http://jkt1.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/03/tgl/17/time/172536/idnews/319639/idkanal/110

Warnet 'Penurut' Dari Medan
Reporter: Ni Ketut Susrini
detikcom - Jakarta, Ada cerita menarik dari pemilik salah satu warung internet 
(Warnet) di Medan. Hartono, pemilik Warnet Dyton di Jalan Mayang No 8-9D, Medan 
Sumatera Utara, membeberkan aturan yang diterapkannya. 

"Warnet saya banyak aturannya. Banyak situs yang diblok, beberapa aplikasi juga 
diblok," kata Hartono ketika berbincang dengan detikcom via telepon, Kamis 
(17/3/2005).

Diceritakan Hartono, pihaknya rajin memblok situs-situs web berbau pornografi. 
Jadi situs-situs seperti www.playboy.com atau www.17tahun.com, sudah pasti 
tidak bisa diakses dari situs ini. Selain itu, situs-situs yang berhubungan 
dengan segala jenis transasksi keuangan juga diblokir. 

"Kalau mau buka, harus bilang ke operator. Tapi pengunjung akan tetap diawasi," 
kata Hartono.

Di Warnet yang buka 24 jam ini, pengunjung juga tidak bisa menggunakan layanan 
Telnet dan File Transfer Protocol (FTP). Pengunjung jadi tidak bisa meng-upload 
aplikasi apapun, kecuali file-file berekstensi .jpg, .bmp dan .txt.

Tidak hanya itu, pengunjung juga tidak bisa men-download aplikasi apapun. Tidak 
boleh membuka aplikasi berekstensi .exe, .rar dan .zip. 

Untuk melengkapi pengawasan Hartono juga mengoperasikan software pengawas, yang 
memonitor jenis situs web yang dibuka pengunjung. 

"Ini penting untuk mengetahui siapa mengunjungi situs apa," tuturnya memberi 
alasan.

Hal lain yang tampak tidak biasa dari Warnet dengan 65 unit PC desktop ini, 
Dayton menata ruangan 6 x 25 meter tanpa menggunakan sekat pemisah. 

"Jadi antara satu pengunjung dengan pengunjung lainnya, bisa saling mengawasi 
karena tidak dipisah dengan sekat-sekat seperti pada kebanyak Warnet pada 
umumnya," papar Hartono.

Tetap Ramai Pengunjung

Ketika ditanya alasannya menerapkan aturan-aturan tersebut, Hartono bertutur 
mantap.

"Menurut saya, kita lebih baik melakukan pencegahan daripada harus menghadapi 
berbagai kesulitan sebagai akibat dari masalah-masalah yang muncul kemudian," 
paparnya. "Karena kalau terjadi sesuatu, yang terdeteksi adalah internet 
protocol (IP) komputer dari Warnet sini. Selain itu, hal ini juga akan 
menghindari serangan virus. Kalau satu komputer terinfeksi, penyebarannya bisa 
berlangsung cepat ke puluhan komputer lainnya, sehingga bisa menyebabkan 
koneksi jebol."

Selain masalah virus, masalah lain yang dimaksud Hartono adalah soal kejahatan 
cyber yang frekuensi kejadiannya tak kunjung surut. Kejahatan yang kerap 
dilangsungkan di Warnet ini, sering kali berbuntut penggrebegan aparat ke suatu 
Warnet, tak jarang ada yang mengakibatkan penyitaan server, perangkat yang 
menjadi urat nadi aktivitas bisnis.

Wah kalau begini caranya, bisa-bisa pengunjung risih dan tidak betah? 

"Saya rasa tidak. Warnet saya tetap ramai. Sejak menerapkan sistem ini tahun 
2000 lalu, penurunan jumlah pengunjung memang sempat terjadi. Tapi itu tidak 
berlangsung lama, setelah itu kembali ramai seperti biasa," kata Hartono yang 
juga memiliki nama alias, Akuang.

Diceritakannya, Warnet yang berdiri sejak tahun 1998 itu, memiliki fasilitas 
yang memadai yang diyakininya mampu membuat pengunjung betah dan setia. PC-PC 
yang digunakan, di-upgrade setiap 2 sampai 3 tahun sekali. Dan saat ini, 
Warnetnya dilengkapi PC berprosesor Intel Pentium IV 2,8 GHz untuk klien dan 
server, dengan jenis koneksi wireless.

Selain itu, ruangannya dijaga agar bersih dan nyaman, lengkap dengan pendingin 
udara. Operatornya yang berjumlah 4 orang, diharuskan untuk melayani pengunjung 
dengan baik. Mereka diwajibkan berkeliling ruangan saat bertugas, sehingga bisa 
cepat memberi bantuan kalau ada pengunjung yang membutuhkan. Biaya aksesnya 
juga bersaing, Rp 2.500 per jam.

Hartono menceritakan, usaha yang dirintisnya dengan modal awal Rp 850 juta 
termasuk untuk lokasi dan bangunan ini, mampu mengahasilkan laba Rp 5 juta 
sampai Rp 8 juta per bulan. Didirikan di dekat lokasi hunian yang cukup ramai 
ini, pengunjung warnet kebanyakan adalah orang-orang yang sudah dikenal 
operatornya.
  

-- 
Terima Kasih.



Official Web Site : http://www.awari.or.id
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke