Khafidz Nasrullah, Omzet Miliaran Rupiah dari Bisnis Minyak Atsiri

Di usianya yang baru 23 tahun, mahasiswa sebuah universitas negeri di 
Yogjakarta ini kini sudah menjadi pengusaha sukses beromzet miliiaran rupiah. 
Namun untuk mendapatkan semua itu memerlukan perjuangan penuh liku. Berikut 
wawancara NOVA dengan pemuda asal Desa Ngargosari, Kec. Sukorejo, Kab. Kendal 
(Jateng).

Omzet usaha minyak asiri milik Anda kini mencapai Rp2 miliar per tahun. Kok, 
bisa di usia relatif muda sudah memiliki usaha sebesar ini ?

Usaha ini tak serta merta besar, tapi memerlukan perjuangan panjang yang penuh 
liku. Semua ini saya bangun dengan tenaga dan kesungguhan. Salah satu yang 
mendorong saya berusaha keras adalaha latar belakang saya yang berasal dari 
keluarga miskin dan tinggal di desa.

Saya lahir dan besar di Desa Ngargosari, Sukorejo, Kec. Kendal (Jateng), sebuah 
desa dengan ekonomi dan latar belakang pendidikan masyarakat yang rendah. 
Rata-rata pekerjaan masyarakat di desa hanya buruh tani. Selepas SMA, saya 
gembira karena keinginan saya melanjutkan kuliah tercapai setelah pihak 
kabupaten berjanji memberikan beasiswa setelah saya diterima di Teknik Industri 
Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta. Tapi kebahagiaan itu tak berlangsung 
lama, karena sebuah kesalahan, pemda setempat membatalkan program beasiswa itu.

Lalu?

Oleh karena sudah di terima di UIN, ya, mau tak mau saya lanjutkan saja. 
Persoalannya, karena saya tak punya biaya cukup, terpaksa untuk membayar uang 
masuk universitas sebesar Rp1,4 juta bapak saya di kampung jual kambing 
peliharaan yang laku Rp1,6 juta. Sisanya, untuk tambah-tambah biaya hidup.

Pada semester pertama kuliah, supaya irit biaya, saya tidak kos tapi menumpang 
tidur di masjid, tapi tak lama kemudian ada orang yang mau membantu agar saya 
tinggal di kontrakannya.

Menginjak semester dua, saya memutuskan hidup mandiri dan tidak lagi minta 
bantuan orangtua (Khafidz adalah anak ke-3 dari empat bersaudara pasangan 
Mistam (55) dan Surya (55), pasangan buruh tani, Red. ). Lantaran tak ada lagi 
kiriman uang dari kampung, di sela-sela kuliah saya kerja serabutan. Dari 
membantu anak-anak kos angkat galon air mineral, angkut-angkut barang yang 
pindah kos, sampai pernah jualan burung yang saya dapat dari desa. Pokoknya apa 
saja, yang penting ada pemasukan. Di tengah kesulitan itu, lalu muncul ide.

Apa itu?

Saya coba membuka warung akringan di kawasan kampus UGM. Dengan modal uang 
Rp500 ribu pinjaman dari teman, saya sewa gerobak sehari Rp3 ribu, dan sisanya 
saya belanjakan bahan-bahan. Jadi, aktivitas saya dari pagi sampai siang adalah 
kuliah, kemudian sepulang kuliah saya pergi ke pasar untuk kulakan bahan. Dan 
mulai jam 17.00 saya buka angkringan sampai dini hari, begitu seterusnya. 
Pokoknya sehari semalam saya maksimal hanya bisa tidur 3 jam saja.

Sementara tugas kuliah saya kerjakan di warung angkringan. Meski penghasilan 
tidak banyak, tapi cukup untuk bayar kos, cicilan modal awal, uang kuliah, beli 
buku, hingga akhirnya saya bisa membeli gerobak itu. Namun ada satu hal yang 
sangat berharga ketika memiliki usaha angkringan ini. Di sana saya mendapat 
ilmu wirausaha dari para pembeli dengan latar belakang pendidikan yang 
bervairiasi.

Sampai kapan punya usaha angkringan ?

Tahun 2009 saya tutup sementara karena saya dapat tugas praktik lapangan di 
sebuah perusahaan di Jakarta selama dua bulan. Tapi apesnya, sepulang dari 
Jakarta, gerobak saya hilang dicuri orang. Lantaran tak punya pekerjaan lain, 
saya melamar kerja ke bebarapa lembaga survei.

Lantas, bagaimana sampai bisa memiliki usaha minyak asiri?

Sebenarnya itu ide yang datang secara spontan. Di tahun 2009, saat pulang dari 
Jogja menuju Kendal, di sepanjang perjalanan saya melihat daun-daun cengkih 
kering, rontok, berserakan di bawah pohon. Dari pemandangan itu lalu terlintas 
di pikiran saya, andai daun cengkih itu diolah dengan baik dan ditunjang ilmu 
marketing yang profesional, pasti akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Di 
kawasan desa saya, pengolahan minyak asiri memang sudah ada di mana-mana, tapi 
karena tak dikelola secara baik, jadi hasilnya tak berkembang baik. 
Masyarakatnya tetap miskin.
khafidz prestasi

Dalam suatu kesempatan, Khafidz pernah mraih penghargaan sebagai salah satu 
pengusaha muda berprestasi. (Foto: Dok pri)

Anda langsung mencoba?

Tidak. Saya melakukan riset kecil-kecilan dulu selama setahun. Saya cari bahan 
di internet serta mengambil data dari beberapa kementerian untuk membuat 
business plan . Di antaranya data tentang perusahaan apa saja yang membutuhkan 
minyak asiri, berapa jumlahnya, berapa harga jualnya, dan sebagainya. Pokoknya 
semua saya petakan dulu.

Lalu?

Dari hasil riset itu, untuk membuat usaha minyak asiri minimal dibutuhkan dana 
awal Rp80 juta. Uang itu untuk membuat drum penyulingan, pemanas, dan 
lain-lain. Itu biaya paling murah dan alatnya dirancang sendiri tanpa bantuan 
orang lain, keculi tukang lasnya. Kalau pesan alat khusus, tentu harganya jauh 
lebih mahal.

Setelah tahu biaya yang dibutuhkan tadi, saya masukkan proposal ke orang-orang 
yang kira-kira berminat dengan sistem bagi hasil. Tapi dari 10 orang yang saya 
temui, tak satupun ada yang mau menanamkan modalnya. Untungnya, orang ke-11 
yang saya temui berminat membiayai rencana kerja saya itu.

Akhirnya?

Tanpa menunggu waktu, setelah dana turun, semua rencana kerja itu saya 
laksanakan dengan baik. Semua tahapan bejana penyuligan saya buat sedemikian 
rupa sehingga akhirnya jadi dengan baik.

Sepertinya tak mengalami kesulitan saat merancang mesin penyulingan, ya? 
Padahal itu pengalaman pertama Anda?

Benar. Tapi pada dasarnya tidak terlalu sulit, kok, sebab di desa kami 
penyulingan seperti ini sudah banyak. Jadi saya bisa mencontoh dari milik 
mereka. Tapi tetap saya sempurnakan dengan tambahan pengetahuan yang saya dapat 
dari internet. Yang membuat saya gembira, berdirinya usaha yang saya namakan PT 
Kendal Agro Atsiri ini ternyata bisa memberi manfaat bagi masyarakat desa, 
terutama kaum wanitanya.

Ibu-ibu yang sudah berumur yang biasannya tak punya pekerjaan atau paling jadi 
buruh tani, saya rekrut untuk memunguti daun cengkih yang berserekan, lalu 
dijual ke tempat saya. Daun cengkih kering itu per kilonya saya beli dengan 
harga Rp1.000. Usaha saya pun berjalan lancar dan hanya butuh waktu setahun 
saja modal kami sudah kembali. Secara kebetulan, pemodal saya mengundurkan diri 
dan menarik semua uang yang pernah disetorkan, sehingga modal usaha yang ada di 
perusahaan mutlak milik saya. Bahkan saat ini saya sudah punya empat mesin 
penyulingan.

Seperti apa proses pembuatan minyak asiri?

Sederhana, kok. Daun cengkih atau nilam yang kering dimasukkan ke dalam sebuah 
bejana, kemudian didestilasi bersama zat pelarut untuk diambil minyaknya. 
Selanjutnya minyak disuling untuk mendapatkan minyak asirinya.

Apakah ada hambatan sejak mengawali usaha?

Jujur saja, usaha ini memang terbilang lancar, sebab sudah saya rencanakan 
sebaik mungkin. Tapi perlu diketahui, selama proses membangun usaha ini 
perasaan saya cukup tegang juga. Ha ha ha...

Kenapa?

Soalnya saya ingin berusaha sebaik mungkin supaya tidak gagal. Sebab dari awal, 
sebenarnya bapak saya sudah mengingatkan, apakah saya sudah tepat memilih usaha 
ini. Selama ini, kan, semua pengusaha minyak asiri di kampung hidupnya, ya, 
begitu-begitu saja. Masak saya mau menyusul seperti yang lain? Sementara secara 
pengetahuan saya memiliki kelebihan dibanding yang lain.

Bagaimana cara mendapatkan penghasilan lebih dari produsen minyak asiri lainnya?

Caranya sebenarnya mudah. Pertama, jangan menjual minyak asiri dalam jumlah 
kecil, tapi harus sekaligus besar. Kedua, memasarkannya jangan kepada 
tengkulak, tapi harus langsung ke perusahaan-perusahaan besar yang menjadikan 
minyak asiri sebagai bahan utama. Seperti yang kita ketahui, minyak asiri atau 
essential oil yaitu minyak yang diambil dari sari tumbuhan. Minyak asiri banyak 
digunakan untuk bahan kosmetik, obat-obatan, dan parfum.
khafidz essential oil in the wprld

Khafidz memiliki impian, suatu saat nanti kendal dikenal sebagai pusat 
essential oil in the world. (Foto: Dok Pri)

Pengelolaan usaha ini dikerjakan sendiri atau sudah dibantu orang lain?

Sejak awal saya melibatkan diri secara total. Kendati saya memiliki karyawan 
tetap sebanyak 15 orang dan 400 orang tenaga lepas, tapi saya ikut mengerjakan 
semuannya. Dari menyapu pabrik, menyopiri truk, sampai tugas yang lainnya juga 
sudah saya jajal semua. Dengan begitu saya jadi tahu kesulitan tiap karyawan.

 (Ketika menjemput NOVA di terminal Sukorejo, Khafidz menegndarai truk dengan 
mengenakan kaos dan topi, layaknya seorang pekerja perkebunan. namun di bangku 
sopir tampak tas kuliah dan sepatu yang biasa dikenakannya ke kampus. )

Kabarnya, minyak asiri Anda sudah sampai ke benua Eropa, ya?

Jadi, saya pernah mendapat kesempatan ikut short course manajemen binis lewat 
online pada sebuah lembaga yang berpusat di Kanada. Sambil belajar dari dunia 
maya itu, saya jadi kenal dengan teman-teman sesama peserta yang ada di 
berbagai belahan dunia lain. Sambil belajar lalu saya tawarkan minyak asiri 
produk saya itu ke mereka. Alhamdulillah mereka mau membantu menawarkannya juga 
ke perusahaan-perusahaan yang ada di sana.

Syukurlah, akhirnya ada perusahaan kosmetik dari Jerman dan Swiss yang berminat 
memesan. Begitu perusahaan tadi tertarik, lalu saya mengirim sampel minyak 
asiri dalam botol. Oleh karena ini perusahaan asing, sehingga menyesuaikan 
standarnya juga tidak mudah. Setelah menerima sampel yang saya kirim, mereka 
lalu melakukan pengujian.

Setelah lolos uji, perusahaan itu barulah melakukan pemesanan dua ton minyak 
asiri per bulan kepada saya. Tak hanya memesan, tapi orang dari Swiss itu 
sempat datang juga mengunjungi tempat usaha saya di desa. Namun untuk sementara 
ini ekspor untuk Eropa saya stop.

Lho, kenapa ?

Saya sengaja menghentikan sementara, karena dengan empat mesin yang saya miliki 
sekarang ini tidak akan bisa memenuhi permintaan dari Eropa yang maunya dalam 
sebulan mencapai 10 ton. Dari pada dalam perjalanan waktu saya tidak bisa 
memenuhi permintaan dan membuat nama saya jadi jelek, lebih baik saya hentikan 
dulu.

Tapi ini hanya sementara saja, dalam tahun ini saya akan menggenapi jadi 10 
mesin sehingga permintaan dari luar negeri bisa terpenuhi lagi.

Sebenarnya apa saja yang bisa dijadikan minyak asiri?

Sebenarnya semua tanaman bisa dijadikan minyak asiri. Cuma sekarang ini yang 
sudah diketahui manfaatnya adalah minyak asiri dari daun cengkih, nilam, mawar, 
melati, dan sebagainya. Saat ini harga minyak asiri dari daun cengkih Rp100 
ribu per kg, nilam mencapai Rp400 ribu per kg, sementara dari kulit pala 
berharga Rp600 ribu per kg.

Bahkan asiri dari mawar bisa mencapai ratusan juta rupiah. Untuk saat ini omzet 
per tahun perushaan saya mencapai Rp2 miliar, tapi akhir tahun ini saya sudah 
punya target Rp2 miliar per bulan. Untuk sementara ini saya fokus pada asiri 
dari daun cengkih dan nilam, yang di daerah sini bahan dasarnya memungkinkan 
untuk bisa didapat lebih banyak. Tapi ke depan, tak menutup kemungkinan saya 
buat dari dari bahan lain.

Apa keinginan Anda selanjutnya?

Saya ingin terus mengembangkan usaha ini sampai besar, sehingga bisa mengangkat 
derajat ekonomi masyarakat desa saya. Oleh karena itu sekarang saya sudah mulai 
membuat rumah baca yang akan saya penuhi dengan buku-buku untuk memberi wadah 
anak-anak desa menimpa ilmu pengetehuan.

Keinginan besar lainnya, saya ingin Kendal dikenal sebagai ksentra kawasan 
essential oil in the world dan saya yakin itu bisa, sebab secara bahan dasar 
sampai sumber daya manusianya di sini sangat memenuhi.

Omong-omong, kapan lulus kuliah?

Insya Allah tahun 2013 ini sudah lulus. Sekarang saya sedang menyelesaikan 
skripsi.

Apa tips sukses Anda?

Pertama, memang harus gigih, punya semangat tinggi. Kemudian, dalam memulai 
sebuah usaha harus direncanakan dulu secara matang. Dalam sebuah usaha, ada 
tiga komponen yang harus diperhatikan, yakni faktor finansial 20 persen, faktor 
produksi 20 persen, dan marketing 60 persen. Segi marketing memang memegang 
peranan penting dalam sebuah usaha.

Kekuatan marketing itu memang sangat luar biasa. Makanya, sebagus apa pun 
produk tapi jika tidak diimbangi dengan marketing yang bagus, tentu tidak akan 
jalan. Salah satu contoh, cokelat terbaik di dunia berasal dari Belgia. 
Padahal, Belgia hanya proses pengolahannya saja, sebab di sana tak ada pohon 
cokelat. Cokelatnya sendiri sebenarnya barasal dari Kalimantan, lho.  Gandhi 
Wasono M. 

SUMBER: http://www.tabloidnova.com

========> ********** <========
BURSA AGROSUKSES
Menjualkan dan Mencarikan Komoditi Agro
Isi Formulir di http://www.jualbelikomoditi.com
SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 
========> ********** <========
PEMASARAN : http://www.agrosukses.com
DIREKTORI: :: Ebook direktori Pemasaran Agrobisnis Edisi 2013-2014 :: Solusi 
Menjual Produk/Komoditi Agrobisnis Anda ! http://www.agrodirektori.com


 
 
 http://www.agrodirektori.com 
 
 :: Ebook direktori Pemasaran Agrobisnis Edisi 2013-2014 ... 
http://www.agrodirektori.com Ebook direktori Pemasaran Agrobisnis Edisi 
2013-2014 Terlengkap
 
 
 
 View on www.agrodirektori.com http://www.agrodirektori.com 
 Preview by Yahoo 
 
 
 

Kirim email ke