Sekedar data yang merupakan hasil riset tak tertulis kami :
Untuk sample Games Online yang kami gunakan adalah Ragnarok. Dimana satu Komputer yang di asumsikan dengan 1 Aplikasi Games Online Ragnarok setiap login dan satu permainan mempunyai average maksimal : 2 kbps uplink 4 kbps downlink jadi kalau untuk 30 komputer, sekali lagi asumsi satu aplikasi login ke Ragnarok itu menghabiskan bandwith di kisaran : 64 kbps uplink 128 kbps downlink Sebelumnya bayangkan kalau satu Komputer menjalan 2 atau lebih Aplikasi Login ke Ragnarok :) Nah dari sini terlihat bagaimana murahnya harga sebuah koneksi untuk sekedar Games Online jika anda menggunakan Wireless karena secara backbone anda bisa lebih dari 2 Mbps.. terutama warga Jakarta yang IIX cukup murah. Akan tetapi apakah sama dengan Kabel ?? di mana batasannya fix dan tidak punya jalur lebih kecuali uang anda berlebih (tambah bandwidth). Dari sisi warnet investasi sulit untuk seperti ini.. . Anda menggunakan kabel anda beli berdasarkan lebar pita backbone dan sulit untuk bisa lebih. Tapi ada satu pertanyaan yang ada di hati nurani saya.. apakah Games Online Murni masih di sebut Warnet atau sama dengan Ding Dong seperti waktu dulu ?? Salam hangat -bps- www.ictwatch.com sekarang data: menurut data IIX, terjadi peningkatan agregat traffic sepanjang 2004 sampai 100%, artinya dr 2 gbps per hari menjadi 4 gbps. lonjakan ini ternyata sebagian besar disebabkan oleh utilisasi games online. dari satu sisi ini berita baik utk bisnis tertentu, tp berita buruk bagi lebih banyak lg strategis pengembangan internet indonesia. misalnya, peningkatan traffic itu tdk mencerminkan peningkatan penetrasi akses internet kpd masyarakat scr signifikan. demikian jg tdk mencerminkan peningkatan content internet dalam negeri serta e-commerce maupun e-gov, e-learning dan segudang e lainnya. dimana itu adalah objective yg sangat penting bg industri internet nasional. lagi, pd kenyataannya, infrastruktur internet yg terbatas, mahal dan masih belom merata di seluruh indonesia ini menjadi terkuras utilisasi nya utk kegiatan yg tdk berkaitan dg objective2 strategis tadi. pada sisi lain, penyelenggara games online ini tdk atau enggan memberikan kontribusi thd pengembangan infrastruktur dg dalih bahwa mereka ini sekedar berjualan content hiburan. infrastruktur bukan urusan mereka. jelas itu sikap anoyying yg tdk bertanggung jawab. krn mereka inilah yg menghabiskan resource internet indonesia selama ini. padahal kita tahu iix adalah asset yg dijalankan scr volunteer, terbatas, gratis, dmei menjalankan objective2 internet nasional td. lain masalahnya apabila kemudian games2 online ini bersedia memberi kontribusi, membangun local2 peering dan menambah infrastruktur yg amat sangat lemah dan terbatas terutama di daerah. maka, dg bahasa gampangnya, games online ini lebih banyak berperan dlm melakukan pembodohan. selain sifat hiburan yg berlebihan itu sendiri yg terus dieksplotasi maupun krn utilisasi mereka yg sangat tinggi itu mereduksi kesempatan akses dan pengembangan internet utk tujuan2 yg lebih sesuai dg objective2 internet indonesia di atas. contoh yg lebih teknis: kalau misalnya dalam satu sesi games itu per koneksi butuh 10 kbps bandwidth. coba cek utilisasi server games, per sesi bisa berapa concurrent connection? katakanlah 10 rb, maka itu sdh setara 100 mbps teoritis. sementara anda tahu, kapasitas ethernet cuman 100 mbps dan itupun tdk penuh krn ada latency, utilisasi protocol, degradasi dlm proses antar komponen dlm server termasuk load software serta osnya. maka, paling berapa sih ekspektasi reliabilitas troughput servernya? apakah mencapai 70 mbps? i don't think so. bagaimana pula dg kapasitas link mereka sendiri ke iix, umumnya hanya ada jatah 1 port 100 mbps. atau mereka hrs bikin multiple link atau taruh distributed network dan process (misal, server array) di jantung iix. atau memakai gigabit ethernet (g yakin jg akan berpengaruh banyak kalo load mesinnya terlalu tinggi jg). itu di jakarta. lantas coba bayangkan kondisi infrastruktur di daerah. ongkos lc dr makassar misalnya, ke iix jkt, itu 2 x lebih mahal dari biaya akses langsung ke internasional link. kebayang kan resehnya? nah itupun kapasitasnya beragam, umumnya kecil (makanya pd susah kalo mau cari link iix loss kl di daerah). sementara mereka hrs jual dg tarif yg setingkat dg jakarta. maka yg terjadi, pengusaha isp di daerah ini justru gotong royong rame2 mensubsidi teman2nya di jkt. kebayang? itu td baru itungan satu games ... -- Best regards, Pataka mailto:[EMAIL PROTECTED] Official Web Site : http://www.awari.or.id Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

