F Y I . . . . . .
dari warung sebelah......
6694TNK

    Quote:

    Waspadalah bila anda mencium bau gas di dapur anda. Tak perlu panik,
    hampiri tabung gas, lebaskan regulator, bawa tabung ke luar. Periksa
    apakah tabung mengeluarkan desis dari mana saja. Bila iya, biarkan
    tabung ditempat terbuka sampai gasnya habis. Jangan biarkan ada yang
    mendekat. Bila tak terdengar desis, tabung anda baik-baik saja.
    Mungkin ada yang lupa mematikan kompor, padahal api kompornya padam
    karena sesuatu sebab. Buka pintu dan jendela dapur. Biarkan sampai
    bau hilang, jangan menyalakan atau mematikan lampu atau apapun yang
    ada di dapur sampai bau hilang.

    Semua berita mengenai “ledakan tabung Elpiji” tidak ada yang
    mengkonfirmasi ditemukan tabung yang pecah atau sobek karena isinya
    meledak. Tak cukup alasan bagi tabung Elpiji untuk meledak. Jutaan
    tabung dilempar-lempar, dipanggang terik matahari, semua siksaan ini
    dapat ditahan oleh baja dan lasan tabung, sekalipun tabung tidak
    ber-SNI karena bikinan Cina (tapi berlogo Pertamina).

    Jadi, menurut hemat penulis, tabung tak akan meledak pada suhu
    normal (tekanan sekitar 7 atmosfir) karena tabung dirancang tahan
    sampai 28 atmosfir Kemungkinan besar, Elpiji bocor dengan deras dari
    tabung, melalui celah antara katup tabung dan regulator, lantaran
    sekatnya tidak melaksanakan tugas seperti seharusnya. Gambar-2
    menunjukkan sekat dimaksud, yakni cincin yang terbuat dari karet,
    berwarna hitam.
    .

    Mekanisme pemasangan regulator untuk tabung 3 dan 12 kg adalah tipe
    clip-on. Gambar-3 adalah diagram yang memperlihatkan mekanisme
    penahan regulator dan pembuka katup, regulator pada posisi OFF.


    menunjukkan posisi “regulator ON”. Pengait menahan regulator tetap
    ditempat, plunger menekan katup sehingga membuka, mengalirkan uap
    Elpiji ke dalam regulator.


    Ilustrasi pemasangannya pada tabung

    Perhatikan bahwa hanya ada satu pengait, sehingga regulator dapat
    bergoyang-goyang bila tersentuh. Demikian pula, hanya ada satu
    penyekat antara regulator dengan katup. Cincin penyekat itu.Tabung,
    katup, regulator, dan selang bukanlah penyumbang utama dalam musibah
    Elpiji di tanah air. Benda-benda ini dipakai juga di banyak negara
    tanpa menimbulkan masalah berarti. Regulator tipe clip-on adalah
    favorit karena kemudahannya dalam memasang dan melepaskannya.
    Tekanan yang masuk ke regulator adalah tekanan penuh dari Elpiji. Di
    negri kita berkisar antara 5 sampai 7 atmosfir, tergantung campuran
    elpijinya dan suhu ruang. Tekanan ini cukup besar, kira-kira sama
    dengan tekanan kompressor tambal ban di pinggir jalan.

    Tekanan sebesar ini sepenuhnya harus ditahan oleh cincin sekat hitam
    yang ditunjukkan pada Gambar-2. Inilah tempat kebocoran utama yang
    dapat membuat ruangan menjadi eksplosif. Inilah sambungan yang
    paling rawan, dan bocor atau tidak ditentukan oleh kualitas cincin
    penyekat (seal) ini. Tentu saja bila mulut katup pada tabung penyok
    atau cuil berat bagian tengahnya, seal sebaik apapun tak dapat menyekat.

    Masih ada dua sambungan lagi yang juga diributkan, yakni sambungan
    antara regulator dengan selang, dan diujung selang lainnya, yaitu
    sambungan antara selang dengan kompor. Kedua sambungan ini tidak
    menanggung beban berat, karena tekanan dalam selang, yaitu tekanan
    keluaran dari regulator, sangat rendah. Tekanannya cuma sekitar 30
    milibar (1,03 atmosfir). Tekanan sebesar ini tidak dapat keluar dari
    lubang yang dibuat dengan tusukan jarum pada selang. Seandainyapun
    keluar, jumlahnya tak akan cukup untuk membuat ruangan menjadi
    eksplosif, karena gas lebih cepat menyebar dibandingkan dengan
    pasokan dari kebocoran disini.

    Selain itu regulator juga memiliki kapasitas, yang membatasi aliran
    gas yang keluar. Kapasitas umum regulator clip-on adalah 2 kilogram
    per jam. Gas bocor sebanyak 2 kg dalam dapur dengan ukuran sedang
    dapat meledak bila terpicu bunga api dari saklar lampu yang
    dinyalakan atau dimatikan.

    Jadi kalau selang putus, dan tak diketahui selama sejam, bahaya
    mengancam.

    Kebocoran pada seal yang tidak baik mutunya bisa lebih dari 2 kg per
    jam.

    Bagaimana kebocoran pada kompor, misalnya karena lupa tidak
    mematikan katup kompor padahal kompor tidak menyala? Kepala kompor
    yang normal kapasitasnya mungkin seperempat kilogram per jam. Dapur
    bisa berbahaya bila ada satu kepala kompor yang tidak ditutup dalam
    waktu semalam.

    Sebagai langkah pengamanan, Elpiji untuk konsumsi masyarakat harus
    diberi bau dengan kadar minimal 25 mililiter per ton Elpiji. Pembau
    yang digunakan adalah ethyl-mercaptan, senyawa hidrokarbon dengan
    belerang, baunya seperti durian atau telur busuk, tergantung siapa
    yang menciumnya. Ini zat tak berwarna dengan keenceran seperti
    bensin premium, dan cair dalam suhu dan tekanan ruang. Oleh karena
    itu ia harus dilarutkan dengan baik dalam Elpiji, agar bila elpiji
    bocor, dia juga keluar dan memberikan peringatan kepada yang
    menciumnya. Baunya kini dikenal sebagai “bau gas”.

    Jadi masalahnya saya kira bukan tabung, regulator, selang atau
    kompor . Tapi penyekat karet kecil itu dan kadar pembau dalam Elpiji.

    Masa Kadaluwarsa Tabung LPG

    Tahukah anda jika TABUNG nya gas elpiji ada masa kadaluwarsa- nya ?
    Jika anda beli gas, harap diperiksa lebih dahulu, kapan TABUNG
    tersebut berakhir masa pakainya.

    Penulisan kadaluwarsa berupa "ALFA CODE". Contoh: " A 09 "
    A = Januari - Maret
    B = April - Juni
    C = Juli - September
    D = Oktober - Desember
    maka A 09 adalah : Jan- Mart tahun 2009

    Sebarkan pengetahuan ini , barangkali anda bisa menyelamatkan
    seseorang. Ini penting karena gas yg sdh kadaluwarsa bisa berbahaya.
    Jangan main2 pentinggggg. Thanks untuk yang mau mengerti.

========> ********** <========
JASA PERANTARA AGROMANIA
Menjualkan dan Mencarikan Komoditi Agro
Isi Formulir di http://tiny.cc/bursa
SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9
========> ********** <========
GABUNG DI MILIS: http://tiny.cc/milis

Kirim email ke