Rekan Agromania tercinta... Saya turut prihatin dengan beberapa e-mail rekan kita yang mengalami masalah dan di muat disini. Mengenai penipuan yang menimpa bapak Mas-Ali misalnya...
Berbisnis atau melakukan transaksi jalur online di negeri ini memang termasuk hal baru, Jadi untuk konsumen yang rewel. tidak percaya, cerewet, khawatir, dll itu lumrah, wajar dan biasa sekali. Apalagi konsumen Indonesia yang masih dalam taraf belajar (maaf jangan tersinggung ya... kita memang masih mencari bentuk yang tepat kok untuk kondisi ini) Bertransaksi tanpa bertemu secara langsung antara penjual dan pembeli itu memang sangat riskan sekali. Kesempatan emas atau ladang empuk bagi para penipu untuk menjalankan aksinya. Entah sebagai penjual, perantara ataupun pembeli, tidak masalah, yang namanya penipu punya sejuta cara untuk beraksi. Jadi baik sebagai penjual yang menawarkan barang/jasa di Internet, konsumen yang mencari barang di Internet tetaplah harus waspada. Kondisi yang paling aman memang bertemu muka. Bisa terjadi kontak langsung buat MoU kalau perlu (ada hitam diatas putih lah) meskipun itu juga tidak jaminan tidak ketipu (baca juga yang di milis agromania beberapa waktu lalu yang konon penipunya mengaku mukim di Tangerang tapi saat di cek ke alamat ternyata sudah kabur?) Namun saya yakin, sebagai orang timur, sebagai umat beragama, apapun posisi kita, baik penjual atau pembeli, bila mempunyai niat yang ikhlas, kejujuran, menjunjung tinggi harkat dan martabat diri, Insya Allah ada jalannya kok buat berusaha di sini... Memang tidak mudah... ganjalannya banyak, yang usil banyak..yang iseng ga keitung, yang coba-coba menipu juga banyak... Yang janji mau transfer sudah deal harga dan jumlah, ga jadi-jadi transfer juga banyak... ha..ha..ha.. (bukan curhat.. ini realita.. aya sangat yakin yang ngalami bukan cuma saya... ) Ini sekedar berbagi... dan bisa berbagi karena mengalami gitu to??? Saya sendiri masih belajar dan terus belajar. Kadang kalau dibanding-bandingkan mending jualan langsung ketahuan hasilnya. Kalo OL itu masih nunggu, belum tentu laku, masih riskan ketipu pula... ha..ha...ha... Baiklah rekan semua, maaf kalau tidak berkenan. Saya juga tidak bisa tunjukkan literatur apapun untuk tulisan ini. Tapi kalau boleh kasih saran agar lebih waspada saja... hati-hati... Juga jangan membuat tulisan yang sekiranya menyinggung atau merugikan orang lain sebab ada ancaman pidananya.. (kena UU ITE) terlepas benar atau salah yang dikatakan... tapi itulah kondisinya... dan yang saya tahu pasti, berurusan dengan hukum itu sangat tidak menyenangkan... (Cita-cita terbesar saya.. kalau Allah mengijikan.. saya ingin kuliah Hukum.. semoga.. amin... Ga tahu Master saya buat apa ya?) Akhir kata.. selamat berbisnis.. semoga kita selalu diberi kemudahan oleh Nya.. AMIN wasalam Yenny Siregar ========> ************* <======== Ingin Mengecek Reputasi Mitra Bisnis Anda? KLIK: http://tiny.cc/direktori ========> ************* <======== GABUNG DI MILIS: http://tiny.cc/milis > ________________________________________________________________________ > 15. Penipuan di Agromaret.com > Posted by: "Mas-Ali" [email protected] toyotabm1186x > Date: Tue Jul 20, 2010 1:24 am ((PDT)) > > Assalamu'alaikum dan Selamat pagi Agromania > Pada bulan mei 2010 melalui AGROMARET.COM media jual beli agrobisnis > mengenal UD.SEGARA TELUR sebagai produsen telur ayam negeri di jl.Raya > Gaprang Rt.02 Rw.01, Blitar, Jawa Timur 66171. a/n Anton no hp 087756375878, > tetapi pada bulan Juli Anton menghubungi saya dengan no lain untuk > menanyakan kelanjutan pemesanan telur. Dan saya tanya kenapa no lama gak > bisa dihubungi dan namanya bukan Anton tetapi Sholeh, dia bilang kalau Anton > dan sholeh adalah orang yang sama dengan nama lengkap Anton Sholeh...(ada > nama panjangnya lagi tetapi saya lupa) sedang alamatnya saya chek di > agromaret.com alamatnya ngunut, tulung agung, jawa timur 66171 no hp > 085646600091. dan saya pikir gak ada masalah karena orang yang sama, hingga > tanggal 9 Juli 2010 kami sepakat mengadakan transaksi jual > beli telur perdana dengan jumlah 3 ton untuk kirim ke wilayah Jabotabek > dan Surabaya. Mulanya AS minta DP 20% tapi saya gak mau (kawatir nanti gak > dikirim karena baru pertama dan saya tidak kelokasi langsung) akhirnya deal > saya kasih DP 500rb dan saya transfer tgl 10/7/2010 jam 18:40:10 melalui ATM > BCA ke BANK PERMATA a/n HENI AGUSTINA. Kami janji ketemu di bandara > cengkareng Jkt, AS berangkat hari sabtu jam 8 malam ke Jkt dan saya hari > Minggu jam 9:25 tetapi karena pesawat 2x delay saya sampai di Jkt jam 16:30 > dan langsung hubungi AS tetapi nomor dialihkan ke nomor lain, lalau saya sms > kadang feil dan kadang masuk tetapi gak di balas hingga saya tunggu sampai > hari selasa hasilnya nihil. Pihak pemesanpun tanyakan terus kenapa telur > belum datang, akhirnya saya cerita apa adanya..ternyata beliau cerita bahwa > pernah ditipu semacam ini juga dan setelah kami cocokkan datanya ternyata > orang yang sama yang menipu. Melalui media > ini saya berpesan kepada pak Anton Sholeh...kalau anda membaca posting > saya ini tolong sadarlah pak..Uang 500rb gak usah kembalikan untuk sedekah > kepada bpk sekeluarga tetapi saya tidak akan memaafkan kelakuan bpk sampai > menjelang bapak meninggal, kalau bapak tidak mau minta maaf sama saya secara > langsung juga pada orang yang pernah bapak tipu...Kepada rekan agromania > mohon berhati-hati, untuk transaksi melalui transfer kalau belum kenal > betul, karena kadang sulit memberi kepercayaan kepada orang sebelum kenal > betul kondisi dan karakter orang tersebut. > > > [Non-text portions of this message have been removed]

