Buat semuanya,
selamat lebaran, selamat menikmati ketupat (mumpung masih bisa makan ketupat
dari daun kelapa), selamat liburan, selamat mudik (termasuk selamat
menikmati kemacetan mudik).

semoga setelah perjalanan ramadhan yang lalu, Allah membukakan pintu
ampunanNya bagi kita semua. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah.
amin.

ada sedikit cerita oleh-oleh dari jalan-jalan ke Bengkulu di mudik kali ini.
lebaran hari pertama, malamnya kami langsung jalan ke Sekayu (inget kan
novel karya N.H. Dini yang judulnya "sekayu"?), sekitar 2 jam dari kota
palembang. perjalanan bandung-sekayu total jendral abisin waktu sekitar 20
jam-an lah. cape emang, tapi berhubung mobilnya 7-seater, jadi anak-anak
bisa nyaman occupy 2 baris kursi utk masing-masing bisa tidur nyenyak serasa
di kasur.

perjalanan selama itu sebetulnya sangat molor, karna tahun lalu bisa ga
nyampe 20 jam. dan yang membuat telat adalah gara-gara begitu banyaknya
anak-anak abg yang sedang main sepeda motor di jalan. Kami jadi miris,
karena sampai ke pelosok desa di sumatera itu, semua rumah panggung memiliki
motor bisa 3 atau 4 buah per rumah. akibatnya, sepanjang hari dari pagi
sampai sore, di jalan-jalan yang kami lalui, jalanan penuh dengan motor yang
dikendari anak-anak abg. mirisnya, hampir semua motor itu tidak pake plat
nomor polisi! tidak heran kalau tidak satupun pengendara motor itu yang
menggunakan helm. herannya, polisi tidak berbuat apa-apa. mungkin ini
gambaran negeri pembangkang ya. yang makin membuat heran, kenapa juga para
orang tua itu membiarkan anak-anak mereka mengendarai motor (dan bahkan
membelikan mereka motor). entah berapa banyak kecelakaan motor yang kami
temui dalam perjalanan bandung-sekayu kemarin, ga diitung. tapi ada
beberapa. jelas ada kecelakaan, karena anak-anak itu pun tidak menerapkan
aturan berlalu lintas alias seenaknya nyupir motor kayak nyepeda aja
layaknya.

dari sekayu kami lanjutkan liburan ke ke Bengkulu. perjalanan
sekayu-bengkulu sekitar 6 jam. nah, di rute inilah kami baru menghitung ada
berapa kecelakaan motor. selama 6 jam perjalanan itu, kami hitung ada 1
kecelakaan parah, yang membuat pengendara motor meninggal di tempat dan
motornya hancur (tabrakan dengan avanza yang avanzanya juga rusak parah),
dan ada sekitar 5 kecelakaan biasa (ada perbedaan versi itungan dengan suami
yang nyopir). kalau hampir celaka sih lebih dari itu. parahnya lagi, gimana
ga celaka, para abg itu nyopirin motor mereka di tengah jalanan, serasa
merekalah pemilik jalan sejati, bahkan sering ambil jalur sebrangnya. kalau
belok atau mau masuk ke jalan, tanpa lihat-lihat mereka langsung terobos
masuk ke tengah jalan. parahnya lagi, saking kurangnya tempat hiburan,
mereka menjadikan jembatan sebagai "tempat tujuan wisata", alias
kongkow-kongkow diatas jembatan sambil melihat sungai dibawahnya sementara
motor-motor diparkir menghabiskan setengah badan jalan! bisa dibayangkan
gimana kalau mau ada mobil papasan lewat jembatan. yang ada, yang waras yang
harus ngalah.

inilah gambaran abg-abg di pedesaan sumatera. begitulah gaya hidup mereka.
dan rupanya, para orang tua disana memang sangat "memanjakan" anak-anak
mereka. sehabis dapat uang banyak dari hasil panen karet, mereka bisa borong
motor untuk anak-anak mereka. apalagi sekarang fasilitas kredit motor pun
bisa dengan mudah mereka akses. tambahan pula, semua merek-merek terkenal
macam honda dan yamaha pasang plang besar-besar di kantor dan show room
mereka sampai ke pelosok kecamatan.

yah, semoga ini bisa jadi pembelajaran buat kita semua, paling tidak,
moga-moga tidak ada satupun diantara kita yang membiarkan anak-anak kita
menjadi pelanggar lalu lintas.

salam,
Firsty Husbani

Kirim email ke