Sapi Bali di Balai Karantina Jembrana DENPASAR, KOMPAS.com - Gubernur Bali Made
Mangku Pastika menilai pengembangan ternak sapi di Pulau Bali prospeknya cerah.
Soalnya, Pulau Dewat menerima permintaan dalam jumlah banyak dari sejumlah
daerah di Indonesia, terutama memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Jakarta.
"Permintaan sapi potong dengan berat rata-rata di atas 350 kg per ekor itu
setiap tahun mencapai 200.000 ekor," kata Gubernur Bali ketika berdialog dengan
anggota Kelompok Tani Karya Makmur Lestari di Desa Tulamben, Kabupaten
Karangasem, 95 km timur Denpasar, Sabtu (12/12).
U N D A N G A N
++++++++++++++++++++++++++++++++
Temu Pelaku Bisnis dan Investor Sapi Potong
Menjalin Relasi, Membina Kerjasama Bisnis
Minggu, 14 Maret 2010 (Pkl.09.30 s/d Selesai).
Daftar sekarang juga di: http://tiny.cc/acaramania
SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9
++++++++++++++++++++++++++++++++
|a|g|r|o|m|a|n|i|a
Online & Terpercaya Sejak 1 Agustus 2000
BURSA JUAL-BELI: http://tiny.cc/bursa
KIOS PRODUK: http://tiny.cc/kios
GABUNG DI ABC: http://tiny.cc/formulir
Ia mengatakan permintaan sapi potong dalam ratusan ribu ekor itu tidak
seluruhnya dapat terpenuhi akibat keterbatasan populasi mata dagangan yang
bernilai ekonomis tinggi itu. "Selama ini permintaan perdagangan sapi
antarpulau tersebut hanya bisa terpenuhi sepertiganya, yakni sekitar 55.000
ekor setiap tahun," katanya.
Menurut dia, tidak terpenuhinya seluruh permintaan perdagangan sapi antarpulau
itu karena Pemprov Bali lebih menekankan keseimbangan, kelangsungan dan
kesinambungan populasi sapi Bali. "Jika seluruh permintaan perdagangan sapi
antarpulau itu dipenuhi, dikhawatirkan populasi sapi di Bali bisa punah," kata
Gubernur Pastika di hadapan ratusan petani yang terhimpun dalam kelompok tani
Karya Makmur Lestari.
Oleh sebab itu, kata dia, perdagangan sapi antarpulau terutama tujuan ibu kota
Jakarta diatur sedemikian rupa dengan jumlah lebih kecil dari angka kelahiran
atau pertumbuhan populasi sapi Bali.
Ia berharap dengan pengaturan yang demikian itu, diimbangi dengan kesungguhan
petani Bali mengembangkan ternak sapi memanfaatkan peluang yang ada,
keseimbangan populasi sapi di Bali tetap dapat dipertahankan.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali memberikan berbagai kemudahan berupa
bantuan bibit ternak sapi betina maupun pejantan untuk penggemukan kepada
kelompok-kelompok ternak sapi di delapan kabupaten dan satu kota di Bali.
Selain itu, menyediakan kredit dengan bunga ringan yang khusus diperuntukkan
kepada kelompok tani untuk pengembangan komoditi pertanian, perkebunan,
peternakan maupun usaha kecil menengah (UKM) dan koperasi. "Kemudahan tersebut
hendaknya bisa dimanfaatkan dengan baik, sebagai upaya meningkatkan pendapatan
dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Gubernur Pastika didampingi Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali Ida Bagus
Alit pada kesempatan itu juga meninjau 20 ekor sapi bantuan untuk menunjang
pengembangan pertanian terintegrasi yang sedang dirintis Pemprov Bali.
Pemprov Bali pada 2009 membangun sepuluh unit proyek percontohan pengembangan
pertanian terintegrasi.
Untuk itu, Dinas Peternakan Bali membantu 200 ekor bibit sapi termasuk
pengadaan kandang, dan masing-masing kelompok tani juga dibantu satu unit
pengadaan biogas. "Penerapan teknologi tepat guna biogas tersebut dimaksudkan
agar petani mampu menghasilkan energi listrik untuk penerangan maupun memasak
yang dihasilkan dari limbah kotoran ternak sebelum diolah menjadi pupuk
organik," kata Ida Bagus Alit.
Populasi sapi di Bali kini sebanyak 668.065 ekor dengan kepadatan rata-rata
93,3 ekor per kilometer persegi.
SUMBER: Kompas.com
Sabtu, 12 Desember 2009 | 17:36 WIB
-----------------------------------------
Cara Mudah dan Cepat Bergabung di:
AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
-----------------------------------------
(1) Buka: http://tiny.cc/formulir
(2) Isi data Anda dengan lengkap dan benar
(3) Tekan tombol Submit Form. Tunggu sebentar
(4) Klik Continue. Data Anda akan langsung masuk
(5) Kirim SMS ke: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 dengan isi "Daftar"
-----------------------------------------
|a|g|r|o|m|a|n|i|a
Online & Terpercaya Sejak 1 Agustus 2000