“AGRO METAL”

PAMERAN TUNGGAL SAMUEL INDRATMA 

TEMBI CONTEMPORARY, BANTUL,
JOGJAKARTA 



OPENING:
12 MEI 2009, 19.00 WIB 



 

Setelah
mengalami kehebohan boom seni rupa, kini krisis global mulai memperlihatkan
dampaknya. Walaupun “tensi” perniagaan seni rupa sedang menurun, namun inilah
saat untuk mendalami sejarah seni rupa beberapa dekade ke belakang untuk
memperhatikan kesenian dan seniman
yang telah berkomitmen terhadap paradigma dan praktek kesenian yang
diyakininya. 

 

Tembi
Contemporary telah memilih Samuel Indratma, aktivis seniman dan perupa,  untuk 
mempresentasikan pameran tunggalnya
bertajuk “agro metal”. Pilihan terhadap istilah aktivis seniman  didasarkan 
pada praktek berkesenian  Samuel Indratma selama lebih dari satu
dekade  yang fokus pada perjuangan
mengembalikan  ruang publik kepada
masyarakat melalui seni mural. Selama di bawah rezim orde baru, maka ruang
publik telah dikuasai oleh negara dan warga tidak mempunyai akses untuk
menggunakan ruang publik untuk kepentingannya. 

 

Samuel
Indratma pun memilih metode perjuangannya dengan khas kultur jawa. Seperti yang
dikatakannya bahwa “revolusi tidak harus dengan mengepalkan tangan, tetapi bisa
dilakukan dengan cara permisi.” Mengamati kultur masyarakat yang baru lepas
dari genggaman penguasa yang otoriter, maka bisa dimengerti jika rasa takut
masih mencengkeram mentalitas warga. Akhirnya, Samuel Indratma menggunakan
pendekatan yang apolitis, seperti humor, visual yang “ramah” atau memberikan
rasa nyaman bagi mereka yang melihatnya. Paradigma keseniannya ini
diimplementasikan melalui kelompok yang ia dirikan, diantaranya  Apotik Komik, 
Jogja Mural Forum, maupun
beragam praktik kesenian atas nama pribadinya. 

 

Di
samping berperan sebagai aktivis seni, Samuel Indratma juga melakukan
pameran-pameran pribadinya. Pamerannya kali ini merupakan pameran tunggalnya
yang ke lima.  Jika sebelumnya ia pernah
mengeksplorasi bahan kertas, maka saat ini Samuel Indratma menggunakan bahan
plat bekas. Kegemaran menggunakan bahan bekas ini juga kita temui dalam
proyek-proyek seni yang dirancangnya. 

 

Dalam
pameran ini lebih dari 20 karya akan dipresentasikan.  Karya tiga dimensi , 
instalasi dengan audio
visual,  dan dua dimensi (lukisan di atas
plat bekas). Salah satu karyanya yang menarik ialah instalasi tebeng becak
berukuran kecil yang digabungkan dengan video art tentang seorang pengemudi
becak yang sedang melantunkan tembang jawa. 
Becak adalah kendaraan yang masih eksis dan menjadi “kebanggaan” Kota
Jogjakarta.  Namun entah berapa lama lagi
kehadiran mereka bisa bertahan dalam perkembangan kota yang menggunakan logika
modern yaitu percepatan, efisiensi, namun sekaligus menghasilkan polusi kota
yang lebih tinggi. Masih banyak lagi karyanya yang menarik, seperti instalasi
nomor rumah, penanda nomor telepon penting kota, dan lain-lain. Tetapi
setidaknya pameran ini bisa memaparkan kita tentang persoalan kota yang sepele
tetapi menunjukkan siapa kita. 



-- 
tembi contemporary 
Jl. Parangtritis Km 8,5
Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul
Jogja 55186
INDONESIA

t : +62 274 6881919
f : +62 274 368321
e: [email protected]


w: www.tembicontemporary.com

OPENING HOURS
tues - sat  10 am - 6 pm
sunday      11 am - 5 pm

monday and public holiday CLOSED









      Yahoo! Mail Sekarang Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya! 
http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke