Mungkinkah ini bisa dilakukan????padahal permintaan pasien sendiri _____
Penderita Sindrom "Locked In" Minta Disuntik Mati" Yayat Suratmo Published 07/20/2010 - 6:05 a.m. GMT Seorang pria Inggris, Tony Nicklinson (56), telah mengirim surat ke Direktur Penuntutan Umum Pengadilan Tinggi Inggris, Kier Starmer, untuk menerbitkan panduan agar "Pembunuhan manusiawi" terhadap dirinya tak dituntut secara hukum. Permintaan Tony terkait kondisi dirinya yang sangat memprihatinkan. Insinyur dan mantan pemain rugby ini, terserang penyakit Casthatropic Stroke, sejenis penyakit stroke yang langka atau sering disebut sindrom "Locked In". Penderita penyakit ini nyaris mengalami kelumpuhan total. Pada kasus Tony, ia hanya hanya dapat berkedip dan menganggukan kepala. Selebihnya lumpuh total. Saat diwawancarai BBC News, Jane (54) istri Tony, mengatakan bahwa Tony telah memintanya untuk membunuh Tony secara manusiawi. Namun Tony tak ingin Jane nanti terjerat kasus hukum. Hukum Inggris menyatakan pembunuhan diri atau eutanasia dilarang dan pelakunya dapat dijerat hukum. Karenanya Tony berupaya mencari celah hukum agar pembunuhan secara 'manusiawi' lewat suntik mati atas dirinya dapat dilegalkan. Menurut Jane, seperti mengikuti kemauan Tony, hal itu untuk mengakhiri penderitaan hidupnya. Seperti dilansir telegraph, ayah dari Chippenham dan Wiltshire ini mengalami stroke saat bekerja di Yunani pada tahun 2005 yang merusak sebagian besar fungsi otaknya. Sejak bencana itu, hidup Tony benar-benar tergantung pada Jane. Dia hidup seperti bayi, tubuhnya tak sanggup lagi melakukan aktifitas yang sederhana sekalipun, seperti menulis atau menggaruk kepala. "Saya memerlukan bantuan dalam hampir setiap aspek kehidupan Saya. Saya tidak bisa menggaruk jika Saya gatal. Aku makan seperti bayi. Saya tidak punya lagi privasi atau martabat, berpakaian dan ditidurkan oleh penjaga," tulis Tony dalam suratnya kepada Pengadilan Tinggi Inggris. "Saya bosan dengan kehidupan Saya dan tidak ingin menghabiskan 20 tahun ke depan seperti ini," Tim Pengacara Tony mengatakan bahwa kliennya tidak merasa tertekan saat mengajukan permohonan ini, dan juga tidak membutuhkan konseling. "Dia sudah hampir empat tahun untuk memikirkan masa depannya dan dia tidak menikmati prospek," ujar salah satu pengacara. Sementara, Sarah Wootton, salah satu penggiat organisasi kemanusian menyebutkan situasi Tony sangat langka dan tragis. "Permintaannya untuk mati tidak dapat dijawab dengan mudah, baik oleh hukum maupun masyarakat," kata Sarah. "Tapi satu hal yang jelas, hukum saat ini gagal buat Tony dan keluarganya,"
<<image001.jpg>>
<<image002.jpg>>

