Pastur Yans Dikeluarkan Paksa dari Rumah
Selasa, 24 Agustus 2010 | 15:12 WIB

SINGARAJA, KOMPAS.com - Sekelompok orang mengeluarkan Pastor Gereja Paroki
Santo Paulus Romo Yohanes Tanumiarja alias Romo Yans beserta keluarga secara
paksa dari kediamannya di Jalan Kartini, Singaraja, Selasa (24/8/2010)
     
Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 09.00 Wita itu, dilakukan
sekelompok orang dari Keuskupan Denpasar setelah Romo Yans dianggap tidak
menaati aturan Gereja Katolik serta keputusan di internal induk organisasi
keagamaan Katolik yang membawahi Bali serta Nusa Tenggara Barat.
     
Pada aksi paksa itu sempat terjadi penganiayaan serta perusakan pada bagian
bangunan gereja, tepatnya pagar masuk dan sejumlah kaca jendela berikut
pintu masuk bangunan rumah tersebut.
     
Seorang anak perempuan bernama Aurelia (5) yang ketika kejadian berada di
dalam rumah, mengalami luka di bagian kepala akibat pecahan kaca saat
sekelompok orang tersebut mengamuk dan menyeret semua penghuni keluar dari
rumah itu.
     
Selain Aurelia, Theo yang merupakan pengikut Romo Yans, juga mengalami
pemukulan serta pengeroyokan dalam kejadian perusakan kawasan suci tersebut.
     
Pasukan pengendali massa di bawah komando Kompol Ida Bagus Wedana Jati dari
Kepolisian Resor Buleleng tidak bisa mencegah aksi sekelompok orang yang
menyebut bahwa tindakan mereka tersebut merupakan bentuk penyelesaian di
internal umat Katolik.
     
Dalam kejadian tersebut, juga hadir beberapa pastor dari Keuskupan Denpasar
yang dipimpin oleh Romo Herman Yosep Beby serta Romo Yohanes Handriyanto
Wijaya alias Romo Hans selaku pastur yang diberi mandat untuk menggantikan
tugas-tugas Romo Yans di gereja umat Katolik Singaraja.
     
Dalam kelompok tersebut, juga terlihat mantan Kabid Humas Polda Bali
Komisaris Besar Polisi (purn) AS Reniban yang tiba bersama rombongan
keuskupan Denpasar untuk melakukan pengusiran kepada keluarga Romo Yans.
     
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Dewa Nyoman Sukrawan terlihat hadir setelah
aksi massa Keuskupan Denpasar yang sempat menyeret Romo Yans ketika
bersembunyi di sebuah ruangan kamar tidur bagian depan rumah.
     
Tak hanya Romo Yans yang digelandang massa, Yohanes Ola alias Pak Annis,
selaku pembantu Pastor Yans juga diseret serta dimasukan ke dalam mobil dan
disebutkan untuk dievakuasi ke rumah keluarga.
     
Salah satu pendukung Romo Yans, yakni Antonius Kiabeni, warga Jalan Pulau
Sugara, Singaraja, mengatakan upaya paksa atau eksekusi merupakan kewenangan
aparat hukum dan bukan dilakukan oleh sekelompok orang.
     
Pihaknya mengaku akan menyelesaikan kejadian tersebut secara hukum dengan
melapor ke Polres Buleleng, khususnya mengenai aksi kekerasan yang
menyebabkan Aurelia menderita luka di bagian kepalanya hingga mengakibatkan
harus mendapat perawatan medis.
     
Dalam kejadian tersebut, rombongan Keuskupan Denpasar memberi tanda balutan
pita berwarna orange dan putih yang melingkar di tangan atau kepala sebagai
identitas pendukung pastor baru, yakni Romo Hans.

<<Blank Bkgrd.gif>>

Kirim email ke