'Tsunami Matahari' Mengarah ke Bumi Hari Ini

Para ilmuwan mengingatkan tsunami Matahari bisa mengakibatkan kerusakan
satelit.

Selasa, 3 Agustus 2010, 09:42 WIB

Elin Yunita Kristanti 



Badai Matahari (BBC)

VIVAnews - Bumi terancam dihantam gelombang yang disebabkan cuaca  buruk di
luar angkasa Selasa ini, setelah terjadi ledakan besar Matahari. Demikian
peringatan yang dikeluarkan para ilmuwan. 

Ledakan Matahari yang terjadi pekan lalu direkam oleh sejumlah satelit,
termasuk satelit terbaru milik Badan Antariksa AS, NASA, Solar Dynamics
Observatory (SDO), yang mengamati gelombang mengejutkan di permukaan Sang
Surya. 

Ledakan mengarah ke Bumi dan berpotensi mengirimkan 'tsunami Matahari' yang
melintasi angkasa sepanjang 93 juta mil. 

Situs New Scientist melaporkan, gambar yang dihasilkan satelit SDO
menunjukkan adanya gelombang kejut dari flare Matahari ke luar angkasa. 

Para ahli mengatakan, gelombang gas superkilat akan mencapai Bumi Selasa ini
-- yang akan memukul perisai magnetis yang melindungi Bumi. 

Peristiwa ini diperkirakan akan memicu penampakan spektakuler aurora atau
cahaya di Utara dan Selatan Bumi. 

Para ilmuwan telah memperingatkan sebelumnya, bahwa ledakan Matahari besar
yang sangat besar berpotensi merusak satelit dan pembangkit tenaga, dan alat
komunikasi di Bumi. 

NASA baru-baru ini memperingatkan bahwa Inggris Raya bisa menderita akibat
pemadaman listrik dan kerusakan sistem komunikasi dalam waktu lama, pasca
Bumi dihantam badai Matahari. 

Sementara, laman Daily Telegraph mengabarkan prediksi seorang ahli luar
angkasa senior yang meyakini Bumi akan dihantam energi badai Matahari yang
mengejutkan, setelah Matahari bangun dari 'tidur panjangnya' suatu ketika di
tahun 2013. 

Dr Lucie Green dari Mullard Space Science Laboratory, Surrey, terus
mengamati peningkatan aktivitas Matahari melalui teleskop Jepang, Hinode. 

"Kembang api yang diproduksi Matahari sungguh luar biasa," kata dia, seperti
dimuat laman Telegraph, Senin 2 Agustus 2010. 

"Ini adalah fenomena yang langka, ledakan tak hanya satu,  dua ledakan
hampir simultan ini terjadi di lokasi berbeda, dan akan diluncurkan menuju
Bumi. 

Dijelaskan dia, letusan ini terjadi saat struktur magnetik besar dalam
atmosfer Matahari kehilangan  stabilitas dan tak dapat lagi ditekan oleh
gravitasi Matahari.

"Letusan pertama terlihat begitu besar sehingga mengubah medan magnet di
setengah atmosfer Matahari dan mengondisikan untuk terjadi ledakan kedua.

"Kedua ledakan berpotensi mengarah ke Bumi tetapi mungkin berjalan pada
kecepatan yang berbeda."

"Ini berarti kita memiliki kesempatan yang sangat baik untuk mengamati
dampaknya, baik dampak utama maupun dampak secara berkepanjangan." Namun,
belum ada penjelasan dari juru bicara NASA.

***

Seperti dimuat laman NewScientist, ledakan magnetis Matahari yang kompleks
akan membentuk awan elektris yang yang akan mengirimkan partikel ke Bumi. 

Ketika awal itu menabrak Bumi, bisa terjadi kapanpun, bahkan sekarang, akan
memicu aurora di kutub. 

Yang terburuk, ini bisa menjadi  ancaman bagi satelit - meskipun mungkin
bukan yang terparah. (umi)

 

<<image001.jpg>>

Kirim email ke