Jakarta -Awal tahun 2014, pasar dalam negeri sudah dibanjiri oleh produk asing
atau impor. Sebut saja seperti bawang merah, bawang putih, kemudian berbagai
jenis cabai dan kentang.
Seperti dikutip detikFinance, Selasa (4/3/2014) dari laporan bulanan Badan
Pusat Statistik (BPS), impor bawang merah tercatat total 6.247 ton atau US$ 3,1
juta. Asalnya dari India 2.548 ton atau US$ 1,3 juta, Thailand 2.668 ton atau
US$ 1,2 juta dan Vietnam 1.030 ton atau US$ 487 ribu.
Bawang putih diimpor sebesar 30.790 ton atau US$ 22,2 juta. Impor dilakukan
dari China 30.734 ton atau US$ 22,2 juta dan Singapura 55,8 ton atau US$ 24
ribu. Lucunya negara Singapura menjadi salah satu pengekspor bawang putih.
Padahal jika melihat demografis Indonesia, negara yang luasnya jauh lebih
besar ketimbang Singapura seharusnya memiliki lahan yang banyak untuk
mengembangkan bawang putih.
Kemudian adalah Cabai (kering-tumbuk) dengan catatan 1.152 ton atau US$ 1,6
juta. Ini didatangkan dari India 891 ton atau US$ 1,1 juta, China 209 ton atau
US$ 30 ribu dan Thailand Malawi dan Pakistan serta negara lainnya sekitar 50
ton atau US$ 100 ribu.
Cabai jenis kedua adalah awet sementara dengan total impor 563 ton atau US$
576 ribu. Asalnya adalah dari China 243 ton atau US$ 292 ribu dan Thailand 320
ton atau US$ 284 ribu.
Selanjutnya adalah kentang dengan impor sebanyak 100 ton atau US$ 95 ribu.
Asal kentang keseluruhan pada bulan ini adalah dari Inggris.
(mkl/dru)
http://forum.detik.com/popular_threads.php?&page=2
http://forum.detik.com/popular_threads.php?&page=2