--- On Sun, 8/1/10, victor lnu <[email protected]> wrote:


From: victor lnu <[email protected]>
Subject: Fw: Ceritera tentang petani dan tetangganya.
To: "hinanto adiwidya" <[email protected]>, "magdalena tanujaya" 
<[email protected]>
Received: Sunday, August 1, 2010, 9:29 PM








--- On Sun, 8/1/10, sam tjioe <[email protected]> wrote:


From: sam tjioe <[email protected]>
Subject: Ceritera tentang petani dan tetangganya.
To: 
Date: Sunday, August 1, 2010, 9:16 PM








Ceritera tentang petani dan tetangganya.


??Pada zaman Tiongkok Kuno ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yang 
berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing  yang galak dan kurang 
terlatih. Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar-ngejar 
domba-domba petani.  Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga 
anjing-anjingnya, tetapi ia tidak mau peduli.  
Suatu hari aning-anjing itu melompati pagar dan  menyerang beberapa domba 
sehingga terluka parah.

Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk 
berkonsultasi pada seorang hakim. Hakim itu  mendengarkan cerita petani itu 
dengan hati-hati dan berkata, "Saya bisa saja menghukum pemburu itu dan 
memerintahkan dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya. Tetapi Anda 
akan kehilangan seorang teman dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang kau 
inginkan, teman atau musuh yang jadi tetanggamu?" Petani itu menjawab bahwa ia 
lebih suka mempunyai seorang teman.

"Baik, saya akan menawari Anda sebuah solusi dimana Anda harus menjaga 
domba-domba Anda supaya tetap aman dan ini akan membuat  tetangga Anda tetap 
sebagai teman." Mendengar solusi pak hakim, petani itu setuju.

Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan solusi pak hakim. Dia 
mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada tiga anak 
tetangganya itu, yang menerimanya dengan sukacita dan mulai bermain dengan 
domba-domba tersebut. Untuk menjaga mainan baru anaknya, si pemburu itu 
mengurung anjing pemburunya. Sejak saat itu anjing-anjing itu tidak pernah 
menggangu domba-domba pak tani.

Sebagai ungkapan terimakasihnya atas perhatian petani kepada anak-anaknya, 
pemburu itu sering membagi hasil buruan kepada petani. Sebagai balasannya 
petani mengirimkan daging domba dan keju buatannya. Dalam waktu singkat 
tetangga itu menjadi teman yang baik.

Sebuah ungkapan Tiongkok Kuno mengatakan, 
"Cara terbaik untuk  mengalahkan  dan mempengaruhi  orang adalah dengan 
kebajikan dan belas kasih."  






Kirim email ke