Belajar dari Penjual Koran
Sang penjual koran yang selalu rajin mengantarkan koran ke rumah saya. Lebih
dari sepuluh tahun, saya setia menjadi pelanggannya. Kulitnya berwarna hitam
kelam tersengat cahaya matahari setiap hari yang ditutupi dengan pakaian
kebesaran jaket hitam lusuh dan topi untuk mengurangi sengatan matahari.
Parfumnya tetesan keringat yang menempel pada wajahnya bagaikan orang yang baru
saja menangis sejadi-jadinya. Tangan kanannya dihiasi oleh tanda dari Tuhan,
yaitu tidak mempunyai jari. Wajahnya yang menjelang tua yang dihiasi beberapa
helai uban, tetapi tetap memancarkan senyum yang bercahaya, bersemangat yang
memperlihatkan dirinya seorang pekerja keras dan petarung yang pantang putus
asa. Inilah pelajaran pertama yang kita peroleh dari seorang penjual koran.
Sebaliknya kita yang kulit kita seakan tak pernah bersentuhan dengan cahaya
matahari, karena tertutup mobil yang mewah dan terlindung dari pakaian yang
berharga mahal. Parfum dari Perancis yang mahal, dicuci bau harumnya masih
kentara. Meskipun demikian kadangkala kita menebarkan senyum yang kecut dan
merendahkan orang lain serta kadangkala menjadi seorang petarung yang mudah
menyerah dan mudah putus asa dengan masalah yang sepele. Bekerja dengan penuh
tekanan dan kurang bersyukur dari nikmat Tuhan yang sangat melimpah.
Saya teringat sebuah kisah tentang dua orang yang tangannya dicium oleh
Rasulullah Saw. Orang tersebut pasti orang yang luar biasa, karena hanya dua
orang saja dari seluruh orang di Semenanjung Arabia. Orang pertama yang
tangannya dicium oleh Rasulullah Sawadalah Fatimah yang merupakan putri
Rasulullah Saw sendiri.
Hal itu dilakukan karena Rasulullah Saw ingin menunjukkan bahwa wanita itu
derajadnya tinggi dan sangat mulia, karena pada waktu itu wanita seakan-akan
tidak berharga dan para bapak malu mempunyai anak wanita dan kadangkala anak
tersebut dibunuhnya, sangat menyedihkan. Orang kedua adalah seorang berkulit
hitam kelam dengan tangan yang melepuh. Rasulullah Saw bertanya, “Kenapa
tanganmu melepuh seperti itu”. Jawab sahabat tersebut “Ya Rasulullah tanganku
ini aku gunakan untuk membelah batu dengan kapakku agar aku bisa menghidupi
keluargaku”. “Coba ulurkan tanganmu!” Rasulullah Saw memin- ta mengulurkan
tangannya dan kemudi- an Rasulullah Saw menangkap tangan yang kotor dan
melepuh tersebut dan menciumnya seakan beliau bersabda ini ada- lah tangan
yang dicintai Allah yang tidak lain adalah tangan dari seorang pekerja keras.
*) M Suyanto, Ketua STMIK Amikom.
www.msuyanto.com
------------------------------------
--------------------sajogja mailing list------------------------
Gabung : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Visit : www.alumniamikom.org, groups.yahoo.com/group/amikomjogja,
----------------------------------------------------------------Yahoo! Groups
Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/amikomjogja/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/amikomjogja/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/