Ada duit banyak - ada barang bagus ..... itu kira-kira filosofi yang harus kita sadari dari awal .....
Membangun ISP dengan teknologi yang selalu berubah itu memang puzzzzzingnya setengah mati, atau malah sudah mati .... dalam perjalanannya, kita harus selalu maen improvisasi, lihat kantong - lihat peluang, terus bolak-balik. Kelas ISP macam CBN memang jarang ada di Indonesia, karena mereka berani rugi (walaupun sebetulnya nggak rugi seluruhnya, karena kalau dihitung semuanya, jadi untung) dan modalnya lumayan besar. Intinya, kalau kita menggunakan perangkat kelas satu, alat-alat yang qualified, niscahya pelanggan mendapatkan hasil yang terbaik, sedang kalau kita kasih murah, pakai antena kaleng buatan Kang Onno, yah hidup-mati terus, karena memang sudah takdirnya disana. Kalau ISP pakai alat mahal, selain modal nggak ada, juga bisa bangkrut di depan, karena tahun berikutnya, keluar barang yang lebih bagus dan harganya separuh dari yang kita pakai, sehingga hitungan pesaing bisa lebih murah lagi masuk ke pasar. Nah .. yang sering nggak klop itu harapan pelanggan sama pelayanan ISP-nya, pelanggan maunya murah dan cepet, sementara ISP bingungnya, bagaimana bikin murah kalau pelanggannya sedikit, ditambah human resource yang latar belakangnya mau melayani dengan sepenuh hati - di Indonesia ini masih bisa dihitung dengan jari, karena kebanyakan teknisi atau staf pelayanan ini kerjanya base on prosedur, nggak betul-betul mau membantu pelanggan Ada Telkom yang punya segala-galanya, eh .... boss-boss-nya (terutama yang di posisi menengah) nggak punya visi dan misi untuk majuin bangsa, karena visi dan misinya sudah sangat jelas ... ngejar omzet dengan berbagai cara, halal maupun haram ! Akhirnya, kita amini saja dah semuanya ..... Opa At 12:37 AM 3/4/2005 -0800, you wrote: >Iya betul pak memang benar kata orang jawa itu "ono rego ono rupo" atau >"harga berbanding terbalik dg kulaitas" tapi sayang pak saya hannya >pengusaha warnet yg dengan keterbatasan dana sehingga sekarang saya hannya >menggunakan koneksi wireless dari ISP WAN-DKI tetapi yah gitu supportnya >sering gak jelas dan koneksi mati-mati, banyak ngelegnya. Seperti >teman-temn pengusaha warnet yang lain dengan berlangganan speedy yang >sering problem akibatnya customer saya sering marah karena internet di >tempat saya lamabat. > >Kejadian baru-baru ini saya pernah tidak sabar menghadapi problem internet >lambat dan sering putus, menurut mereka minimal koneksi yang masuk ke >server saya seharusnya 32 Kbps karena acces internet saya dari sana 512 >Kbps dg CIR 1:16 tetapi setelah di cek dg bandwith meter pada waktu ngelag >dan tidak terkoneksi dg yg lain sering sekali kurang dari 20 Kbps, yang >namanya telpon ke supportnya udah bosen sampai2 saya mendapat gelar Warnet >Komplain terbanyak. Saya cuman disuruh sabar & sabar itu sudah berlanjut >lebih 2 minggu. Dan akhirnya saya langsung telepon Bos nya alhasil??? >bukannya saya diberikan solusi yang terbaik buat saya malah sebaliknya >saya malah disalahkan. Malah sampai dia bilang kalau warnet saya komplain >yang terbanyak dan orang saya memutar balikkan omongan. Apakah itu seorang >pimpinan menghadapi customernya? Saya seperti itu sebenarnya berhak karena >saya customer seperti Bapak atau ibu lakukan terhadap speedy. >Pada dasarnya apabila ISP dapat memberikan service yang baik dan komit >terhadap SLA dan penanganan teknis yang cepat & tepat, saya rasa customer >tidak akan pernah kompalian kok dan pasti akan saling menguntungkan. > >Karena pengalaman saya dengan ISP CBN tidak pernah komplain yang terus >menerus, setiap saya kompalin apabila ada masalah technical supportnya >membantu dg cepat dan tepat d samping itu problem tidak banyak dan apabila >ada maintenance backbond tidak pernah pada jam-jam sibuk dan jauh >sebelumnya diberitahukan dengan pelanggan. Alhasil akses internet yang >saya terima sangat memuaskan, tapi yang itu termasuk mahal. > >Makannya seperti pak tommy katakan, kalau kata orang jawa "ono rego ono >rupo" itupun diakui oleh pimpinan isp wairless saya. > >Semoga pengalaman yang saya alami ini bisa membuat ISP saya dan yang lain >bisa memperbaiki pelayanan, infrastruktur dan management sehingga tidak >selalu adu urat dan saling menguntungkan. >saya juga mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan. > >Tommie Tamtomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >Waktu itu saya mencoba berlanggan wireless IPnet, dan >sudah disurvey oleh pihak IPnet. Beberapa hari saya >menunggu kabar yg tdk kunjung datang dari hasil survey >yg menyebabkan saya menghubungi IPnet dan mendapatkan >jawaban bahwa wireless tdk dpt dipasang karena >tertutup oleh apartment. > >Kemudian saya beralih ke Central Online (sampai >sekarang) dimana customer service dan technical >supportnya ternyata lebih bagus daripada IPnet. > >Memang harganya 2x lipat dari IPnet, dimana utk 1Mbps >IIX only IPnet mematok Rp. 2.200.000,- per bulan >sedangkan Central Online dgn 1Mbps IIX only memasang >Rp. 4.400.000,- per bulan >Alasan Central Online kenapa lebih mahal, katanya >antena yg dipasang adalah point to point bukan omni, >jadi apabila 1 antena down, tdk mempengaruhi >antena/customer yg lain. >Itu katanya, entah betul atau tidak, yg penting bagi >saya after sales service nya memuaskan. > >Ibarat kata org jawa "ono rego ono rupo" > >Saya juga memiliki koneksi internet standart kabel >modem-CBN, memang utk kabel modem CBN paling mahal >tetapi kualitasnya paling bagus. >Saya tidak tahu mengapa kecepatan kabel modem tersebut >bisa mencapai lebih dari 70 KBps = 560 Kbps ! padahal >koneksi standart. > >Ibarat kata org jawa (lagi) "ono rego ono rupo" > >Setidak2nya masih ada ISP yg bagus. > >Sebelumnya saya juga ingin berlangganan ADSL Speedy, >tetapi batal karena membaca berita2 mengenai Speedy. >Tempat saya pun sempat didatangi org Speedy sampai 2x. >Saking semangatnya, org marketing Speedy menghubungi >saya sampai 3x mengenai jadi atau tdk memakai ADSL >Speedy. >Segala sesuatu yg berhubungan dgn uang/keuntungan >Telkom memang tercepat !!! > >Sebagai tambahan kebetulan saya mempunyai teman >dulunya kerja dibagian VOIP yg tentunya tdk akan lepas >dari orang Telkom, dimana setiap lini baik atas maupun >bawah (termasuk satpam) harus diberi uang kalau mau >lancar !!!!. > >Itulah sekedar informasi dan uneg2 dari saya. >Mohon maaf apabila ada yg tdk berkenan. Official Web Site : http://www.awari.or.id Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

