Sayang sekali bila kita dengan mudah mengclaim informasi sebagai hoax. Fungsi asap cair sebagai pengawetan bukanlah hal yang mustahil, mengingat bahwa asap cair tidak saja mengandung formaldehid alami, tetapi juga dilengkapi dengan komponen lain yang juga bersifat mengawetkan seperti fenolat dan asam. Memang efektifitas formaldehid alami ini tidak sekuat formaldehid sintetik (atau yang kita kenal dengan formalin), tapi dengan dukungan kandungan asamnya yang terdiri dari asam asetat, asam butirat, iso valerat, valerat, maupun propionat yang pada pH 5 efektif mematikan kapang dan bakteri. Asam ini juga memberikan lingkungan yang tidak nyaman bagi mikrobial. Demikian juga dengan kandungan fenolatnya yang didominasi siringol, guaiakol, eugenol, berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi terhadap kerusakan akibat oksidasi pada lemak maupun protein pada bahan pangan. Saat ini penggunaan formalin dan obat pembasmi hama masih marak dilakukan untuk pengawetan pangan. Di tingkat nelayan maupun pedagang ikan, penggunaannya masih lazim digunakan walaupun sudah dinyatakan sebagai bahan berbahaya. Demikian juga pada produsen tahu, dll. Padahal formalin ini umumnya digunakan sebagai pengawet mayat di bidang kedokteran. Adapun efek samping penggunaan formalin pada produk pangan adalah memicu Asma, bronchitis dan pneumonia, sesak napas, disphagia, dermatitis dan reaksi sensitifitas, ulcerasi dan nekrosis pada jaringan mucus, hematemesis dan diare disertai darah, hematuria (adanya darah dalam urine), anuria, asidosis, vertigo dan kegagalan sirkulasi. Tentu kita tidak menghendaki efek samping ini menimpa kita ataupun keluarga kita. Tapi realita dilapangan adalah demikian. Sementara itu kita mempunyai alternatif pengganti pengawet berbahaya ini yaitu asap cair. Terbuat dari biomassa yang ketersediannya berlimpah di tanah air kita, serta memungkinkan untuk diproduksi masyarakat. Sehingga suplainya mestinya tidak menjadi masalah. Di Jepang, Cina, bahkan Amerika saat ini sebagian besar olahan seafood menggunakan asap cair sebagai pengawetan ikan segarnya, maupun sebagai penyedap rasa pada ikan olahan. Demikian juga di Malaysia baru akan mulai sosialisasi. Bagaimana di Indonesia?
Memang kondisi pasar asap cair untuk pangan di Indonesia belum tercipta. Masih membutuhkan perjuangan bersama untuk mewujudkannya. Ini lebih bersifat birokratik. BPOM menyetujui asap cair sebagai aditif pada pangan tetapi bukan sebagai pengawet, karena acuan BPOM adalah codex alimentarius, yang di dalamnya tidak terdapat daftar asap cair sebagai pengawet. Bila kita ambil sisi positifnya, secara political bisnis, ini juga menguntungkan bagi industri pangan, karena dia bisa mengawetkan produknya dan mengclaim sebagai produk bebas pengawet. Tetapi di tataran sosialisasi hal ini menjadi pembatas. saat ini kita sedang mencoba untuk memperjuangkannya di menteri kesehatan. Kita sedang mempersiapkan untuk membahas dan menkonsep masalah ini dengan staf ahli khusus bidang kebijakan politik kesehatan. semoga dilema ini sgera terselesaikan. Bagi kawan-kawan yang sudah memproduksi asap cair, bisa japri ke saya, agar kita tahu peta kekuatan kita. Malaysia minta 5000 liter. Peluang pasar lainnya juga sedang kita jajaki. Ayo...... kita ciptakan pangan yang sehat. Tambah semangat ! Selalu tingkatkan amal usaha dan karya nyata kita. Dari: Hendriyanto - <[email protected]> Judul: Fw: [agromania] Tanya Liquid smoke Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 14 Juli, 2010, 6:20 AM Ada yg tahu kebenaran issu dibawah ini Semoga tidak terjadi Salam Hendriyanto ------------------------------------------------ U N D A N G A N ***** Temu Pelaku Bisnis Tanaman dan Produk Herbal (Jamu, Madu, Obat2an, dll). Jakarta, 15 Agustus 2010. Daftar segera di: http://acaramania.blogspot.com ------------------------------------------------ ----- Forwarded Message ---- From: Syafrinal Syarien <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tue, July 13, 2010 1:29:01 PM Subject: Re: [agromania] Tanya Liquid smoke Asap cair ini hanya "hoax" dari majalah tertentu Pak. Nggak banyak yang butuh. Kegunaannya baru sebatas sebagai penyedap rasa. Paling cuma tukang bikin tahu/bakso tradisional yang pakai asap cair 1 liter seminggu. "Sang Pengumpul Asap" di Bogor yg pernah disiarkan Metro TV juga kebingungan mau jual ke mana itu asap cair. ########################################## AYO GABUNG DI GROUP FB AGROMANIA Pemula dan Pebisnis Sidat: http://tiny.cc/sidatagromania Pebisnis Ikan Air Tawar: http://tiny.cc/ikanagromania Pelaku Bisnis Sapi Potong: http://tiny.cc/sapiagromania Pelaku Bisnis Jamur: http://tiny.cc/jamuragromania Pelaku Bisnis Herbal: http://tiny.cc/herbalagromania ########################################## GABUNG DI MILIS http://tiny.cc/milis ________________________________ From: Ian Persada <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sun, July 11, 2010 5:25:05 PM Subject: Re: [agromania] Tanya Liquid smoke salam, kalo untuk pemasarannya bagaimana pak...karena saya sudah bisa memproduksi. terima kasih. ========> ********** <======== JASA PERANTARA AGROMANIA Jaminan Kepastian & Keamanan Bertransaksi Isi Formulir di http://tiny.cc/bursa SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 ========> ********** <======== GABUNG DI MILIS: http://tiny.cc/milis ________________________________ From: onlyforads <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tue, July 6, 2010 11:44:09 PM Subject: Re: [agromania] Tanya Liquid smoke mungkin bisa tanya ke sini pak Herman Hasan Jl. Paseban Raya 37A Jakarta Pusat 021-31503xx 081648344xx kebetulan saya dapat dari majalah ide bisnis mengenai peluang usaha bisnis asap cair. ========> ********** <======== AGROMANIA TWITTER Pusat Info Cepat Agrobisnis: http://twitter.com/agromaniainfo ========> ********** <======== MILIS: http://tiny.cc/milis [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

