KLONING NO HP GSM DAN PERMASALAHANNYA
Sekedar informasi saja dan ini bukanlah rahasia umum bahwa alat kloning
untuk memperbanyak nomor hape dari jenis kartu GSM sudah banyak dijual
ditoko elektronik tertentu. Tapi saya belum tahu apakah alat ini bisa juga
untuk kloning nomor dari jenis kartu CDMA. Karena saya belom mencoba. Harganya
alat kloning ini relatif murah. Demikian pula harga kartunya. Bilamana anda
berminat membelinya sangat tidak mudah karena penjualnya juga cukup
berhati-hati dalam menjual alat tersebut. Kecuali bila penjualnya butuh uang.
Saya saja juga telah membeli alat tersebut di mangga dua dan telah
mempraktekannya. Tetapi untuk tujuan positip saya saja yang kadang menggunakan
beberapa nomor dari beberapa operator GSM. Dari pada saya bawa banyak kartu
lalu hilang maka saya cukup bawa satu kartu saja. Dimana nantinya satu kartu
bisa diisi dengan 9 nomor berbeda dari semua nomor dari operator GSM apapun.
Namun walaupun satu kartu bisa 9 nomor hape dalam praktek pemakaiannya hanya
bisa satu yang aktif. Kalo mau ganti nomor harus di swap.
Kartu kloning itu memang sama bentuknya dengan kartu biasa yg kita gunakan.
Warnanya hitam. Cara kloningnya adalah dia harus memiliki kartu aslinya untuk
dicopy. Prosesnya hanya beberapa menit dan cepat sekali tergantung dari
kemampuan komputer yg digunakan.
Data yang dikloning itu bisa semua data yang ada di hape seperti phone book,
atau data simpanan lainnya.
Makanya berhati-hatilah bila meminjamkan hape kita beserta nomornya kepada
orang lain dalam jangka waktu lebih dari limabelas menit sampai satu jam tanpa
keikutsertaan kita. Contohnya bila kita melakukan servis hp.
Penggunaan dari hasil kloning ini adalah siapa yang pertama menghidupkan nomor
hapenya maka dialah yang aktif pertama. Sehingga bilamana kita terlambat
mengaktifkan nomor kita yg dikloning orang lain maka akan dengan mudah orang
akan melakukan tindakan yang sangat tidak menyenangkan seperti melakukan
penipuan atau menghabiskan pulsa nomor kita. Mending kalo nomor kita pra bayar.
Kalo pasca bayar maka kita harus menanggung biaya rekening bulanan kita.
Bilamana nomor kita selalu aktif maka dia akan berusaha meminta agar nomor hape
kita dimatikan. Misalnya seperti yang dialami rekan kita yang dikatakan telah
ditelp orang dari Polda untuk menonaktifkan selama beberapa saat. Karena
bilamana demikian terjadi orang tersebut akan leluasa dalam menggunakan nomor
hape tersebut untuk tujuan negatif.
Setahu saya sebenarnya nomor kartu GSM aman dan tidak mudah dikloning seperti
halnya jenis handphone tanpa kartu yang mudah disadap dan dicopy karena inti
dari pemakaiannya ada pada kartunya. Sehingga untuk mengkloningnya harus
memerlukan kartu aslinya. Saya belum tahu apakah sudah ada teknologi yang bisa
menyadap nomor hp dengan kartu lalu menjadikannya nomor non kartu. Kalo hal ini
sudah ada tentunya sudah berbahaya sekali.
Ingat copy kartu ini persis sekali dengan copy CD.
Maka saya ingin mengingatkan sekali lagi untuk antisipasi masalah ini :
1) Bilamana kita melakukan servis hp jangan tinggalkan nomor hp kita.
2) Jangan pernah meminjamkan hp kita beserta nomornya kepada orang yang
tidak kita percaya.
3) Jangan pernah menonaktifkan nomor hape kita sedetikpun bilamana hal2 diatas
telah terjadi.
4) Selalu perhatikan kondisi rekening atau pulsa kita apakah berkurang.
Bilamana
hal ini terjadi pada nomor pasca bayar segera minta ganti kartu kita ke
operator GSM yang bersangkutan agar diganti dengan kartu baru dengan kode
baru sehingga walau nomornya sama tetapi kodenya berbeda maka kartu lama
yg dikloning walau nomor sama tidak akan berfungsi lagi karena kodenya
berbeda.
Itu saja informasi yang bisa saya berikan semoga bermanfaat. TERIMA KASIH.
> Dear Friends...
>
> Penipuan ini terjadi kira-kira 5 hari yang lalu.
> Nama dan identitas kami rahasiakan untuk menjaga
> kalo email ini menyebar kamana-mana. Saya merasa
> berkewajiban berbagi cerita agar tidak ada korban
> penipuan dengan modus seperti ini. Saya juga minta
> komentar dan pendapat dari temen-temen tentang hal
> ini, coz saya juga penasaran kenapa penipunya bisa
> canggih banget ya..???
>
> 5 hari yang lalu sekitar jam 11 siang saya ditelpon
> dari no telp 081513531213 yang mengaku dari Polda
> Metro Jaya.
> "Halo apa benar ini dengan nomor 0815 xxx xxxx ?"
> Kemudian saya jawab, "Benar, ini dari mana ya..??
> "Ini dari Polda Metro Jaya, begini bu... no telpon
> ibu ini sudah digunakan untuk Sindikat Narkoba, tapi
> dalam hal ini ibu tidak terlibat, kami hanya minta
> kerjasamanya untuk mematikan handphone ibu, karena
> kami akan mengadakan penyidikan dan pelacakan jadi
> kami perlu kerjasamanya untuk mematikan HP,
> kira-kira sampai dengan jam 1 ibu bisa menyalakan hp
> ibu lagi"
> Saat itu saya bingung tapi juga curiga, "Lho kok
> bisa no.hp saya digunakan untuk sindikat narkoba,
> gimana caranya..??" (kemudian terdengar suara-suara
> dijalanan yang berisik..)
> "Iya bu bisa, untuk itu kami mohon kerjasamanya
> untuk mematikan hp..!!!!"
> Dengan nada menyidik saya tanya lagi, "Ini saya
> bicara dengan siapa ya?"
> "Saya Inspektur Satu Sumantri dari Bagian Narkoba
> Polda Metro Jaya"
> Kemudian saya catat identitas si penelepon. "Mohon
> segera matikan hp ibu karena kami akan mengadakan
> penyidikan!!" (terdengar suara-suara kendaraan dan
> tut..tut..tut... telpon mati)
> Saat itu saya masih bingung tapi tidak langsung
> percaya dan saya TIDAK
> mematikan hp, 1 menit kemudian saya ditelpon lagi dg
> no telp yg sama
> 081513531213, tapi tidak saya angkat dan hp saya
> berdering terus tidak berhenti dari no.telp yang
> sama.
>
> Pada saat itu juga saya langsung telpon Polsek
> Setiabudi. Saya cerita tentang telpon yang mengaku
> dari Polda, yang menjawab telpon bilang kalau dari
> Polda tidak ada seperti itu, tapi kalau memang tidak
> perlu hp ya matikan saja.. kan gak ada salahnya,
> trus saya jawab juga kalau untuk penipuan bagaimana
> dan pada saat itu hp saya bunyi terus dari nomer
> yang sama, dan tidak saya angkat.
> Kemudian saya menelpon suami saya yang kebetulan
> sedang berada di luar kota. Saya cerita tentang
> telpon itu dan make sure kalo dia baik-baik aja dan
> hati-hati. Hp saya masih saja bunyi dari nomer yang
> sama tapi saya tutup aja....
>
> Kemudian saya jg menghubungi security di tempat
> tinggal saya. Yang saya tahu security ditempat
> tinggal saya dibawah pengawasan langsung dari Polda
> Metro Jaya, jadi pasti punya akses langsung ke
> Polda.
>
> Setelah saya lapor, langsung pihak security menelpon
> ke Polda Metro Jaya Bagian Narkoba, dan ternyata
> tidak ada yang namanya Inspektur 1 Sumantri di bag.
> Narkoba, dan tidak ada kegiatan penyidikan yang
> mengharuskan mematikan hp.
>
> Jadi dalam hal ini saya benar-benar dibohongi dan
> saya masih curiga juga... ini pasti penipuan.. tapi
> siapa yang ditipu..??? Dan Hp saya masih terus bunyi
> dari nomer yang sama, memang orang itu gak kenal
> menyerah.....
>
> Saya langsung menelpon saudara-saudara dan
> sahabat-sahabat saya di Jakarta. Kemudian ada telpon
> masuk lagi tapi kali ini dari mertua saya yang di
> luar kota, dan langsung saya angkat "Halo kamu
> baik-baik aja kan..??"
> "Iya ma.. emang knapa...???"
> "Lho tadi papamu telpon kantanya kamu kecelakaan.."
> MasyaAllah.. ternyata penipu itu menipu orang tua
> saya yang ada di luar kota!!!
>
> Langsung saya telpon orangtua, kemudian beliau
> cerita tadi ditelpon dari kantor polisi di Jakarta.
> Orang yang mengaku polisi itu bilang kalau saya
> kecelakaan dengan mobil tanki pertamina, dan saya
> sekarang luka parah di RSCM.
> Ayah saya menelpon RSCM dan berbicara dengan orang
> yang mengaku dr. Listyo, dia mengaku telah merawat
> saya dan menerangkan secara medis luka serius yang
> saya alami dan keubtuhan pengobatan yang tidak
> tersedia di Jakarta.
> Obat-obat dan pen untuk patah kaki saya hanya ada di
> apotik Singapore dengan
> biaya skitar Rp. 21 juta. Ayah saya diminta
> mentransfer uang sebesar Rp. 21 juta. Karena urusan
> transfer-mentransfer uang, ayah saya masih belum
> terlalu percaya, beliau mencoba menghubungi HP. saya
> dgn nomer 0815 xxx xxxx (pra-bayar), kemudian ada
> yang mengangkat dan mengaku bernama Agus. Si Agus
> ini bilang kalo dia adalah teman suami saya dan
> sekarang menjaga rumah karena rumah tidak ada orang,
> dia juga bercerita kalau tadi banyak polisi datang
> ke rumah mengabari kecelakaan mobil yang saya alami
> dan sekarang suami saya sedang ke RSCM. Dari situ
> ayah saya mulai panik, sudah percaya dan hampir
> menyiapkan uang sebesar Rp. 21 juta yg diminta.
> Kemudian ayah saya menelpon mertua saya yang tinggal
> satu kota, mengabari kecelakaan itu, mertua saya
> juga ikut panik. Alhamdulillah...... mertua saya
> ingat kalau suami saya sedang tugas di luar kota,
> jadi kok bisa ada di rumah sakit..???
>
> Orang tua saya juga menggunakan telpon yang lain
> untuk menelpon, karena
> telpon yang satunya terus-menerus berdering dari
> rumah sakit yang meminta
> ayah saya segera mentransfer uang untuk pengobatan.
>
> orang tua dan mertua saya mencoba menelpon
> saudara-saudara saya di Jakarta
> untuk mengecek kebenaran telpon tadi. Tapi anehnya
> saudara-saudara saya tidak bisa menghubungi hp saya,
> padahal saya tidak mematikan hp.
>
> Kemudian terakhir kalinya yang mengaku dokter tadi
> menelpon, diterima oleh adik saya, begitu orang
> tersebut meminta untuk mentransfer uang, oleh adik
> saya dijawab, "Kakak saya sudah dicover oleh
> Asuransi, jadi nanti masalah biaya-biaya, Asuransi
> yang urus semuanya". Telpon langsung terputus dan
> orang tersebut tidak meneror orang tua saya lagi.
>
> Alhamdulillah.... Puji Syukur ke hadirat Allah, kami
> sekeluarga terhindar dari penipuan itu. Ini semua
> cobaan dan untuk pelajaran kita semua...
>
> Sekarang yang membuat saya penasaran dengan modus
> penipuan ini:
> 1. Bagaimana orang tersebut bisa memblok dan
> menyadap no telpon orangtua
> saya dan no HP saya, jadi kamanapun ayah saya telpon
> masuknya ke penipu-penipu itu juga yang angkat
> telpon.
> 2. Darimana penipu itu bisa tau data saya dan orang
> tua saya, juga posisi saya yang berlainan kota
> dengan orang tua? Mungkin gak sih data-data kita di
> Bank bisa bocor..??? Atau mungkin gak dari HP yang
> pernah saya service, coz sudah sebulan ini saya
> service HP di Nokia Service Centre Mampang, dan
> sampe sekarang hp saya rawat inap terus gak
> sembuh-sembuh.
> 3. Bagaimana dengan pengkloningan no telp? Benar gak
> sih no telp Pra Bayar bisa dikloning & di double
> line...??? Bagaimana denga pasca bayar?
> 4. Saya juga sudah lapor ke Satelindo dan katanya
> sedang diinvestigasi karena banyak pengaduan tentang
> hal ini, dan ternyata nomor 081513531213 sudah ada
> note: no. ini digunakan untuk penipuan.
>
> So... kalo temen-temen ada yang tau tentang
> teknologi canggih yang digunakan untuk penipuan ini,
> terutama teman-teman dari TELKOM & INDOSAT.. tolong
> dong bagi-bagi ilmunya ke kita kenapa bisa terjadi
> seperti itu dan gimana caranya untuk antisipasi
> supaya next time penipuan seperti ini tidak terjadi
> lagi. Karena saya pernah dengar di radio penipuan
> seperti ini sudah ada yang kena dan mentransfer uang
> jutaan rupiah...
>
> Waspadalah...waspadalah.....!!!!
>
>
----------------------------------------------------------------------
--------
>
>
>
>
> Harry Prasetya, ST
> Departemen Keuangan R.I.
> Ditjen Piutang dan Lelang Negara
> Gedung D Lt. 12
> Jl. Dr. Wahidin No.1
> Jakarta 10710
>
--- In [email protected], JMS <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> keterangan penipuan anda seharusnya details
> jangan hanya sepotong seperti ini .
> nanti bisa fitnah jatuhnya
>
> jms
>
>
> ---------- Forwarded message ----------
> From: 7Rik <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Apr 18, 2005 11:15 PM
> Subject: [asosiasi-warnet] HP===>081513531213 dan
> NoREK===>1010004423990 PENIPUAN/PEMERASAN
> To: [EMAIL PROTECTED], [email protected]
>
>
>
> Kalayak milist yth,
>
> Ada penipuan dengan no hp dan norek tersebut:
>
> 1. Abaikan bila ditelpon no hp tersbut, dan atau pemakaian norek
Bank
> Mandiri tsb
> 2. Norek tersebut atas nama >>>Moch Feri Kurniawan
> (Bank Mandiri)
> 3. >>>Mungkin bisa diteruskan ke >>>Operator selular dan >>>Bank
Mandiri.
> 4. Modusnya ada di sebelah -ITCENTER
> 5. Hari ini di Jakarta, 18 April - 2 saudara saya
mengalami "ditipu" dan
> diperas lewat No HP dan Norek Tersebut.
>
> Terima-kasih
> GsBam
>
> Official Web Site : http://www.awari.or.id
> Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet
> Yahoo! Groups Links
Official Web Site : http://www.awari.or.id
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet
---------------------------------
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Plan great trips with Yahoo! Travel: Now over 17,000 guides!
[Non-text portions of this message have been removed]
Official Web Site : http://www.awari.or.id
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/