Harga bawang merah yang berasal dari pulau Jawa harganya melonjak tajam mencapai Rp38 ribu per kilogram di Pasar Baru Tanjunguban, Minggu (8/12). Padahal biasanya harga bawang ini hanya Rp27 ribu per kilogramnya. Kenaikan ini sebenarnya sudah diawali beberapa Minggu sebelumnya yang mulai merangkak naik. "Harganya Rp38 ribu per kilogram untuk bawang dari pulau Jawa. Mungkin karena di Jawa sedang mengalami musim hujan. Setiap tahun harganya juga naik setiap musim hujan di Jawa," kata Eri, pedagang grosir di Pasar Baru, Tanjunguban, Minggu (8/12). Untuk harga bawang dari Burma juga mengalami kenaikan signifikan. Kalau biasanya harganya Rp8-Rp9 ribu per kilogramnya, saat ini sudah mencapa Rp15 ribu per kilogramnya. Eri memperkirakan kejadian musim utara turut mempengaruhi transportasi pengriman bawang dari Burma. Dan kemungkinan juga musim hujan berpengaruh pada produksi dari petani di Burma. "Angin kuat musim utara mungkin mempengaruhi transportasi pengiriman bawang dari Burma. Untuk tingkat produsen yaitu pada tingkat petani mungkin juga terpengaruh oleh musim hujan sebagaimana d pulau Jawa, sehingga mengakibatkan kelangkaan dan naiknya harga," dugaan Eri. Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Kabupaten Bintan yang meminta Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindag UKM) Kabupaten Bintan untuk turun tangan mengendalikan harga. Jangan sampai kenaikan harga-harga tidak terkendali. Karena SBSI menduga kenaikan harga bawang akan diikuti oleh kenaikan harga sembako pada umumnya, yang diakibatkan oleh kenaikan upah minimum Kabupaten/Kota (UMK). "Diseprindagkop UKM Kabupaten Bintan harus turun mengendalikan harga, jangan hanya bisa beralasan kenaikannya karena ini dan itu, tetapi tidak bisa mengendalikan harga tersebut. Saya khawatir kenaikan ini akibat kenaikan UMK. Kalau UMK naik, tetapi harga-harga barang juga naik, berarti buruh tidak bisa menikmati kenaikan UMK," kata Ketua SBSI Bintan Timbul Sianturi. Ia mengkritisi kejadian kenaikan harga bawang. Menurutnya, hanyalah salah satu pemicu untuk naiknya barang-barang yang lain, yang setiap tahunnya selalu berulang, seiring dengan selesainya pembahasan UMK. "Menurut saya bukan hanya harga bawang yang naik tajam, namun harga barang-barang lain sudah mulai merangkak naik. Tugas Disperindagkop UKM untuk menekan harga-harga ini agar jangan sampai naik. Supaya kenaikan UMK bisa mensejahterakan buruh dan para pekerja. Kalau UMK naik, tetapi harga barang-barang semua naik, terus siapa yang menikmati kenaikan UMK, jadi bukan buruh yang menikmati UMK," ungkapnya.(rof) SUMBER: http://www.haluankepri.com Senin, 09 December 2013 00:00 ========> ********** <======== BURSA AGROSUKSES Menjualkan dan Mencarikan Komoditi Agro Isi Formulir di http://www.jualbelikomoditi.com SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 ========> ********** <======== KLUB: http://www.agrosukses.com DATA: http://www.direktoriagrobisnis.com EBOOK: http://www.agrodirektori.com MILIS: http://bit.ly/bQX5lK GABUNG: http://www.agropremium.com

