>From the Tsunami Zone! SUARA ACEH 99 FM. Selasa 11 Januari pagi kemarin saya menjemput rombongan PRRSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta nasional Indonesia) Pusat yang membawakan kami beberapa peralatan Radio serta titipan logistik untuk para relawan SUARA ACEH FM, dari celana dalam hingga "ikan robus" dari Medan. "Garuda charge kita 30 kg kelebihan bagasi padahal ini semua barang sumbangan untuk kepentingan rakyat Aceh.", keluh Bang Zainal dari JRPP (Jaringan Radio Pemantau Pemilu). Memang harus rela atas semua hal yang mengganjal dan menyebalkan dalam keadaan seperti ini.
Sebelum ke studio SUARA ACEH, saya membawa rekan-rekan saya melewati daerah LUBUK untuk mengamati kegiatan yang belakangan ini menjadi kegiatan rutin dan tidak menarik lagi untuk orang lokal, tetapi pasti menyita mata dan hati pendatang baru. Kegiatan penguburan massal. Ada 6 Truk yang sedang antri untuk melakukan unloading mayat-mayat ke dalam tanah lebar bekas kebon yang sudah digali lebar untuk makam masal. Mayat-mayat tidak dikenali itu diambil dengan Deco (traktor) diletakkan dipinggir jalan, sebelum truk-truk ini membawanya ke kuburan masal. Saya mengamati raut muka para pekerja yang melakukan unloading tersebut, berharap membaca apa yang tersirat dalam benak mereka. Tak ada apa-apa disana. Nyaris tanpa air muka. Lemparkan dan next, lemparkan dan next, lemparkan dan next. Sesekali mereka bersin karena bau busuk yang begitu menyayat datang dari begitu banyak mayat yang sudah hampir 2 minggu itu. Cuma tubuh-tubuh hitam yang terjebak dalam proses alamiah penguraian. Kadang tidak jelas lagi kepala milik siapa atau kaki milik siapa. Pokoknya dibungkus dengan kantong jenasah dan dijejer rapih. Tidak ada ahli forensic seperti yang kita baca di Thailand, tidak ada orkes terompet seperti ketika jenasah abang saya dimasukkan ke liang lahat, tidak ada perempuan-perempuan berkerudung yang menangis dan memanggil-manggil nama orang yang dikubur, tidak ada bunga, tidak ada bau melati. Hanya bau busuk dan sekelompok orang menonton dengan mata kosong, para pekerja dengan wajah rutin dan bunyi sekop. Saya berharap di alam sana mereka disambut sekelompok Malaikat dengan musik terompet dan berkontainer- kontainer bunga. Diperjalanan menuju Studio, beberapa kali saya melihat orang berbicara sendiri didepan rumahnya, atau tertawa terbahak-bahak sendiri, atau hanya bengong melihat reruntuhan rumah mereka. Jadi teringat dengan pekerjaan kami kemarin, Sebuah Rumah Sakit Jiwa di Banda Aceh mempergunakan SUARA ACEH FM untuk mengalokasikan 400 orang pasien mereka yang hilang. Bukan tidak mungkin tersebar di jakan- jalan, sehingga perlu dicari. Kalaupun mereka bukan penghuni RSD yang nyasar itu, pasti jumlah orang depresi di Aceh semakin bertambah. Sebuah refleksi baru lagi untuk hari ini. pegang orang yang anda cintai erat-erat The fear of death follows from the fear of life. A man who lives fully is prepared to die at any time. Kata Pak Mark Twain. :) Wassalam, Candi Sinaga >From The Tsunami Zone Suara Aceh 99 FM Banda Aceh Telp: 06517410682 08161315644 Official Web Site : http://www.awari.or.id Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

