Yah mau bagaimana lagi kejadiannya memang demikian,sebetulnya sudah lama,tapi 
entah bagaimana jalan pikiran ex pastur tsb.
Memang koster yang membantu dia agak berperan dalam keseharian ex Romo tsb.

  _____  

From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Happy J N (Plant Mgr, 
AquaFeed, Sda)
Sent: 25 Agustus 2010 15:06
To: [email protected]
Subject: Re: x-sempaka: FW: [kutafx] Uskup Denpasar: Tak Ada Penganiayaan


 Sorry bukan JTV tapi TV one jam 20.00 WIB tgl 24 agst 2010 


kalau ditayangan JTV tadi malam (malam rabu ) sang pastor digotong paksa (masih 
pakai celana pendek 3/4  kaos singlet ) masuk mobil dan disaksikan orang 
banyak.Sementara pintu tempat kediamannya (?)kaca pecah ada aksi memukul kaca 
pintu juga terlihat.
 
 
 
 

----- Original Message ----- 
From: Dicky  <mailto:[email protected]> Hendra 
To: [email protected] 
Sent: Wednesday, August 25, 2010 2:18 PM
Subject: x-sempaka: FW: [kutafx] Uskup Denpasar: Tak Ada Penganiayaan

  

 

He...he...he... ada juga ya Pastor yang keras kepala,apa sih yang 
dipertahankan,toh semua ini Tuhan Yang Maha Segalanya punya,kita hanya salah 
satu ciptaannya.
 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
Caecilia Nita
Sent: 25 Agustus 2010 9:22
To: Keuskupan Denpasar; WKRI DPD Bali - NTB Groups; Gereja Katolik Maria Bunda 
Segala Bangsa Groups; Kuta FX Groups
Subject: [kutafx] Uskup Denpasar: Tak Ada Penganiayaan


  



---------- Forwarded message ----------
From: Ari Mardawa Kencana <[email protected]>
Date: 2010/8/25
Subject: Re: [keuskupandenpasar] Uskup Denpasar: Tak Ada Penganiayaan
To: Keuskupan <[email protected]>



  

Romo Komang saya bantu copas aja ya

Regional 



Uskup Denpasar: Tak Ada Penganiayaan

JAKARTA, KOMPAS.com- Uskup Denpasar Mgr Sylvester San Pr melakukan klarifikasi 
atas pemberitaan yang menyebutkan adanya pengusiran paksa dan penganiayaan 
terhadap Romo Yan Tanu di Paroki Santo Paulus, Singaraja, Denpasar, Bali, 
Selasa (24/8/2010) pagi tadi.


click to enlarge 


Uskup juga membantah telah terjadi pengusiran dengan cara kekerasan ataupun 
penyanderaan terkait upaya Keuskupan Denpasar untuk meminta Romo Yan Tanu 
meninggalkan Paroki Santo Paulus, Singaraja.


"Sehubungan peristiwa tadi pagi, apa yang terjadi tidak seperti yang 
diberitakan. Tidak ada perusakan gereja, penganiayaan, atau penyanderaan 
terhadap imam. Yang ada adalah pastor paroki yang sah, yaitu Romo Handriyanto 
masuk ke gereja untuk melaksanakan tugas pastoralnya," jelas Mgr Sylvester San 
kepada artawan di Wisma KWI, Jalan Kemiri, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa malam.

Menurut Mgr Sylvester, kejadian pada pagi tadi merupakan upaya Romo Handriyanto 
Pr selaku Pastor Paroki Singaraja yang sah untuk melakukan dialog dan meminta 
Romo Yan Tanu agar segera menaati perintah Keuskupan. Romo Yan Tanu yang 
sebelumnya tergabung dengan tarekat ordo Sabda Allah, SVD, telah dicabut 
keanggotaannya dari SVD karena ketidaktaatannya pada atasannya, yakni 
Provinsial SVD dan Keuskupan Denpasar lantaran menolak untuk dipindahkan ke 
paroki lain.

"Sejak tahun 1996 dia sudah menolak perintah Keuskupan untuk dipindahkan ke 
paroki lain. Setelah itu dia diperingatkan karena nantinya dia bisa 
dikembalikan ke tarekatnya dan bisa dicabut yurisdiksinya sebagai imam. Tetapi 
dia tetap menolak, sehingga akhirnya dikeluarkan SK pencabutan yurisdiksinya 
dan dikembalikan ke tarekatnya. Pendekatan oleh tarekatnya sendiri pun dia 
tetap menolak, akhirnya dibuat proses pemecatannya sehingga dia dikeluarkan 
dari SVD," ungkapnya.

Sejak 1996 hingga kini, kata Mgr Sylvester, pihak Keuskupan sudah lebih dari 
lima kali melakukan dialog dengan Romo Yan Tanu. Namun, Romo Yan Tanu tetap 
menolak dan memilih bertahan sebagai Imam Kepala Paroki Santo Paulus Singaraja.

Upaya yang dilakukan pada pagi tadi, sebutnya, merupakan pertemuan dari Romo 
Handriyanto selaku Imam Kepala Paroki Santo Paulus yang baru dan resmi untuk 
meminta Romo Yan Tanu agar segera meninggalkan paroki sesuai dengan perintah 
Keuskupan Denpasar.

"Keuskupan cuma berupaya mengambil hak-haknya. Dalam upaya tadi kami juga sudah 
menginformasikan kepada jajaran Muspida Bali sebagai sosialisasi Romo 
Handriyanto yang merupakan pastor resmi Paroki Santo Paulus," tegasnya.

Lebih lanjut, Mgr Sylvester juga membantah adanya tindakan-tindakan kekerasan 
disertai perusakan gedung gereja. Menurutnya tidak ada bentrokan antar umat 
paroki dalam kejadian tersebut. "Memang ada umat yang tetap mendukung Romo Yan, 
tetapi itu hanya segelintir, dan tidak ada yang melakukan kekerasan atau 
bentrokan," terangnya.

Setelah upaya dialog tersebut, kata Mgr Sylvester, Romo Yan Tanu sudah 
meninggalkan Paroki Santo Paulus sebagaimana perintah Keuskupan Denpasar. Romo 
Yan, sebutnya, dalam kondisi baik dan dan saat ini telah kembali ke keluarganya 
di Desa Tuke, Badung.

"Saat ini sudah tinggal bersama keluarganya di Tuke dan kondisinya baik-baik 
saja," pungkasnya

Ari Mardawa Kencana
www.anm-architect.com
Email : [email protected]
ym! arimardawa
BB pin:24ab35ba 


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

  _____  

From: <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Wed, 25 Aug 2010 08:35:28 +0700 (WIT)
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: [keuskupandenpasar] Uskup Denpasar: Tak Ada Penganiayaan

  


Yth. Bapak/Ibu ,

telah mengirimkan sebuah link berita dari Kompas.Com :

Judul : Uskup Denpasar: Tak Ada Penganiayaan

JAKARTA, KOMPAS.com- Uskup Denpasar Mgr Sylvester San Pr melakukan
klarifikasi atas pemberitaan yang menyebutkan adanya pengusiran paksa dan
penganiayaan terhadap Romo Yan Tanu di Paroki Santo Paulus, Singaraja,
Denpasar, Bali, Selasa (24/8/2010) pagi tadi.Uskup juga membantah telah
terjadi pengusiran dengan cara kekerasan ataupun penyanderaan terkait upaya
Keuskupan Denpasar untuk meminta Romo Yan Tanu meninggalkan Paroki Santo
Paulus, Singaraja."Sehubunga ...

Berita Selengkapnya :
http://www1.kompas.com/read/xml/2010/08/24/22574211/Uskup.Denpasar.Tak.Ada.Penganiayaan-8





difoward-kan hanya untuk kalangan Keuskupan Denpasar oleh :
Caecilia Nita Togatorop
Nusa Dua, Bali
[email protected]
[email protected]
[email protected]
http://combie2606.multiply.com/










Kirim email ke