jamur-merangBanyak cara bisa dilakukan guna menambah isi kocek dalam kondisi 
perekonomian yang sedang sulit seperti sekarang ini.

Salah satu pilihan bijak adalah dengan menjadi seorang pengusaha seperti yang 
dilakukan Siswanto, 33, warga RT 1/X Desa Jambukulon Kecamatan Ceper, Klaten. 
Sejak delapan bulan terakhir lajang yang berencana melangsungkan pernikahan 
tahun ini itu menekuni usaha budidaya jamur merang.

Mempertaruhkan modal Rp 2 juta, kini jamur merang produksi Siswanto telah jadi 
buruan pengepul. Untuk satu kali masa panen —setiap kurang lebih 40 hari 
sekali, laki-laki yang memperoleh ilmu budidaya jamur merang dari Sleman 
Yogyakarta ini bisa mengantongi uang Rp 1,8 juta.

Siswanto yang ditemui Espos di sela-sela kesibukannya di lokasi budidaya jamur 
merang, Rabu (29/4) siang, meyakini, apabila usahanya itu dikelola secara 
serius maka bisa diandalkan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain modal usaha 
relatif terjangkau, teknis budidayanya pun bisa dipelajari dengan mudah.

Untuk budi daya jamur itu, mula-mula Siswanto menyediakan jerami sebagai media 
persemaian jamur. Untuk membuat jerami berubah menjadi media tumbuh yang bagus 
bagi jamur, jerami harus dibusukkan terlebih dulu.

"Tapi tidak sembarangan busuk. Guna proses pembusukan digunakan kombinasi bahan 
kapur, katul serta air. Selama belasan hari, jerami disiram air dan ditaburi 
kapur dan katul lalu ditutup dengan plastik," ungkapnya sembari tersenyum.
Jerami yang telah busuk lalu ditatanya pada rak bambu. Rak berisi jerami busuk 
itu lalu ditutupnya menggunakan plastik khusus guna menjaga kelembaban. 
Siswanto lalu mulai melaksanakan pemanggangan menggunakan oven khusus dari 
bahan drum bekas.

"Pemanggangan ini menggunakan uap panas air yang dimasak dalam dua drum. Uap 
air yang mendidih disalurkan dalam ruang khusus jerami yang telah ditutup 
dengan plastik."

Siswanto melanjutkan, proses tersebut berlangsung sekitar delapan jam. Setelah 
itu, jerami bisa langsung ditanami atau disebar benih jamur merang. Sejak 
penyebaran benih jamur hingga memasuki masa panen hanya memakan waktu sekitar 
10 hari.

"Setelah benih tumbuh merupakan masa kritis, suhu dalam ruang plastik tersebut 
mesti benar-benar dijaga agar cocok. Setelah 10 hari bisa dipanen dan 
penjualannya relatif gampang karena banyak yang cari."

Oleh : Kurniawan
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Jum'at, 01 Mei 2009 , Hal.VII

-----------------------------------------
Cara Mudah dan Cepat Bergabung di:
AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
-----------------------------------------
(1) Buka: http://tiny.cc/formulir
(2) Isi data Anda dengan lengkap dan benar
(3) Tekan tombol Submit Form. Tunggu sebentar
(4) Klik Continue. Data Anda akan langsung masuk
(5) Kirim SMS ke: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 dengan isi "Daftar”
-----------------------------------------
|a|g|r|o|m|a|n|i|a
Online & Terpercaya Sejak 1 Agustus 2000


Kirim email ke