Kabar gembira bagi pelaku bisnis buah dan sayuran segar Indonesia. Potensi 
pasar buah nasional pada 2014 diperkirakan bernilai Rp 60 triliun. Nominal ini 
bahkan bisa melebihi Rp 100 triliun pada 2017. Selain didasari angka rata-rata 
konsumsi buah sebesar 40 kilogram per kapita, diramalkan konsumen kelas 
menengah pun akan mencapai 150 juta jiwa.
 
http://swa.co.id/business-strategy/marketing/tahun-2014-potensi-pasar-buah-rp-60-triliun/attachment/liputan-buah-nusantara-2
 Buah Nusantara
 
 “Perkiraan bisnis buah tahun 2013 sangat baik, terutama untuk pasar ritel. Di 
supermarket mana pun, promosi andalannya selalu yang segar (fresh). Artinya 
buah jadi daya tarik,” jelas Ketua Umum Asosiasi Eksportir-Importir Buah dan 
Sayuran Indonesia, Kafi Kurnia .
 Bukan hanya peritel yang diuntungkan dari perdagangan buah segar. Petani pun 
bisa merasakan nikmatnya dalam waktu 5 tahun ke depan. Jika laju impor ditekan 
menjadi 20% saja dari total konsumsi tahun 2017, kue untuk petani dalam negeri 
bisa mencapai 80% pangsa pasar.
 Di sisi lain, tantangannya cukup berat. Persaingan antara pedagang buah 
nusantara dengan eksportir asing, khususnya dari Cina, kian ketat. Kini 
eksportir asing tak sungkan lagi berdagang secara konsinyasi dengan para 
importir dalam negeri. Buah impor tersebut dibanderol semurah-murahnya hingga 
Rp 4.000 per kilogram.
 Kafi melanjutkan, untuk menghadapi perang harga di pasar buah segar, produsen 
dan pemasar mesti sama-sama menang dari segi kualitas. “Ambil contoh, ada 
mangga seharga Rp3.000 per kilogram dan ada yang seharga Rp35.000. Strategi 
menghadapi ini bukanlah meningkatkan kuantitas, melainkan kualitas,” 
pungkasnya. (EVA)

=============================
Mitra Bisnis Menanti Anda di:
http://www.agrosukses.com
INFO SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9
=============================
MILIS: http://bit.ly/bQX5lK http://bit.ly/bQX5lK


Kirim email ke