dari Milis Tetangga

Ada apa dengan pemerintah dan ada apa dengan kemajuan di salah satu wilayah di 
Sumatra Barat
Sepertinya ini perlu cermati untuk pertanian berkelanjutan dan tidak tergantung 
pada pupuk Anorganik
....  setidaknya petani salah satu wilayah di Sumbar sudah membuktikan....


HA

=============================
Mitra Bisnis Menanti Anda di:
DIREKTORI: http://tiny.cc/direktori
BURSA JUAL-BELI: http://tiny.cc/bursa
KIOS PRODUK: http://tiny.cc/kios
KOPERASI: http://tiny.cc/agrokoperasi
INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
=============================



----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Abraham Ilyas <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Selasa, 1 September, 2009 10:44:07
Judul: [...@ntau-net] Pemerintah Pusat perlu belajar ke Sumbar


Dunsanak di palanta nan ambo hormati.
Di tengah tengah kurangnya publikasi tentang prestasi/keberhasilan pemerintah 
propinsi Sumatera Barat, maka ada isi artikel yang sangat membanggakan ambo 
selaku urang awak.
Tulisan ekonom Faisal Basri yang dimuat hr. Kompas 31 Desember 2009 ambo 
kutipkan sbb: 
Sepatutnya pemerintah pusat belajar dari kasus Sumatera Barat. 
Provinsi ini ternyata mampu "memboikot" pengadaan benih padi hibrida impor yang 
dipasok oleh pusat. 
Kota Padang Panjang beberapa bulan lalu telah dideklarisikan sebagai kota 
organik. 
Gerakan-gerakan petani lokal mandiri yang tak pernah menikmati subsidi pupuk 
karena telah bertekad mengembangkan sistem  pertanian organik (bukan cuma 
menggunakan pupuk organik) tak kunjung disapa.
Artikel dari ekonom Faisal Basri yang berjudul Perangkap Pangan tsb. ambo raso 
sangat bagus. Bagaimana rentannya kebijaksanaan negara kita saat ini di dalam 
bidang pangan. Untuk yang belum sempat membaco ambo ringkaskan sbb.
1. Masalah kebebasan petani jaman reformasi sekarang, yang tak mungkin lagi 
dikomando untuk menanam padi, guna berkorban demi ketahanan pangan.
2. Pememerintah pusat melakukan liberalisasi produk-produk pertanian. Cabai 
merah, wortel dll. dari Cina membanjiri negara kita. 
3. Peningkatan produksi nasional tidak menjamin berkurangnya impor. Jagung dari 
Amerika di Lampung lebih murah dari jagung Gorontalo. Masalah ini karena 
hambatan transportasi, pungli dsb.
4. Salah urus pabrik (tidak adanya keterbukaan manajemen) untuk peningkatan 
produksi gula. Misalnya ttg kebijaksanaan impor gula.
5. Tidak (belum) ada perlakuan khusus, yang karena sifat memiliki peran 
strategis perlu dibuatkan. Perlu ada bank pertanian atau Skema-skema kredit 
inovatif perlu segera dihadirkan.
Kita yakin, urang awak nan tingga di kampuang nanti akan tetap mambuek samba 
lado indak dari lado nan diimpor dari Cino, kalau saja adagium adat salingka 
nagari tetap kita pakai.
 
Sesuai dengan dengan manfaat dan mudhoratnya, maka adat salingka nagari akan 
bisa menyelamatkan anak-kemenakan kita dari bujukan-rayuan pemerintah pusat 
yang tidak sesuai dengan budaya kita (saluanglah nan ka manyampaikannyo ...)
 
Maaf dan selamat berpuasa
Wallahualam
Abraham Ilyas 64 th.
www.nagari.org

 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
. 
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~ 
=========================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: 
- DILARANG: 
  1. Email besar dari 200KB; 
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner. 
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet 
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting 
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply 
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
=========================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---


      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka 
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke