Rekan AWARI ysh kita sulit u membandingkan satu layanan internet disatu negara dengan negara lain karena iklim bisnis , investasi serta regulasi yang berbeda . banyak sekali faktor yang mempengaruhi untuk menentukan jumlah harga layanan satu product , kita tentu tidak bisa berharap Telkom memberi layanan harga semurah mungkin seperti di beberapa negara lain tetapi sementara faktor bea masuk barang barang telekomunikasi masih sangat TINGGI dan terutama regulasi yang belum berfihak kepada rakyat .selama Regulasi tidak kondusif dan Telkom bermain dr Hulu ke hilir maka hanya impian untuk mendapatkan harga Murah ,
selama pemerintah /partai politik masih membebani banyak hal kepada BUMN dinegara ini sehingga sangat tidak mungkin kita menikmati layanan harga murah meriah ..banyak faktor dinegara ini yang menyebabkan harga telekomunikasi masih sangat tinggi dan penetrasi internet yang rendah sementara potensial market sangatlah besar . tetapi satu hal yang tidak mungkin kita pungkiri adalah berapa pun harga yang diberikan oleh Telkom tentu harus memenuhi SLA dan Qos yang sangat jelas kepada pelanggan . dimana saat ini pelayanan tsb sangat lemah dan tidak transparant . ratusan posting di milist ini tentang Telkom adalah lemahnya pelayanan konsumen padahal BUMN tsb sudah claim as world class operator ? tetapi rasanya banyak hal yang masih harus dibenahi .. Saya bahagia karena rekan rekan disini sudah mulai memahami pentingnya hak bersuara kepada operator karena memang kita bukan sekedar berkewajiban membayar layanan akses tetapi yg terpenting adalah membayar harga sesuai dengan akses layanan yang dijanjikan oleh setiap operator bukan sekedar Telkom tetapi ISP manapun juga . selamat berdiskusi jms ______________________________________________________ <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya direct user IP Star,Csloxinfo Thailand. Direct User Telkomnet Instant, > dan Direct User salah satu ISP di Bandung. Jadi Insya Allah perbandingan saya > valid. Saya langganan dedicated 128 Kbps IPstar, tetapi service delivery > mereka bisa bust up ke 512 Kbps. Saya juga langganan DTAC GPRS. bukan > sombong, hanya menunjukan referensi yang saya gunakan jika saya angkat suara > di forum ini. Judith : Mas ... siapapun anggota milist ini bisa bersuara .. dari operator warnet hingga pengusaha atau anak sekolah tidak ada aturan tertentu kecuali sopan dan memahami netiket milis mari kita berdiskusi dengan wawasan yang terbuka wassalam jms > "Bagaimana TELKOM bisa memperbaiki kinerjanya dalam > menyediakan layanan?", dalam hal ini terutama tentang > SLA dan QoS (lagi2 mengutip kata2 Ibu Judith). > Bagaimana rekan2 di TELKOM? ;-) Fajar jangan terlalu sering mengutip kata kata saya karena saat ini para pejabat tinggi Telkom sudah sangat gerah mendengar kritikan yang tiada pernah henti :) Jms > > > > Ilustrasi diatas saya sampaikan bahwa mungkin memang > > kita ada kurang dan ada > > lebihnya. Tapi bagaimanapun, dan siapapun, mestinya > > memang harus selalu > > berusaha memberikan layanan yang baik, dengan harga > > yang "baik" untuk ukuran > > sekelilingnya. Pak Taryoko sebagai karyawan yang sudah malang melintang di layanan divisi multi media tolong berikan pendapat jujur apakah selama ini dengan berbagai pengalaman yang terjadi Telkom sudah memberikan layanan yang *baik * kepada pelanggan ??? apakah pelanggan diberikan arahan * hak hak * mereka saat mendaftarkan satu layanan diTelkom ? apakah ada kompensasi yang memadai bagi user khususnya warnet saat akses mati selama berhari hari ? Tolong lihat kasus speedy lalu .. pelanggan dijadikan trial dan error bagi Telkom lalu dengam mudahnya manajemen meminta maaf dan beranggapan dengan dikembalikannya uang kelebihan lalu persoalan selesai ! fakta yang ada not simple as it is .. pelanggan butuhkan adalah transparansi serta jaminan kualitas yang sesuai dengan bayaran yang mereka berikan bukan sekedar nama besar Telkom semata !! Selain itu seharusnya sebagai penyelenggara infrastruktur yang terbesar di negara ini serta modal investasi yang jauh melebihi daripada operator ADSL lainnya sudah sewajarnya Telkom memberikan layanan yang jauh lebih baik tetapi fakta dilapangan layanan sangat jauh lebih buruk !! lalu dimana standar pelayanan world class tersebut ??? bahkan pertanyaan saya tentang kapan pelaksanaan terakhir audit networking system jaringan di Telkom saja tidak pernah dijawab oleh manajemen ? apakah Telkom juga melakukan ULO ? Kapan ULO untuk speedy itu dilakukan ??? Bagaimana standarisasi dan sertifikasi modem yang digunakan ? serta yang terpenting adalah sertifikasi Billing system tsb !! seperti yang kita ketahui Pemda Jawa Timur saat ini sedang melakukan sweeping untuk sertifikasi Billing wartel dan warnet yang bekerjasama dengan telkom tetapi apakah Pemda juga melakukan hal yang sama ??? karena justru Telkom sebagai penyelenggara jaringan yang harus diperiksa billing systemnya . bukan sekedar billing speedy yang saya sebutkan diatas tetapi ada ribuan complain ttg layanan 0809 premium call diseluruh indonesia tetapi kemana kah pelanggan mencari keadilan ??? sementara pihak kepolisian yang berwenang menangani kasus ini sibuk mengurus aneka kasus kasus lain dan pihak pemda buta melihat gajah yang bermasalah didepan mata hingga harus mengejar semut semut yang jauh dilautan !!! apakah kondisi ini adil ??? dimana keadilan hukum dinegara ini ??? > > Mas Ihsan, mohon dipertimbangkan juga lho ya bahwa > > TelkomNet Instan yang > > bisa menjangkau hampir seluruh wilayan nasional kita > > dengan harga yang sama, > > sangat disyukuri saudara saudara kita di luar kota > > besar seperti kita berada > > saat ini, karena belum adanya ISP yang tergerak > > berinvestasi kedaerah > > tersebut. ( Judith ) ups dont say like that !!!!!! Bukan belum ada ISP yang tergerak untuk investasi tetapi IKLIM BISNIS dan REGULASI Telkom yang tidak mendukung !!! Apakah ISP mudah mendapatkan layanan E1 dari Telkom ?? apakah harga bandwidt didalam negri bisa dijangkau oleh pemain ISP kecil ? karena harga yang sangat tidak kompetitif 99 % ISP dan warnet akhirnya harus membeli banwidt direct acces keluar negri .. Coba tanyakan rekan Baskoro mengapa ybs membeli langsung dr Thailand padahal menurut hukum di Indonesia dilarang karena harus membeli dari satu layanan yang sudah memegang licence NAP :) dan saya yakin betul beliau tidak sendiri masih banyak ratusan user melakukan hal yg sama .. plis deh , Jangan terlalu bangga bahwa hanya Telkom yang membuka layanan Telkomnet instant diberbagai pelosok negri .. andai pemerintah membuka keran kompetisi secara fair dan Telkom juga transparant dalam memberikan layanan e1 maka akan banyak para pengusaha yang membuka jaringan layanan internet diseluruh pelosok Indonesia . >> Bahkan yang terakhir kebijakan untuk > > memberikan subsidi ke dunia > > pendidikan, adik-adik kita di sma,sd, smp juga > > Bapak-bapak guru yang telah > > mendidik kita, mungkin layak untuk kita > > pertimbangkan. ( Judith ) Tolong di Ingat dan direnungkan Telkom menjadi BUMN yang besar seperti saat ini bukan karena investor tetapi karena uang dari rakyat Indonesia yang menggunakan layanan telekomunikasi jadi sudah sewajarnya jika Subdisi itu dilakukan oleh Telkom . peranan rakyat indonesia dalam membesarkan Telkom sangatlah penting .. Investor dunia tidak akan datang menanamkan uangnya jika rakyat tidak menggunakan layanan Telkom justru saya merasakan subsidi yang diberikan Telkom kepada bangsa ini masih sangat terlalu kecil karena dalam setiap pemberian bantuan masih berbau bisnis !!!! wassalam Judithms rakyat Indonesia yang saat ini masih percaya layanan Telkom catatan : Mohon maaf saya harus forward ke milist jasakom karena membaca bbrp postingan yang menyangkut jasa layanan Telkom speedy dan kekecewaan layanan telkom lainnya Official Web Site : http://www.awari.or.id Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

