--- In [email protected], Gembong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Alhamdulillah, Opa akhirnya muncul juga di milis kita tercinta  ini,
> saya terakhir ketemu opa waktu kumpul-kumpul di Bogor sebelum awari
> terbentuk.
> 
> On 4/20/05, Michael S. Sunggiardi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > At 11:28 PM 4/18/2005 +0700, JMS wrote:
> > > > Mas Pataka, tolong dijawab dengan sejujur-jujurnya, katanya
ada salah
> > > > satu anggota presidium awari yang punya warnet, pertanyaannya:
> > > >
> > > > 1. Alamat warnetnya dimana?
> > 
> > Warnet saya ada tiga di Bogor ..... tadinya ada 8, kerja sama
dengan orang
> > lain, tapi rontok satu per satu .... alamat tepatnya bisa japri dah.
> 
> Sebenarnya kami juga tahu keadaan & lokasi warnet Opa, cuma nyindir
> saja sama yang lainnya.
> > 
> > Ketiganya itu betul-betul warnet ... bukan game on line - bahkan
cuma satu
> > yang menggabung game on line dan warnet, yang dua ASLI warnet
sejak 1996.
> > 
> > > > 2. Apakah sudah migrasi ke open source, jika sudah distro yang
dipake apa?
> > 
> > Belum kepikir migrasi kesana, karena memang harus mendidik
pelanggannya,
> > yang nota bene lumayan susahnya.
> 
> Bagi pengelola warnet betulan, tahu betul urusan mingrasi ke open
> source tidaklah mudah (terutama yang non teknis).
> 
> Sebetulnya beberapa pengelola warnet sudah mencoba migrasi ke open
> source tanpa digembar-gemborkan lewat milis ini, tetapi yaitu karena
> kendala non teknis, akhirnya hanya mampu bertahan antara 3 s/d 6 bulan
> saja.
> 
> > 
> > > > 3. Jika belum migrasi ke open source, apakah anda sudah memintanya
> > > > untuk migrasi ke open source?
> > 
> > Belum ada rencana kesana.
> > 
> > > > 4. Jika sudah diminta tetapi belum juga migrasi, apa alasannya?
> > 
> > Sulit mengubah kebiasaan pelanggan.
> > 
> 
> Saya sering memberikan komentar sebagai usaha untuk penyeimbang
> terhadap komentar yang seolah-olah warnet tidak mau migrasi ke open
> source karena dianggap pemalas, dan komentar itu kebanyakan
> dilontarkan oleh orang yang ternyata saat ini bukan pemilik/pengelola
> warnet.
> 
> Harapan saya semoga para pengurus awari bersikap bijak dalam melihat
> permasalahan ini dan menyadari bahwa urusan migrasi ke open source
> bukanlah masalah teknis belaka.
> 
> Bagi warnet yang baru mau buka, saya menyarankan langsung menggunakan
> full-linux, karena selain alasan pasarnya belum terbentuk juga alasan
> akan lebih tenang dalam berusaha jika memakai open source.
> Migrasi dari linux ke windows jauh lebih mudah dibandingkan migrasi
> dari windows ke linux.
> 
> rgds, gembong


mungkin saran ini bisa di lakukan oleh pengusaha atau calon pemilik
warnet yang punya keinginan kuat untuk memajukan masyarakat indonesia.

(seandainya saya bisa .. sya pun berkeinginan seperti itu .. namun
apadaya modal tak ada duit pun tak punya)

apabila di mungkin kan .. nanti saya juga usul ke bos deh buat ganti
os nya ke linux . (selama ini baru memperlihatkan ke user untuk main
knoppix live CD ) sih ..

baru belajar linux aja sampe skrg rada bingung buat instalasi nya .. :(( 

dengan usul dari Opa mungkin ada rekan atau teman� pemilik warnet yang
merasa tertantang ?

saya tunggu hasil nya



regards,


zaqy





Official Web Site : http://www.awari.or.id
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke