Alhamdulilah.. maka rezkiNya yang mana lagi yang akan kau dustakan?
Alhamdulillah.. rasanya semua sudah lengkap bagiku
Alhamdulillah.. Allah telah mempertemukan aku dengan beliau sepuluh tahun
yang lalu..
Alhamdulillah.. beliau datang di saat keluarga makin sering mempertanyakan
komitmenku untuk berumah tangga
Alhamdulillah.. sebelum bertemu beliau, aku sudah memiliki banyak ilmu,
banyak pengetahuan, banyak pengalaman, dan juga materi tentunya
Alhamdulillah.. beliau inilah yang melengkapi karuniaNya pada hidupku ini...

Dan Alhamdulillah pilihanku ini ternyata memang tidak salah..
beliau selalu mau ikut terlibat ngurus anak-anak ketika anak-anak mulai
lepas dari ASI
beliau selalu mau menggantikan aku bangun malam untuk memberi susu botol
pada anak-anak
beliau selalu mau membantu menyelesaikan urusan rumah: nyuci, nyetrika,
nyapu
Alhamdulillah beliau tidak canggung mengerjakannya

Alhamdulillah beliau telah menjadi penyegar dikala aku mengalami masalah
dalam pekerjaan dan kuliah
Alhamdulillah beliau selalu ada di sisiku dalam keadaan apapun juga, susah,
senang, sakit, sehat
maka nikmatNya yang mana lagikah yang kau ingkari??


 ***

 "Apakah Tuhan memberikan apa yang engkau harap dengan mengantarkannya dalam
bungkusan yang indah?"

 Neno Warisman pernah bertanya demikian pada sebuah acara di televisi,
mengutip pernyataan seorang pakar yang aku lupa namanya.

 "Tidak!" lanjut Neno. "Tuhan tidak selalu mengantarkan apa yang engkau
minta dalam sebuah bungkusan yang menarik lagi indah. Bahkan kadang Ia
mengantarkannya dalam bungkusan yang jelek, ruwet, carut-marut, dan
kelihatannya sukar untuk dibuka.

 Pertanyaannya adalah: mengapa?"

 "Itu tidak lain karena Ia ingin melihat bagaimana engkau membuka bungkusan
itu dengan penuh kesabaran, telaten, bersusah-payah lapis demi lapis,
sedikit demi sedikit, terus, terus, dan terus. Tak pernah berhenti apalagi
berpaling. Hingga pada akhirnya bungkus terakhir terbuka dan engkau
mendapatkan sesuatu yang engkau harapkan ada di dalamnya."

 Bukankah Allah pasti akan mengabulkan apa yang hamba-Nya pinta? Kuncinya
kalau begitu adalah: jangan pernah berhenti memuja. Jangan pernah berhenti
berharap.

 Allah tidak tidur.
Allah mahamengetahui.
Allah mahamendengar.
Dia maha*rahman* dan *rahim*.

 Sungguh tak ada yang sepatutnya kita lakukan kecuali selalu berprasangka
baik pada setiap pemberian-Nya. Entah nikmat, entah musibah. Karena musibah
pun mungkin *hanyalah bungkus belaka*; yang selayaknya kita yakini bahwa itu
semua hanya karena Ia ingin melihat kita membukanya dengan sepenuh cinta.

 *** sesuatu yg baik utk kita renungkan bersama****

pembelajaran diatas betul-betul berkesan buatku...
jangan pernah berhenti berharap..
jangan pernah berhenti berdoa...

sekarang harapanku adalah semoga kami selalu ada dalam berkahNya,
karuniaNya, dan limpahan kasih sayangNya...

terima kasih untuk suamiku yang telah selalu sabar menghadapi masa-masa
sulit.. Insya Allah... di bumi Allah belahan sana kita akan baik-baik saja,
meski memang kesulitan itu pasti akan selalu ada... tinggal bagaimana kita
bisa menyikapinya.. semoga Allah selalu memberi kekuatan...

Salam,

Firsty Husbani
menjelangtenthannyversary

Kirim email ke