Kan katanya sekarang telkom udah milik asing... lha wong waktu masih milik negara sendiri aja udah ngisap darah rakyat.. gimana sekarang yang punya orang lain.. kalo bisa dihisap lebih banyak lagi tentu lebih jos dong he..he... nggak perlu bikin world class operator.. dia sendiri bisa bikin, nah yang di indonesia jadiin sapi perahnya aja.. mumpung iklim dan kondisinya mendukung...
Salam, Budiharto Judith MS wrote: > > > mungkin jawabannya ada dirumput yg bergoyang > > kemarin saya sempat konfirmasi berita ini ke jajaran direksi telkom > tetapi mereka semua membantah bahkan mengatakan telkom tidak pernah > meminta kenaikan tarif kepada pemerintah ataupun BRTI tetapi lucunya > ketua mastel justru meminta pemerintah menaikan tarif telpon agar > industri telekomunikasi tidak mati ????? > wah rupanya ketua mastel ndak pernah melihat bisnis warnet yg sering > kali harus bersiasat hingga melanggar aturan2 yang ada karena tidak > mampu berlangganan akses telkom yang mahal dan harga OS serta aneka > restribusi lain . > > jadi saya rasa komunitas warnet harus bersiap siap menghadapi kejutan > baru .. > setelah kenaikan bbm akan disusul kenaikan kenaikan lain .. > entah dimana nuraninya pemimpin pemimpin di negeri ini yg hanya > mengacu keuntungan investasi semata tanpa perduli kesejahteraan > rakyatnya > > wassalam > > jms > -- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Anti-Virus. Version: 7.0.308 / Virus Database: 266.7.4 - Release Date: 18/Mar/2005 Official Web Site : http://www.awari.or.id Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

