--- On Mon, 7/19/10, victor lnu <[email protected]> wrote:


From: victor lnu <[email protected]>
Subject: Fw: Mencintai adalah Pilihan
To: "hinanto adiwidya" <[email protected]>, "magdalena tanujaya" 
<[email protected]>
Received: Monday, July 19, 2010, 10:24 PM








--- On Mon, 7/19/10, sam tjioe <[email protected]> wrote:


From: sam tjioe <[email protected]>
Subject: Mencintai adalah Pilihan
To: 
Date: Monday, July 19, 2010, 8:42 PM









  



 
 
(Dari milis lain)





‎​Bertemu adalah kesempatan.

Mencintai adalah pilihan.

Ketika bertemu seseorang yang membuat kita tertarik....
Itu bukan "pilihan", itu adalah "kesempatan" .

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala 
kekurangannya.
Itu bukan "kesempatan" , itu adalah "pilihan".

Ketika kita memilih bersama seseorang walau apapun yang terjadi, justru di saat 
kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, 
lebih kaya daripada pasangan kita, dan tetap memilih untuk mencintainya. Itu 
bukan "kesempatan" , itu adalah "pilihan".

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang sebagai "kesempatan" dalam hidup 
kita.
Tetapi cinta yang dewasa, mencintai dengan komitmen adalah "pilihan".

Mungkin "kesempatan" mempertemukan pasangan jiwa kita dengan kita.
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah "pilihan" yang 
harus kita pertanggung jawabkan.

Kita berada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk 
dicintai, tetapi untuk BELAJAR mencintai orang yang belum sempurna dengan 
"cara" yang sempurna....


( Email dari : Bambang Kuswadi, Sby )




 



Kirim email ke