] ternak bagi hasil


> Dear Pak Tony,
> Ikut nimbrung sedikit Pak.
> Barangkali perlu kombinasikan peternakan dan pertanian misalnya
> tanam Cabe, Bawang, kentang dll yg relatif lebih cepat menghasilkan
> agar dapur petani bisa berasap, Bpk juga untung, kan kotorannya bisa
> jadi pupuk.  Apakah itu bisa dijalankan disana?
> Salam
> Darlan

> ------------ --------- --------- --------- --------- -----
> AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
> INFORMASI: http://www.agromani a.co.cc
> FORMULIR: http://www.formulir abc.co.cc
> DIREKTORI: http://www.direktor iabc.co.cc
> MAILING LIST: http://www.milisabc .co.cc
> ------------ --------- --------- --------- --------- -----

> ____________ _________ _________ __
> Dari: tony sapi <tony_s...@yahoo. com.sg>
> Kepada: agroma...@yahoogrou ps.com
> Terkirim: Minggu, 14 Desember, 2008 23:28:46
> Topik: Re: Bls: Bls: [agromania] ternak bagi hasil

> Halo Boss, mohon maaf baru sempet bales.
> Kalau  pengalaman tersebut ditulis panjang banget Boss, akan
> membosankan dan sedikit banyak akan menyinggung perasaan banyak
> orang, wajar sih sebetulnya  jika kita menulis apa adanya maka akan
> ada yang berkenan dan tidak berkenan, namun sepanjang saya menulis
> pengalaman berdasarkan sudut pandang saya, maka dipersilahkan untuk
> marah atau justru mentertawakan kebodohan saya. Karena yang akan
> saya sampaikan hanyalah fakta yang saya temui dan mungkin hal-hal
> yang bersifat negatif belaka. Kalau yang bagusnya kita semua sudah
> mengetahui dan tidak perlu di bahas karena bukan merupakan permasalahan.

> Untuk mengetahui kenapa sebetulnya sistim maron yang kita anggap
> baik justru sering berahir dengan sangat tidak baik, maka saya
> memberanikan diri menempatkan diri sebagai peternak desa yang
> mengajak peternak Kota-an untuk melakukan kerjasama dengan sistim
> maron. Agar lebih riel atau real, maka saya mengajak masyarakat desa
> setempat  untuk kerja bersama saya dan berada di pihak saya sebagai
> peternak desa, agar saya bisa dengan jelas mengamati pola pikir dan
> pola sikap mereka yang sebenar-benarnya.
> Hasil pengamatan saya membuat diri saya terperangah heran melihat
> pola pikir masyarakat desa tersebut, yang secara singkat saya sampaikan 
> sebagai berikut :
> 1. Mereka umumnya sangat menginginkan untuk mendapat keuntungan
> atau imbalan saat ini juga atau secepat mungkin. Kerja sekarang ya
> harus mendapat imbalan sekarang juga. Ini sangat bertentangan dengan
> prinsip utamanya peternak, yang selalu bekerja sekarang mendapat
> imbalannya beberapa bulan bahkan beberapa tahun kemudian. Perbedaan
> mendasar ini yang bisa berakibat bermacam- macam hal yang sangat negatif.
> 2. Semakin  (maaf) miskin si peternak desa semakin besar
> kemungkinan mereka berbuat  curang dengan segala macam tipu daya
> nasional nya. Akibat ahirnya kehidupan mereka makin terpuruk.
> Semakin berada atau mampu si peternak desa, maka semakin kecil
> sekali kemungkinan mereka untuk  melakukan kecurangan. Akibat
> ahirnya mereka semakin mampu dan semakin makmur hidupnya.
> 3. Peternak desa selalu menganggap peternak kota lebih bodoh dalam
> masalah peternakan, sehingga hanya di anggap sebagai sasaran empuk
> untuk di tipu, di bohongi  serta di manfaatkan sebagai sumber
> pemerahan dana atau uang melalui berbagai cara.
> 4. Peternak desa selalu menganggap peternak kota sebagai
> orang-orang yang kebanyakan uang. Sehingga program maron dianggap
> sebagai programnya Sinterklas, program untuk menolong mereka semata.
> Tidak ada tersirat sedikitpun di otak mereka bahwa si peternak kota
> melakukan program maron ini karena mereka juga membutuhkan tambahan
> pendapatan. Yang mereka pikirkan hanyalah bagaimana caranya
> memanfaatkan kepercayaan yang di berikan melalui kerja sama ini,
>  untuk mengeruk keuntungan sepihak bagi mereka semaksimum mungkin.
> 5.Peternak desa selalu "merasa" kebal hukum dan merasa akan selalu
> menang jika bermasalah dengan peternak kota, walaupun ada perjanjian
> resmi dengan saksi RT_RW Lurah_Camat sekalipun. Pola sikapnya " Ini
> rumahku, ini kampungku, kamu datang kemari karena kamu butuh
> bantuanku dan aku berhak mengusir kamu setiap saat aku mau". Jika
> kalah dalam penyelesaian masalah maka mereka akan menggunakan (maaf)
> kemiskinan dan kesulitan hidupnya, agar di kasihani dan di maafkan
> atas segala kesalahan yang sengaja mereka perbuat.
> 6. Peternak kota kalau datang meninjau atau mengontrol, tingkah
> polahnya sering kami  anggap keterlaluan. Terutama anggauta keluarga
> atau teman nya, sering memperlakukan kami sebagai kacung pribadinya.
> 7. Peternak kota sering menganggap rumah dan pekarangan kami
> sebagai miliknya sendiri, tanpa menghargai si pemilik yang sebenarnya
> 8. Peternak kota sering tidak mau mengindahkan budaya lokal desa.
> 9.Peternak kota sering minta dilayani sebaik mungkin bak seorang sultan atau 
> kaisar.
> 10. Peternak kota selalu menganggap kami ini orang terkebelakang
> yang lugu guoblok sehingga harus di dikte dengan penuh ancaman-ancaman.

> Itu semua adalah "PADA UMUMNYA", jadi tidak semuanya Boss.
> Memang sangat mengerikan jika kita mengetahui pola pandang - pikir
> dan sikap mereka yang sebenar-benarnya. Sangat wajar jika program
> maron antar perorangan maupun yg dilakukan pemerintah banyak yang
> berahir dengan kekacauan besar. Banyak pengusaha yang mengalihkan
> program maron ini dengan unit pendidikan di daerah, dan hasilnya
> sedikit membaik tetapi belum bisa saya katakan berhasil.
> Jika anda seorang yang terbiasa melakukan bisnis kerjasama,
> kemudian membawa masalah tsb di atas kedalam sistim manajemen
> kerjasama yang umum dilakukan, maka system maron memang seharusnya
> tidak dilakukan dengan sembarang atau rata-rata  masyarakat pedesaan
> bahkan dengan sanak keluarga pun jangan.
> Mungkinkah pabrik pembuat kapal terbang besar seperti Boeing atau
> Airbus mengajak  pabrik kapal terbang kita IPTN untuk bekerja sama.
> Jawabannya tentu iya dan tidak tergantung dari ........macam macam.
> Yang intinya "harus ada kesederajatan posisi masing-masing" .
> Demikian juga saat system manajemen kerjasama yg sudah umum
> dipakai, kami terapkan pada usaha maron yang kami lakukan, sebagian
> sangat besar ancaman - tantangan hambatan dan gangguan  bisa kami atasi 
> dengan baik.
> Yang membuat saya masih sedih dan kecewa adalah "kami terpaksa
> tetap meninggalkan mereka yang (maaf) tergolong miskin" tetap agak
> di belakang. Saya tidak tahu bagaimana caranya memajukan mereka,
> selain memberikan kesempatan yg sesuai dengan keinginan mereka yang
> intinya "kerja sekarang di bayar sekarang".

> Demikian Boss, upaya saya dan tulisan ini tidak ditujukan untuk
> memojokan siapapun, tetapi hanya untuk mencari dan menyampaikan
> fakta serta pemetaannya yang mampu  saya lihat sebatas kebodohan
> saya. Agar bisa di manfaatkan untuk kemajuan bersama dan yang paling
> penting meningkatkan  keuntungan  saya, nggak munafik lah Boss,
> tujuan usaha kan nyari keuntungan.

> Sebagai tambahan: Mengacu pada keberhasilan sistim maron yang kami
> lakukan, saya pernah mengajak seorang sahabat pribadi, dia adalah
> peternak besar dari negara tetangga untuk menyisihkan sebagian
> sangat kecil ternaknya untuk di kembang biakan di desa tersebut
> dengan saya sebagai Penjaminnya /Guarantor nya. Setelah mereka
> melakukan penelitian detail - jawabanya sangat singkat "Mereka
> peternak tangguh tetapi Hati mereka tidak di situ" ( They are tough
> farmer but their heart aren't there yet). Dengan catatan "mereka"
> pertama dan "mereka" kedua,  adalah "mereka" yang berlainan.
> Hehehehe jangan bingung Boss, biar saya aja yang bingung.
> Terimakasih dan salam hormat
> TONY_SAPI
> http://sapiology. com
> http://tonysapi. multiply. com

> ____________ _________ _________ __

> DIREKTORI AGROBISNIS INDONESIA
> http://www.direktor iabc.co.cc
> MAU GABUNG? ISI FORMULIR DI:
> http://www.formulir abc.co.cc
> ____________ _________ _________ _

> ____________ _________ _________ __
> From: gunsts <gunawa...@gmail. com>
> To: agroma...@yahoogrou ps.com
> Sent: Friday, 5 December 2008 9:17:45
> Subject: Re: Bls: Bls: [agromania] ternak bagi hasil

> Pak Tony,

> bisa dishare pengalaman bapak dalam memposisikan diri sebagai petani
> sehingga bisa menyelesaikan masalah yang ada? Justru ini yang paling
> penting buat kita semua. Kita bisa belajar dari pak Tony, dan pada
> akhirnya kita berharap yang no.2 itu tidak terjadi. 2-2 sama-sama senang.

> thanks.

> ------------ --------- --------- --------- --------- -----
> AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
> INFORMASI: http://www.agromani a.co.cc
> FORMULIR: http://www.formulir abc.co.cc
> DIREKTORI: http://www.direktor iabc.co.cc
> MAILING LIST: http://www.milisabc .co.cc
> PUSAT DATA: http://www.agrodata .co.cc
> ------------ --------- --------- --------- --------- -----

> --- In agroma...@yahoogrou ps.com, tony sapi <tony_s...@. ..> wrote:

>> Para Boss Peternakan yth,
>> Maro ; paron ; bagi hasil dan apapun namanya, memang sangat amat
> ideal untuk memajukan pergerakan kedua belah pihak - si Pemodal dan si
> Peternak.
>> Dilihat dari sudut telaah Ekonomi - Sosial dan Spiritual - semuanya
> memberikan nilai yang sangat positip.
>> Dalam kenyataannya system Maro tersebut lebih banyak mendatangkan
> permasalahan, lebih sering merugikan Pemodal, lebih menguntungkan
> Peternak hanya sementara dan sekali saja (one time -one shot).
>> Akibatnya:
>> 1.Pemodal KAPOK, Calon Pemodal TAKUT.
>> 2.Peternak TIDAK PERNAH MAJU BERKEMBANG, dan selalu menjadi tumpahan
> dan sumber KESALAHAN, KECURANGAN DAN KELICIKAN.  Â
>> 3.Secara umum Masyarakat Peternak Indonesia dinilai seperti pada
> poin 2.Â
>> Apakah memang begitu keadaan yang sebenarnya dan yang paling penting
> adalah Mengetahui jawaban untuk pertanyaan -- MENGAPA ???????

>> Untuk Menjawab Pertanyaan tsb di atas, cara terbaik yang pernah saya
> lakukan adalah "MENEMPATKAN DIRI KITA SEBAGAI PETANI DALAM SYSTEM MARO
> TSB". Hanya dengan cara itulah kita bisa mengetahui dan memetakan
> sumber permasalahan yang sebenarnya.

>> Terimakasih dan salam hormat
>> Â
>> TONY_SAPI
>> http://sapiology. com
>> http://tonysapi. multiply. com


> Get your preferred Email name!
> Now you can @ymail.com and @rocketmail. com
> http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ sg/

> [Non-text portions of this message have been removed]

> Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan
> Gratis.http: //downloads. yahoo.com/ id/firefox

> [Non-text portions of this message have been removed]




>       New Email names for you!
> Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
> Hurry before someone else does!
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/

> [Non-text portions of this message have been removed]




--
Best regards,
 Cahyohartono                            mailto:[email protected]

Kirim email ke