_____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Maria B Marlene Shinta
Sent: 06 Juli 2010 1:46
To: Milis Paroki; Milis Doa Satu Menit; Milis Renungan Doa
Subject: [doa-satu-menit] RH Mutiara Iman, Senin, 05 Juli 2010 - Matius
9:18-26

 



RH Mutiara Iman
Senin, 05 Juli 2010
St. Antonius Maria Zakaria
(by: Rm. Hermanus Sigit Pawanta, SVD)

Mutiara Iman:
"Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau."
[Matius 9:22]

BACAAN PERTAMA - Hosea 2:13-15,18-19;

MAZMUR TANGGAPAN - Mazmur 145:2-9;

BACAAN INJIL - Matius 9:18-26;

          Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah
seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku
perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu
atasnya, maka ia akan hidup." Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang
itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Pada waktu itu seorang perempuan
yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus
dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya:
"Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Tetapi Yesus berpaling dan
memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah
menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. Ketika
Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup
seruling dan orang banyak ribut, berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini
tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang
banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah
anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

MEDITATIO:
          Ketika memimpin misa, saya sering sekali mendoakan intensi syukur
dari umat. Ada yang bersyukur karena dikabulkan doa-doa mereka. Ada yang
diselamatkan dari kecelakaan. Banyak umat yang mengimani bahwa
peristiwa-peristiwa tertentu dalam hidup adalah mukjizat Allah.

          Injil hari ini mengisahkan Yesus menyembuhkan wanita yang
mengalami sakit pendarahan dan juga membangkitkan seorang anak yang telah
mati. Mukjizat terjadi karena iman wanita itu dan kepercayaan, kepasrahan
dari seorang kepala rumah ibadat. Iman mereka menggerakkan hati Yesus untuk
membuat mukjizat.

          Hidup harian kita senantiasa penuh mukjizat. Bahwa kita masih
diberi kesempatan untuk hidup, itu adalah mukjizat terbesar. Bahwa kita
diberi kesehatan, kegembiraan, kekuatan untuk menahan penderitaan, semuanya
adalah mukjizat. Mukjizat Allah senantiasa dekat di sekitar kita. Hanya
untuk mengenalnya, dari kita dibutuhkan mata iman. Lebih jauh, kepada Tuhan
kita bisa memohon mukjizat asalkan di dalam diri kita ada iman, ada
kepercayaan dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah.

CONTEMPLATIO:
Ciptakanlah hening di dalam batinmu. Sadarilah bahwa mukjizat Allah mengalir
setiap saat. Setiap tarikan nafasmu adalah mukjizat dari Allah. Mohonlah
iman kepada Allah supaya dirimu dapat selalu berpasrah.

ORATIO:
Tuhan, terima kasih untuk rahmat kehidupan yang boleh aku terima. Ajarilah
aku untuk mengenal dan mensyukuri setiap mukjizat dalam kehidupan ini. Amin.

MISSIO:
Hari ini aku hendak bersyukur atas hidupku dan atas segala kebaikan dan
keindahan yang ada di sekitarku.

Tuhan memberkati!













Kirim email ke