--- On Sun, 7/4/10, Bambang Soewito <[email protected]> wrote:


From: Bambang Soewito <[email protected]>
Subject: FW: PERENUNGAN UNTUK ORANG SOMBONG
To: "Aubrey chen" <[email protected]>, "Budi Wong" <[email protected]>, 
"Eddy Suyanto" <[email protected]>, "Herman Darmadi" <[email protected]>, 
"Hinanto adiwidya" <[email protected]>
Received: Sunday, July 4, 2010, 8:46 AM






  



oleh: Ev. Bedjo Lie, S.E., M.Div.

 
 
 
“Semakin sombong seseorang semakin ia membenci kesombongan dalam diri orang 
lain.”
(C. S. Lewis)
 
 
 
Suatu malam, seorang mahasiswa berkata kepada saya dalam pergumulannya, “Pak, 
saya sedang bergumul dengan diri saya. Saya merasa sombong dan ini mengganggu 
saya.” Melihat ekspresi wajahnya yang serius dan tulus, saya menjawabnya, 
“Tenang saja, kesombonganmu jelas masih dalam taraf yang belum puncak. 
Pernyataanmu bahwa kamu merasa sombong menunjukkan bahwa kamu tidak benar-benar 
sombong.” Setelah itu kami berbicara panjang lebar dan saling mendukung.
 
Komentar saya di atas mencerminkan sebuah keyakinan bahwa mereka yang sombong 
total biasanya tidak menyadari kesombongannya dan mereka yang mampu mengakui 
kesombongannya, masih memiliki sisa-sisa kerendahan hati.. Hal ini seperti, 
orang yang agak mabuk sadar bahwa ia agak mabuk, namun orang yang mabuk total 
tidak sadar bahwa ia mabuk; atau orang yang setengah tertidur sadar bahwa ia 
setengah tertidur, tetapi mereka yang tertidur lelap tidak sadar bahwa ia 
sedang tertidur. 
 
Nah, dalam pergulatan melawan dosa yang sama sekali tidak pantas ini, saya tiba 
pada karya C. S. Lewis, seorang profesor Cambridge yang menulis buku Mere 
Christianity dan banyak novel seperti The Chronicles of Narnia. 
     
Jika C. S. Lewis ditanya tentang ciri-ciri orang sombong, jelas sekali ia akan 
menjawab: “orang sombong adalah orang yang sering kali tersinggung dengan orang 
sombong lainnya.” Kalimat itu bukan kata-katanya, tetapi rangkuman dari 
pemahamannya. Dalam bahasanya sendiri, ia berkata bahwa kesombongan adalah dosa 
yang “semakin kita memilikinya semakin kita tidak menyukainya dalam diri orang 
lain.” Pendeknya, ketika Anda tidak terima, jengkel, dan tersinggung dengan 
orang yang Anda anggap sombong, sangat mungkin kesombongan dalam diri Anda 
sedang memberontak melawan kesombongan orang lain. “Emangnya dia aja yang bisa, 
gua juga bisa tahu!” Begitulah ketika orang sombong tersinggung dengan orang 
sombong lainnya.
 
Kebenarannya adalah, semakin sering Anda tersinggung dan tidak menyukai 
orang-orang yang Anda anggap sombong, semakin mungkin bahwa Anda sendiri adalah 
orang yang sombong. 
 
Pertama-tama, saya kurang sreg dengan pemikiran C. S. Lewis ini. Bukankah 
mungkin, seseorang yang pandai menganalisa orang lain (misalnya: psikolog) 
mampu menemukan kesombongan dalam diri orang lain tanpa terjatuh dalam 
kesombongan yang sama? Begitu kata saya dalam hati (dan mungkin juga Anda!). 
Namun, jelaslah bahwa hal ini adalah kesalahpahaman terhadap pemikiran C. S. 
Lewis. Ia tidak berkata bahwa orang yang sombong adalah orang yang mampu 
menemukan kesombongan orang lain, tetapi bahwa orang yang sombong adalah orang 
yang tidak menyukai kesombongan dalam diri orang lain. Selanjutnya, yang harus 
diingat adalah bahwa motivasi ketidaksukaan (dalam pemikiran C.. S. Lewis) ini 
bukanlah karena kita tahu bahwa kesombongan itu ditentang Allah, melainkan 
karena kita merasa tersinggung, marah dan tidak suka ketika ada orang yang 
menyombongkan diri di hadapan kita. Nah, kesombongan jenis inilah yang 
dibicarakan C. S. Lewis. 
 
   Pemikiran C. S. Lewis di atas sungguh sederhana sekaligus mendalam karena ia 
telah berhasil menemukan ciri-ciri orang yang sombong, bahkan mungkin ciri yang 
terutama. Selanjutnya C. S. Lewis berkata, “Kesombongan pada hakikatnya 
bersifat kompetitif – naturnya itu sendiri bersifat kompetitif – sementara 
kejahatan-kejahatan lainnya, bisa dikatakan hanya berkompetisi secara 
kebetulan.” Ia menjelaskan, “Kesombongan tidak merasa senang karena memiliki 
sesuatu, tetapi hanya jika ia memiliki sesuatu yang melebihi apa yang dimiliki 
oleh orang di sebelahnya.” Kesombongan selalu membuat orang kompetitif terhadap 
orang lain. Kesombongan eksis dalam konteks perbandingan dengan orang lain dan 
bukan kesendirian. 
 
Selanjutnya, jika Anda mengamati semua dosa yang lain, misalnya orang yang suka 
korupsi waktu kerja atau uang perusahaan, pornografi, pornoaksi, mabuk-mabukan, 
mencuri, bahkan membunuh, Anda akan menemukan bahwa mereka yang melakukannya 
tidak selalu keberatan jika orang lain juga melakukannya. Itulah sebabnya kita 
dapat menemukan sekelompok mahasiswa tukang contek yang saling bersahabat, 
“persekutuan” para pemabuk, kumpulan orang-orang cabul, kelompok para pencuri 
waktu kerja, dan geng para pembunuh. Dalam bahasa C. S. Lewis, 
“Kejahatan-kejahatan lainnya terkadang bisa mempersatukan orang: Anda mungkin 
menemukan persekutuan dan senda gurau dan persahabatan yang erat di engah 
orang-orang yang mabuk dan tidak suci.” 
 
Namun demikian, kesombongan adalah dosa yang amat berbeda. Kesombongan selalu 
berarti perseteruan- kesombongan adalah perseteruan. Dan bukan hanya 
perseteruan antara manusia dengan manusia, tetapi perseteruan dengan Allah. 
Singkatnya, dalam hikmat C. S. Lewis, dosa-dosa yang lain masih bisa 
mempersatukan orang-orang, tetapi kesombongan selalu berarti perseteruan, 
pertikaian, dan konflik yang tidak dengan orang lain. Oleh karena itu, jika ada 
suatu konflik tak berkesudahan, baik itu di dalam persahabatan, pernikahan, 
pekerjaan, C. S. Lewis akan menebak, pasti ada orang yang sombong di dalamnya, 
sehingga begitu sulitnya hal itu diselesaikan. Tentu saja semakin sulit lagi, 
jika pihak yang sombong selalu berpikir bahwa pihak lawanlah yang sombong. Ini 
benar-benar lingkaran setan! Tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah seperti 
ini kecuali Tuhan. 
 
Akhirnya, terhadap kesombongan ini C. S. Lewis ingin memberikan peringatan yang 
tegas,  “Selama Anda menjadi orang yang sombong Anda tidak bisa mengenal Allah” 
Mengapa? “Sebab kesombongan adalah kanker spiritual: yang memakan habis setiap 
kemungkinan dari kasih, atau perasaan cukup, atau bahkan akal sehat.” Pemikiran 
C. S. Lewis hanyalah gema cerdas dari kebenaran Alkitab yang berkata, “Kasih 
itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan 
tidak sombong” (1Kor. 13:4). C. S. Lewis menutup pembahasannya dengan 
menunjukkan jalan menuju kerendahan hati. Ia berkata, “Langkah pertama adalah 
menyadari bahwa Anda adalah orang yang sombong. Dan langkah itu sekaligus 
merupakan langkah yang cukup besar. Setidaknya, tidak ada sesuatupun yang bisa 
dilakukan sebelumnya.  Jika Anda berpikir bahwa Anda tidak tinggi hati, itu 
berarti Anda memang tinggi hati” Selamat Merenung.
 
 
 
 
Sumber: e-mail yang dikirim langsung dari penulis
 
 
 
 
Profil Penulis:
Ev. Bedjo Lie, S.E., M.Div. adalah Kepala Pusat Kerohanian (Pusroh) dan dosen 
Filsafat Agama dan Christian Worldview di Universitas Kristen Petra, Surabaya. 
Beliau menyelesaikan studi Sarjana Ekonomi (S.E.) di UK Petra, Surabaya dan 
Master of Divinity (M.Div.) di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang. 
Beliau mendapat sertifikat dari Ravi Zacharias International Ministry, Academy 
of Apologetics, India.
 
 
 
 
Editor dan Pengoreksi: Denny Teguh Sutandio


“The evil in our desires often lies not in what we want, but in the fact that 
we want it too much.”
(Dr. John Calvin; paraphrased by Dr. David Powlison; as quoted in Rev. C. J. 
Mahaney, Worldliness: Resisting the Seduction of a Fallen World, ed. C. J. 
Mahaney, p. 20)







#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-mkp
{border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;padding:0 10px;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-mkp hr
{border:1px solid #d8d8d8;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-mkp #ecxhd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-mkp #ecxads
{margin-bottom:10px;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-mkp .ecxad
{padding:0 0;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-mkp .ecxad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-sponsor #ecxygrp-lc
{font-family:Arial;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-sponsor #ecxygrp-lc #ecxhd
{font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-sponsor #ecxygrp-lc .ecxad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}
#yiv490129392 .ExternalClass a
{color:#1e66ae;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxactions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxactivity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxactivity span
{font-weight:700;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxactivity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxactivity span span
{color:#ff7900;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxactivity span .ecxunderline
{text-decoration:underline;}
#yiv490129392 .ExternalClass .ecxattach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}
#yiv490129392 .ExternalClass .ecxattach div a
{text-decoration:none;}
#yiv490129392 .ExternalClass .ecxattach img
{border:none;padding-right:5px;}
#yiv490129392 .ExternalClass .ecxattach label
{display:block;margin-bottom:5px;}
#yiv490129392 .ExternalClass .ecxattach label a
{text-decoration:none;}
#yiv490129392 .ExternalClass blockquote
{}
#yiv490129392 .ExternalClass .ecxbold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}
#yiv490129392 .ExternalClass .ecxbold a
{text-decoration:none;}
#yiv490129392 .ExternalClass dd.ecxlast p a
{font-family:Verdana;font-weight:700;}
#yiv490129392 .ExternalClass dd.ecxlast p span
{margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}
#yiv490129392 .ExternalClass dd.ecxlast p span.ecxyshortcuts
{margin-right:0;}
#yiv490129392 .ExternalClass div.ecxattach-table div div a
{text-decoration:none;}
#yiv490129392 .ExternalClass div.ecxattach-table
{width:400px;}
#yiv490129392 .ExternalClass div.ecxfile-title a, #yiv490129392 .ExternalClass 
div.ecxfile-title a:active, #yiv490129392 .ExternalClass div.ecxfile-title 
a:hover, #yiv490129392 .ExternalClass div.ecxfile-title a:visited
{text-decoration:none;}
#yiv490129392 .ExternalClass div.ecxphoto-title a, #yiv490129392 .ExternalClass 
div.ecxphoto-title a:active, #yiv490129392 .ExternalClass div.ecxphoto-title 
a:hover, #yiv490129392 .ExternalClass div.ecxphoto-title a:visited
{text-decoration:none;}
#yiv490129392 .ExternalClass ecxdiv#ygrp-mlmsg #ecxygrp-msg p a 
span.ecxyshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}
#yiv490129392 .ExternalClass .ecxgreen
{color:#628c2a;}
#yiv490129392 .ExternalClass .ecxMsoNormal
{}
#yiv490129392 .ExternalClass ecxo
{font-size:0;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxphotos div
{float:left;width:72px;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxphotos div div
{border:1px solid #666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxphotos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxreco-category
{font-size:77%;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxreco-desc
{font-size:77%;}
#yiv490129392 .ExternalClass .ecxreplbq
{}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-mlmsg table
{font-size:inherit;font:100%;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-mlmsg select, #yiv490129392 
.ExternalClass input, #yiv490129392 .ExternalClass textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-mlmsg pre, #yiv490129392 .ExternalClass 
code
{font:115% monospace;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-mlmsg ecx*
{line-height:1.22em;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-mlmsg #ecxlogo
{padding-bottom:10px;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-mlmsg a
{color:#1E66AE;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-msg ecxp#attach-count span
{color:#1E66AE;font-weight:700;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-reco #ecxreco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-sponsor #ecxov li a
{font-size:130%;text-decoration:none;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-sponsor #ecxov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-sponsor #ecxov ul
{padding:0 0 0 8px;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-text
{font-family:Georgia;}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-text p
{}
#yiv490129392 .ExternalClass #ecxygrp-text tt
{font-size:120%;}




Your Photo on Bing.ca: You Could WIN on Canada Day! Submit a Photo Now! 

Kirim email ke